Korean Wave: Hasil Pemerintah Korsel Dukung Industri Kreatif Selama Puluhan Tahun
Rabu, 28 Oktober 2020 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
2. RESTRUKTURISASI KOREAN CHAEBOL
![Korean Wave: Hasil Pemerintah Korsel Dukung Industri Kreatif Selama Puluhan Tahun]()
Foto: Kevin Winter/Getty Images
Istilah korean chaebolmerujuk pada keluarga-keluarga konglomerat yang memegang perusahaan besar di berbagai sektor industri di Korsel.
Saatkrisis moneter yang menimpa Asia pada 1997 yang juga melanda Korsel, reputasi negara ini menurun dalam berbagai sektor sehingga hampir gak ada yang ingin bekerja sama dengan mereka.
Bahkan pemerintahnya sampai berutang sebanyak USD97 miliar ke IMF. Menariknya, Korsel cuma memakai kurang dari USD20 miliar saja dan melunasinya pada 2001.
Mereka juga sadar kalau krisis ini akan berdampak pada para korean chaebolsehingga bisa menambah keparahan jatuhnya Korsel. Pemerintah Korea pun menyuruh mereka untuk melepaskan unit-unit bisnisnya dan fokus restrukturisasi model bisnis pada sektor yang sudah mereka kuasai aja.
Selain membantu korean chaebol bertahan, kebijakan ini membuat bisnis-bisnis kecil di sektor yang dilepas oleh korean chaebol berkembang pesat.
Keadaan Korsel setelah kebijakan ini mulai membaik dan berhasil mengembalikan reputasi negaranya. (Baca Juga: Mengintip Sejarah Lightstick, Identitas Fandom K-pop )
3. MENCABUT ATURAN SENSOR
![Korean Wave: Hasil Pemerintah Korsel Dukung Industri Kreatif Selama Puluhan Tahun]()
Foto: JTBC
Aturan sensor dianggap membatasi kreativitas para sineas Korea Selatan selama puluhan tahun. Menyadari hal tersebut, pemerintah mencabut aturan sensor tersebut sehingga para pekerja industri kreatif dapat lebih bebas berekspresi dalam berkarya. Banyak sineas keren yang muncul setelah aturan sensor dicabut.
4. MEMBANGUN INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI
![Korean Wave: Hasil Pemerintah Korsel Dukung Industri Kreatif Selama Puluhan Tahun]()
Foto: seoulspace.com
Pemerintah Korsel telah mengalokasikan dana yang besar pada pengembangan internet karena mereka percaya setiap warga negaranya bisa mendapatkan keuntungan kalau terhubung dengan dunia secara mudah.

Foto: Kevin Winter/Getty Images
Istilah korean chaebolmerujuk pada keluarga-keluarga konglomerat yang memegang perusahaan besar di berbagai sektor industri di Korsel.
Saatkrisis moneter yang menimpa Asia pada 1997 yang juga melanda Korsel, reputasi negara ini menurun dalam berbagai sektor sehingga hampir gak ada yang ingin bekerja sama dengan mereka.
Bahkan pemerintahnya sampai berutang sebanyak USD97 miliar ke IMF. Menariknya, Korsel cuma memakai kurang dari USD20 miliar saja dan melunasinya pada 2001.
Mereka juga sadar kalau krisis ini akan berdampak pada para korean chaebolsehingga bisa menambah keparahan jatuhnya Korsel. Pemerintah Korea pun menyuruh mereka untuk melepaskan unit-unit bisnisnya dan fokus restrukturisasi model bisnis pada sektor yang sudah mereka kuasai aja.
Selain membantu korean chaebol bertahan, kebijakan ini membuat bisnis-bisnis kecil di sektor yang dilepas oleh korean chaebol berkembang pesat.
Keadaan Korsel setelah kebijakan ini mulai membaik dan berhasil mengembalikan reputasi negaranya. (Baca Juga: Mengintip Sejarah Lightstick, Identitas Fandom K-pop )
3. MENCABUT ATURAN SENSOR

Foto: JTBC
Aturan sensor dianggap membatasi kreativitas para sineas Korea Selatan selama puluhan tahun. Menyadari hal tersebut, pemerintah mencabut aturan sensor tersebut sehingga para pekerja industri kreatif dapat lebih bebas berekspresi dalam berkarya. Banyak sineas keren yang muncul setelah aturan sensor dicabut.
4. MEMBANGUN INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI

Foto: seoulspace.com
Pemerintah Korsel telah mengalokasikan dana yang besar pada pengembangan internet karena mereka percaya setiap warga negaranya bisa mendapatkan keuntungan kalau terhubung dengan dunia secara mudah.
Lihat Juga :