Kenapa Banyak Orang Gampang Percaya Informasi Palsu?
Kamis, 05 November 2020 - 21:45 WIB
loading...
A
A
A
Mengapa? karena informasi tersebut lebih segar dalam pikiran kita, ingatan jangka pendek lebih mudah diakses otak kita daripada fakta yang kita dengar lebih lama.
"Seringkali kita harus berpikir lebih keras untuk mengingat informasi sebelumnya, sehingga orang akan sering mengabaikan fakta-fakta tersebut demi informasi baru yang sebenarnya gak akurat," ujar David Rapp, dikutip dari Reader’s Digest Asia.
Kita juga cenderung menerima fakta yang terdengar lebih masuk akal. Terkadang, informasi itulah yang ingin kita percayai, padahal informasi itu belum tentu benar.
“Mereka punya harapan, keinginan, bias, preferensi, atau tanggapan tertentu yang selaras dengan apa yang mereka harapkan menjadi kenyataan,” katanya. (Baca Juga: Lagu Buruh Tani jadi Mars saat Demo Omnibus Law, Begini Asal-usulnya )
Tetapi, segala sesuatunya menjadi lebih rumit ketika informasinya merupakan campuran antara yang benar dan salah. Misalnya, kita bisa menganggap apa pun yang ada dalam "Game of Thrones" sebagai fiksi, tapi otak kita gak yakin apakah deskripsi London dalam "Harry Potter" akurat atau tidak.
![Kenapa Banyak Orang Gampang Percaya Informasi Palsu?]()
Foto: Warner Bros. Pictures
"Seringkali kita harus berpikir lebih keras untuk mengingat informasi sebelumnya, sehingga orang akan sering mengabaikan fakta-fakta tersebut demi informasi baru yang sebenarnya gak akurat," ujar David Rapp, dikutip dari Reader’s Digest Asia.
Kita juga cenderung menerima fakta yang terdengar lebih masuk akal. Terkadang, informasi itulah yang ingin kita percayai, padahal informasi itu belum tentu benar.
“Mereka punya harapan, keinginan, bias, preferensi, atau tanggapan tertentu yang selaras dengan apa yang mereka harapkan menjadi kenyataan,” katanya. (Baca Juga: Lagu Buruh Tani jadi Mars saat Demo Omnibus Law, Begini Asal-usulnya )
Tetapi, segala sesuatunya menjadi lebih rumit ketika informasinya merupakan campuran antara yang benar dan salah. Misalnya, kita bisa menganggap apa pun yang ada dalam "Game of Thrones" sebagai fiksi, tapi otak kita gak yakin apakah deskripsi London dalam "Harry Potter" akurat atau tidak.

Foto: Warner Bros. Pictures
Lihat Juga :