Tips Puasa Sehat untuk Lansia
Jum'at, 08 Mei 2020 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
Sebaliknya, jika kondisi fisik tidak memungkinkan dianjurkan untuk tidak memaksakan diri untuk terus berpuasa. Kebutuhan kalori lansia ketika berpuasa sama dengan di bulan lain. Konsumsi cairan 30-50 cc/kg BB/hari (8-10 gelas). Cara memenuhinya, konsumsi dua gelas saat berbuka, 3-4 gelas setelah salat tarawih sampai sebelum tidur, satu gelas saat bangun tidur sebelum sahur, dan 1-2 gelas saat sahur.
Yang juga perlu diketahui, asupan kalori saat sahur sebesar 40%, buka puasa 50% kalori, dan 10% sesudah tarawih. Sebaiknya sebelum sholat Magrib atau untuk batalkan puasa konsumsi makanan ringan saja. Baru setelah solat magrib makan makanan berat. Saat sahur batasi minuman teh/kopi karena keduanya menstimulasi tubuh untuk sering buang air kecil, juga mudah terjadi dehidrasi. "Minuman manis juga akan dicerna lebih cepat sehingga cepat terasa lapar," urai dr. Edy.
Ia menganjurkan makan makanan yang lambat dicerna dan tinggi serat agar tidak cepat merasa lapar. Jangan lupa untuk mencukupi konsumsi vitamin dan mineral dan mewaspadai kekurangan cairan. Anda juga perlu menanyakan kepada dokter apakah obat-obatan yang selama ini dikonsumsi perlu dikurangi selama bulan Ramadhan. "Bila kondisi stabil, penyakit terkontrol dan tidak ada infeksi akut maka aman berpuasa," tekan dr. Edy.
Sementara itu Spesialis penyakit dalam, Prof. Dr. dr. Siti Setiati SpPD-KGer, M.Epid., mengatakan, berpuasa merupakan kesempatan bagi seseorang untuk mengurangi kalori. Kondisi inilah yang merangsang produksi hormon grielin dalam lambung dan pada gilirannya mendorong pembentukan sel-sel otak baru. "Mengurangi kalori ini yang dapat memperlambat demensia atau kepikunan karena sel otak baru terus diproduksi," pungkas Prof Siti. (Sri Noviarni)
Yang juga perlu diketahui, asupan kalori saat sahur sebesar 40%, buka puasa 50% kalori, dan 10% sesudah tarawih. Sebaiknya sebelum sholat Magrib atau untuk batalkan puasa konsumsi makanan ringan saja. Baru setelah solat magrib makan makanan berat. Saat sahur batasi minuman teh/kopi karena keduanya menstimulasi tubuh untuk sering buang air kecil, juga mudah terjadi dehidrasi. "Minuman manis juga akan dicerna lebih cepat sehingga cepat terasa lapar," urai dr. Edy.
Ia menganjurkan makan makanan yang lambat dicerna dan tinggi serat agar tidak cepat merasa lapar. Jangan lupa untuk mencukupi konsumsi vitamin dan mineral dan mewaspadai kekurangan cairan. Anda juga perlu menanyakan kepada dokter apakah obat-obatan yang selama ini dikonsumsi perlu dikurangi selama bulan Ramadhan. "Bila kondisi stabil, penyakit terkontrol dan tidak ada infeksi akut maka aman berpuasa," tekan dr. Edy.
Sementara itu Spesialis penyakit dalam, Prof. Dr. dr. Siti Setiati SpPD-KGer, M.Epid., mengatakan, berpuasa merupakan kesempatan bagi seseorang untuk mengurangi kalori. Kondisi inilah yang merangsang produksi hormon grielin dalam lambung dan pada gilirannya mendorong pembentukan sel-sel otak baru. "Mengurangi kalori ini yang dapat memperlambat demensia atau kepikunan karena sel otak baru terus diproduksi," pungkas Prof Siti. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :