Awas, Jerawat Genital juga Serang Anak

Senin, 09 November 2020 - 20:31 WIB
loading...
Awas, Jerawat Genital...
Pada anak, jerawat genital sering ditemukan di dada, punggung, kaki, tangan, daerah lipatan, dan wajah. Foto Ilustrasi/Getty Images
A A A
JAKARTA - Moluskum Kontagiosum (MK) bukan hanya menyerang orang dewasa. Penyakit yang sering disebut jerawat genigal ini juga mengenai anak-anak. Di Klinik Pramudia misalnya, MK menjadi keluhan anak berusia 2-10 tahun. Sementara pada usia dewasa penderitanya antara usia 20-60 tahun.

Menurut dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, CEO Klinik Pramudia dalam Virtual Media Briefing belum lama ini, MK terjadi karena kontak langsung pada kulit yang erat dan berulang (seksual maupun non-seksual) serta autoinokulasi pada garukan.

(Baca Juga: Benarkah Soda Diet Menyehatkan? )

“Pencegahan terbaik adalah menghindari sumber penularan melalui deteksi dini penderita MK, baik pada anak maupun dewasa,” ujar dr. Anthony.

Ia melanjutkan, masa inkubasi MK antara 2-6 bulan. Namun, deteksi dini MK tidaklah mudah. Selain jarang terasa gatal atau hanya gatal ringan, pada umumnya MK tidak memiliki rasa gatal ataupun nyeri. Bentuk klinis dari gejala MK di kulit hampir menyerupai jerawat dan cepat menjadi banyak. Pada anak, MK sering ditemukan di dada, punggung, kaki, tangan, daerah lipatan, dan wajah. Sedangkan pada dewasa ditemukan pada genital dan area sekitarnya.

MK pada anak merupakan infeksi virus yang menyerang kulit, sedangkan MK pada dewasa dianggap sebagai penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS). Biasanya anak-anak terinfeksi ketika bermain dengan temannya. Pada usia dewasa, biasanya penularan melalui hubungan seksual atau kontak ketika sedang berolahraga.

Virus ini dapat bertahan di permukaan benda yang telah tersentuh oleh kulit orang yang terinfeksi. Sehingga, penularan juga dapat terjadi pada barang yang terkontaminasi seperti handuk, pakaian, mainan, atau sarung tangan, dan peralatan olahraga. Bahkan, penularan atau penyebaran juga terjadi pada diri sendiri dengan cara menyentuh, menggaruk, atau mencukur benjolan dan kemudian menyentuh bagian tubuh.

MK sering ditemukan pada pasien immunocompromise (gangguan sistem imun yang menurun) seperti pada penderita HIV. Untuk mencegah tertular virus MK, selain menghindari kontak fisik dengan penderita, masyarakat perlu untuk selalu menjaga kesehatan dan imunitas tubuh, serta menjaga kebersihan.

Dr. Anthony juga menjelaskan bahwa MK dapat diobati, sehingga butuh kesadaran masyarakat untuk mau memperhatikan dan memeriksakan penyakit ini sedini mungkin sebelum menyebar. Bila diobati dengan benar dan tidak terjadi kontak ulang terhadap sumber penularan, jarang terjadi kekambuhan pada MK.

(Baca Juga: Minum Jus Delima Dapat Turunkan Kadar Gula Darah )

Terdapat beberapa modalitas pengobatan untuk MK. Namun pada dasarnya, cara pengobatan MK pada anak hampir sama dengan dewasa. Hanya, pada pelaksanaannya, pengobatan pada anak jauh lebih sulit daripada orang dewasa.

“Berdasarkan pengalaman praktik di Klinik Pramudia, tingkat kesadaran masyarakat terdapat MK sangatlah rendah. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengenalan penyakit MK di kulit serta kurangnya informasi dan edukasi tentang penyakit ini di masyarakat sehingga deteksi dini sulit terjadi,” tutupnya.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Peringatan WDHD 2026,...
Peringatan WDHD 2026, Orang Tua Diajak Pahami Kesehatan Saluran Cerna Anak
Jerinx SID Curhat Ingin...
Jerinx SID Curhat Ingin Punya Anak di Usia 50 Tahun, Netizen Ramai Beri Dukungan
Waspada! Demam Anak...
Waspada! Demam Anak Turun Bisa Jadi Tanda Kondisi Memburuk
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Rekomendasi
PMGO 2026 Cetak Rekor...
PMGO 2026 Cetak Rekor Guinness, Lebih dari 1,2 Juta Pendaftar Turnamen
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Berita Terkini
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Siap Uji Nyali? Ini...
Siap Uji Nyali? Ini Deretan Rekomendasi Microdrama Horor di V+Short
Dari Suara Tawa hingga...
Dari Suara Tawa hingga Sosok di Atas Pohon, Ini Pengalaman Paling membekas bagi Angga ABK!
Infografis
8 Helikopter Serang...
8 Helikopter Serang Tercanggih pada 2025, Salah Satunya Apache
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved