Hindarkan Anak dari Depresi Akibat Online Learning

loading...
Hindarkan Anak dari Depresi Akibat Online Learning
Foto/dok
A+ A-
SITUASI akibat pandemi Covid-19 sangat berdampak pada sektor pendidikan di Indonesia. Sistem pembelajaran tatap muka kini diganti menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau secara online. Namun, sistem PJJ yang ditetapkan banyak memiliki kendala pada proses pelaksanaannya.

Kekurangan fasilitas karena kepemilikan smartphone yang memadai maupun akses internet menjadi salah satu faktor utama masih banyak anak Indonesia sulit mendapatkan akses pendidikan di masa pandemi. Dalam hal ini, orang tua perlu bersikap dalam mengatasi kesulitan proses PJJ anak. (Baca: Berdoa Keburukan untuk Orang yang Menzalimi)

"Orang tua perlu menyusun kembali tuntutan atau harapan pada proses belajar anak di masa pandemi ini. Kelola kembali apa target yang ingin dicapai," kata psikolog Vera Itabiliana saat dihubungi SINDOnews, Selasa (20/10).

"Prestasi akademis sudah selayaknya ditempatkan di bawah kesehatan fisik dan mental anak khususnya pada masa pandemi seperti sekarang ini," lanjutnya.



Orang tua perlu memahami bahwa situasi sekarang ini juga sulit bagi anak karena banyak kebutuhan mereka yang dibatasi saat ini. Oleh karena itu, Vera menyarankan orang tua harus lebih banyak mendengar, mendampingi anak saat emosi negatifnya muncul seperti halnya merasa bosan atau jenuh dengan tugas sekolah. (Baca juga: DPR Dorong Pengembangan Pendidikan Indonesia Timur)

Mungkin hal itu tampak sederhana bagi orang dewasa. Namun, berbeda jika kondisi tersebut dialami anak, khususnya remaja. Di mana jika dibiarkan berlarut-larut, hal itu bisa memicu depresi pada remaja.

"Orang tua juga bisa membantu anak dengan berkomunikasi dengan sekolah tentang kendala yang dihadapi. Amat sangat dipahami PJJ ini banyak kekurangannya karena memang belum pernah ada pengalaman ini sebelumnya di Indonesia, jadi memang perlu dicari format yang pas sehingga tidak membebani anak di masa yang sudah sulit ini," tandasnya.



Sebelumnya, seorang siswi Sekolah Menangah Atas (SMA) berinisial MI di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan diduga bunuh diri dengan meminum racun rumput. Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir, korban diduga depresi karena banyaknya tugas PJJ dari sekolah selama pandemi COVID-19. (Lihat videonya: Tolak Omnibus Law, Ribuan Buruh Kembali Turun ke Jalan)

Sebelum meninggal, korban berkeluh kesah kepada teman-teman mengenai kesulitan akses internet di rumahnya yang berada di wilayah pegunungan. Kesulitan ini membuat tugas sekolah korban menumpuk. (Diana Rafikasari)
(ysw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top