Kenapa Banyak Orang Gampang Percaya Informasi Palsu?

Kamis, 05 November 2020 - 21:45 WIB
loading...
Kenapa Banyak Orang...
Ada banyak alasan mengapa banyak orang gampang terhasut informasi palsu atau hoaks. Foto/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Otak kita sering membuat kita gampang percaya pada informasi yang kita terima, karena hal tersebut membuat kita belajar untuk efisien dan gak perlu waktu untuk mencari informasi yang benar.

David Rapp, PhD, seorang profesor psikologi dan pendidikan di Northwestern University di Illinois, Amerika Serikat, mengatakan bahwa kita gak pernah mengambil pelajaran dari informasi yang gak akurat karena kita adalah orang yang buruk atau gak mau bekerja keras mencari kebenaran.

Selain itu dalam beberapa kasus, kita gampang menerima informasi karena biasanya yang dikatakan orang kepada kita adalah benar.

Menurut David, saat kita mendapat informasi baru, informasi lama yang kita terima gak berarti hilang. Justru keduanya hidup bersama dalam pikiran kita.

Kenapa Banyak Orang Gampang Percaya Informasi Palsu?

Foto: Shutterstock

Nah, ada beberapa faktor yang menentukan informasi mana yang akan kita pakaisaat sebuahsituasinya muncul. Seringkali, kita bakal mengutip informasi yang kita dengar baru-baru ini, meskipun informasi itu salah.

Mengapa? karena informasi tersebut lebih segar dalam pikiran kita, ingatan jangka pendek lebih mudah diakses otak kita daripada fakta yang kita dengar lebih lama.

"Seringkali kita harus berpikir lebih keras untuk mengingat informasi sebelumnya, sehingga orang akan sering mengabaikan fakta-fakta tersebut demi informasi baru yang sebenarnya gak akurat," ujar David Rapp, dikutip dari Reader’s Digest Asia.

Kita juga cenderung menerima fakta yang terdengar lebih masuk akal. Terkadang, informasi itulah yang ingin kita percayai, padahal informasi itu belum tentu benar.

“Mereka punya harapan, keinginan, bias, preferensi, atau tanggapan tertentu yang selaras dengan apa yang mereka harapkan menjadi kenyataan,” katanya. (Baca Juga: Lagu Buruh Tani jadi Mars saat Demo Omnibus Law, Begini Asal-usulnya )

Tetapi, segala sesuatunya menjadi lebih rumit ketika informasinya merupakan campuran antara yang benar dan salah. Misalnya, kita bisa menganggap apa pun yang ada dalam "Game of Thrones" sebagai fiksi, tapi otak kita gak yakin apakah deskripsi London dalam "Harry Potter" akurat atau tidak.

Kenapa Banyak Orang Gampang Percaya Informasi Palsu?

Foto: Warner Bros. Pictures

Otak kita dapat melacak yang benar atau salah dalam situasi itu dengan memilah hal yang kita dengar atau baca sebagai fiksi total, atau secara sadar menandai fakta individu sebagai benar atau salah.

Masalahnya, kadang kita susah berpikir kritis ketika dalam kondisi tertentu. Misalnya saat kita sedang bersenang-senang, atau sedang asyik main media sosial , karena saat itu otak kita sedang dalam pola pikir santai dan gakdalam posisi waspada terhadap serangan kebohongan.

Kamu juga mungkin lupa teman mana yang mem-posting apa, atau artikel mana yang mereka kutip.

Nah, makanya, jangan lengah tiap kali kamu membaca sesuatu, terutama informasi yang sensitif atau mencurigakan. (Baca Juga: Terlalu Sering Ditanya, Astronaut NASA Akhirnya Bikin Video Tutorial Pipis dan BAB di Luar Angkasa )

Carilah sumber tepercaya yang didukung data, kutipan, dan bukti lainnya. Dengan kemudahan di zaman sekarang, kita bisa mencari segala sesuatu di internet, tidak ada alasan untuk gak melakukannya.

Fitri Rizky Hartanti
Kontributor GenSINDO
IISIP Jakarta
Instagram: @frizkyhrtnti
(it)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Hadapi Dampak Negatif...
Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Perlu Literasi dan Aturan yang Relevan
UPN Veteran Jakarta...
UPN Veteran Jakarta Perkuat Literasi Digital Warga untuk Cegah Penyebaran Hoaks
Rekomendasi
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Berita Terkini
ARMY Syok! Harga Hotel...
ARMY Syok! Harga Hotel di Busan Naik hingga 10 Kali Lipat Jelang Konser BTS
Perjuangan Ayu Ting...
Perjuangan Ayu Ting Ting Demi War Tiket BTS, Sampai Buka Dua HP Bareng Vicky Shu
Sandy Tumiwa Ungkap...
Sandy Tumiwa Ungkap Alasan Unggah Foto Tessa kaunang Berhijab, Kangen!
Anwar BAB Serahkan Seluruh...
Anwar BAB Serahkan Seluruh Uang Saku ke Polisi Usai Diperiksa dalam Kasus Hanania Group
Ruben Onsu Tegur Keras...
Ruben Onsu Tegur Keras Giorgio: Jangan Buat Kesan Seolah Ayahnya Sudah Tidak Ada
Nama Raffi Ahmad Terseret...
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Bluray Cargo, Respons Nagita Slavina Jadi Sorotan
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved