Ratusan Ribu Bayi Meninggal Akibat Polusi Udara
Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun telah terjadi penurunan secara perlahan dan stabil dalam ketergantungan rumah tangga pada bahan bakar berkualitas rendah, nyatanya polusi udara dari bahan bakar ini terus menjadi faktor kunci dalam kematian bayi usia muda.
Para peneliti mengingatkan bahwa bayi di bulan pertama kehidupan sudah berada pada tahap yang rentan. Telah banyak bukti ilmiah dari berbagai negara yang juga menunjukkan bahwa paparan partikulat polusi udara selama kehamilan akan berdampak pada berat lahir yang rendah serta kelahiran prematur.
Dua kondisi tersebut juga dipastikan memicu komplikasi serius, yang kemudian tercatat menyebabkan sebagian besar kematian pada periode neonatal mencapai 1,8 juta pada 2019. Analisis terbaru SoGA tahun ini memperkirakan bahwa sekitar 20% kematian bayi dalam periode tersebut disebabkan oleh polusi udara ambien dan rumah tangga.
Meskipun kebijakan berkelanjutan di beberapa negara telah menghasilkan perbaikan kualitas udara yang sederhana, laporan ini juga membeberkan bahwa hanya ada sedikit, bahkan tidak ada kemajuan berkelanjutan di beberapa negara-negara paling berpolusi di kawasan Asia Selatan dan Afrika.
Laporan ini juga menggarisbawahi bahwa di saat China kini sedang membuat kemajuan dalam mengurangi polusi udara, negara-negara di Asia Selatan termasuk Nepal, Pakistan, Bangladesh, dan India malah terus mengalami tingkat polusi udara ambien (udara bebas di permukaan bumi) yang sangat tinggi.
Para peneliti mengingatkan bahwa bayi di bulan pertama kehidupan sudah berada pada tahap yang rentan. Telah banyak bukti ilmiah dari berbagai negara yang juga menunjukkan bahwa paparan partikulat polusi udara selama kehamilan akan berdampak pada berat lahir yang rendah serta kelahiran prematur.
Dua kondisi tersebut juga dipastikan memicu komplikasi serius, yang kemudian tercatat menyebabkan sebagian besar kematian pada periode neonatal mencapai 1,8 juta pada 2019. Analisis terbaru SoGA tahun ini memperkirakan bahwa sekitar 20% kematian bayi dalam periode tersebut disebabkan oleh polusi udara ambien dan rumah tangga.
Meskipun kebijakan berkelanjutan di beberapa negara telah menghasilkan perbaikan kualitas udara yang sederhana, laporan ini juga membeberkan bahwa hanya ada sedikit, bahkan tidak ada kemajuan berkelanjutan di beberapa negara-negara paling berpolusi di kawasan Asia Selatan dan Afrika.
Laporan ini juga menggarisbawahi bahwa di saat China kini sedang membuat kemajuan dalam mengurangi polusi udara, negara-negara di Asia Selatan termasuk Nepal, Pakistan, Bangladesh, dan India malah terus mengalami tingkat polusi udara ambien (udara bebas di permukaan bumi) yang sangat tinggi.
Lihat Juga :