Cerita Asli Hidangan Khas Nasi Campur ala Bali

Senin, 26 Oktober 2020 - 14:20 WIB
loading...
Cerita Asli Hidangan...
Nasi campur adalah salah satu kuliner khas Bali yang tak boleh dilewatkan bila Anda pergi ke sana. Foto/Koran SINDO/Dyah Ayu Pamela
A A A
NASI campur adalah salah satu kuliner khas Bali yang tak boleh dilewatkan bila Anda pergi ke sana. Nasi campur Bali ini punya karakter yang unik.

Di Bali nasi campur ternyata banyak ragamnya. Menurut Prawira, warga lokal asli Bali yang juga seorang pemandu wisata yang ditemui SINDO, ada banyak variasi Nasi Campur Bali. Namun aslinya yang menjadi lauk utama yang ada di Nasi Campur Bali adalah lauk babi, berikut pelengkap sambal matah atau sambal embe, tum, serta sayur lawar yang biasanya terbuat dari nangka, kelapa atau kacang panjang. (Baca: Inilah Penyebab Hati Tidak Merasakan Manisnya Iman)

“Originalnya sayur lawar sebenarnya dicampur darah. Tapi dalam perkembangan masyarakat mulai berfikir di sisk kesehatan jadi sekarang bumbu rempahnya yang lebih ditonjolkan,” sebut Prawira kepada SINDO.

Nasi Campur Bali juga akhirnya menyesuaikan, karena banyak pendatang diganti dengan lauk ayam dan sayur garang asem. Nah, garang asem di Bali merupakan ayam kari dengan bumbu yang kuat. Masakan Bali yang cukup kompleks juga sebenarnya hanya menggunakan satu bumbu yang dinamakan bumbu genep, di mana semua racikan rempah-rempah ada di sana. Tak heran ya kalau masaka Bali itu kaya cita rasa dan sangat berbumbu.

Saat undangan kunjungan ke Bali oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Garuda Indonesia, SINDO pun diajak ke Art Cafe Bumbu Bali Balinese Food, salah satu restoran di seputar Nusa Dua yang menyuguhkan menu Nasi Campur Bali. Hidangan Nasi Campur Bali yang SINDO coba di sini menempatkan beberapa lauk yang aga berbeda.

Meski namanua nasi campur, namun hidangan nasi dan lauknya ditempatkan dalam mangkuk terpisah. Ada nasi putih yang tepat berada di tengah dan sate ayam dengan paduan bumbu kacang yang terasa halus dengan daging tebal dan bagian gosongan yang membawa aroma khas. Sate ayam ini cukup unik karena disajikan bersma lontong yang terbuat dari beras ketan. Teksturnya pun terasa berbeda karena lebih kenyal, sedikit terasa lengket dan memiliki cita rasa gurih. (Baca juga: Kemenag Bekali Guru RA Keterampilan Psikososial di Masa Pandemi)

Untuk sayurnya terdapat lawar kacang panjang yang dipadu bumbu rempah terasa sedikit pedas karena ada irisan cabai di dalamnya, uniknya dari lawar kacang panjang ini adalah paduan daging kelapa yang dibakar. Sebuah paduan rasa komplit dan bumbu rempah yang kuat untuk makanan khas Bali.

Satu lagi yang menarik, ada lauk tum ayam yaitu semacam botok kalau di daerah jawa. Tum ayam ini dibungkus dengan daun pisang, seperti halnya pepes. Teksturnya agak padat dan rasanya cenderung gurih karena ayam

dihaluskam lalu diberi tambahan bumbu. Masih ada beberapa lauk lainnya, seperti ayam suwir dengan bumbu sambal matah di dalamnya dan rendang sapi.

Untuk masakan Indonesia tentu tak lengkap tanpa sambal. Nasi Campur Bali yang ada di Art Cafe Bumbu Bali Balinese Food juga menempatkan sambal matah dan sambal merah pedas, ada juga sambal khas Bali lainnya yaitu sambal embe yang berupa rajangan cabai rawit merah beserta bawang. (Lihat videonya: Skateboard Dapat Melatih Keberanian Anak-anak Sejak Dini)

Tentu Anda penasaran kan ingin mencoba hidangan Nasi Campur Bali yang komplit ini? Jika ke Bali dan mampir ke daerah Nusa Dua, lansung saja berkunjung ke Art Cafe Bumbu Bali Balinese Food yanh berlokasi di Jl. Pintas Siligita No 101, Nusa Dua, Bali. Satu porsi menu Nasi Campur Bali di sini bisa didapat dengan harga Rp 110.000 ++, harganya cukup worth it dengan rasa yang tidak mengecewakn dan banyak pilihan lauk serta cocok untuk menu makan siang Anda. (Dyah Ayu Pamela)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hari Keempat PRJ 2026...
Hari Keempat PRJ 2026 Padat Pengunjung, Area Kuliner Paling Ramai
Perjalanan Usaha Kuliner...
Perjalanan Usaha Kuliner Lokal yang Berawal dari Gerobak Kaki Lima
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Menjelajah Rasa Surabaya...
Menjelajah Rasa Surabaya lewat Deretan Kuliner Legendaris Pilihan ShopeeFood
Kopi Spesial Terjangkau...
Kopi Spesial Terjangkau Jadi Pilihan Baru untuk Penikmat Kopi Harian
Studio Billy Ubah Senopati...
Studio Billy Ubah Senopati Jadi Ruang Nongkrong Urban, Santai dan Intim
Gastronomi Molekuler...
Gastronomi Molekuler Ungkap Cara Menjaga Laut Lewat Pilihan Seafood
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Kisah Inspiratif Irine...
Kisah Inspiratif Irine Yandri Sandrika, Sukses Bangun Bisnis Sop Buah
Rekomendasi
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Penalti Mbappe Ditolak,...
Penalti Mbappe Ditolak, Wasit Piala Dunia 2026 Dicap Arogan
Berita Terkini
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 73, Penyergapan Pecah Menjadi Baku Tembak dan Pertarungan Sengit
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Konflik Memanas, Ruben...
Konflik Memanas, Ruben Onsu Ultimatum Sarwendah Soal Nafkah dan Hak Bertemu Anak
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Infografis
10 Makanan Khas Lebaran...
10 Makanan Khas Lebaran di Indonesia selain Opor dan Ketupat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved