Tantangan Memberikan Penyuluhan Kesehatan di Era New Normal
Saat ini pasca munculnya pandemi Covid-19, meskipun belum berakhir, kita dituntut untuk bisa beradaptasi sambil tetap menjaga kesehatan tubuh dan mental di tengah pandemi sampai vaksinya ditemukan. Alhasil, saat ini aktivitas sudah hampir sepenuhnya berjalan seperti biasa. Namun, ada banyak tantangan yang harus dihadapi masyarakat untuk menjalankan kehidupan new normal tersebut, salah satunya selalu menerapkan pola hidup sehat.
Hal ini juga berlaku bagi Apoteker sebagai salah satu tenaga kesehatan agar dapat tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara paripurna dengan memperhatikan protokol kesehatan. Oleh karena itu, seorang Apoteker harus mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik sehingga dapat berperan dalam memberikan informasi, edukasi dan konseling.
Apoteker sebagai tenaga kesehatan dapat berperan di Era New Normal dengan melakukan pekerjaan kefarmasian dan memperhatikan protokol kesehatan . Tugas, fungsi, dan kewajiban Apoteker tidak berubah, tetapi Apoteker tetap menjadi key person dalam melakukan kontrol dan memastikan mutu terhadap operasional sarana sebagaimana tertuang dalam pedoman dan peraturan terkait lainnya.
Di era New Normal, Apoteker juga perlu melakukan penyesuaian agar dapat mengoptimalkan perannya. Penyesuaian oleh Apoteker yang dimaksud adalah menjadikan dirinya sebagai Agent of Change untuk mendorong dan memastikan penerapan protokol kesehatan di tempat prakteknya.
Apoteker juga perlu memastikan tersedianya prosedur yang mengatur. Apoteker yang berpraktek di sarana pelayanan harus tetap memberikan pelayanan kefarmasian dengan baik dan sesuai standar, termasuk memberikan layanan konseling terkait obat.