Yuk Lakukan Suistanable Fashion yang Mudah dan Simpel
Selasa, 10 November 2020 - 11:30 WIB
loading...
foto / dok istimewa
A
A
A
JAKARTA - Suistanable fashion atau fashion berkelanjutan tidak hanya tentang pewarnaan alami yang digunakan pada produk fashion . Konsep fashion berkelanjutan juga mencakup bagaimana memanfaatkan kembali pakaian yang tidak terpakai menjadi sebuah pakaian baru.
Presiden Indonesia Fashion Week (IFW) sekaligus Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Poppy Dharsono mengatakan, konsep ini memberikan mafaat yang besar. Sebab, pakaian tidak terbuang dan berakhir menjadi limbah sehingga tidak mencemari lingkungan.
Baca juga : Menikmati Kuliner Indonesia Dapat Hadiah Rp1 Miliar
"(Suistanable fashion) nggak melulu pewarnaan. Bagaimana pakaian masih bagus di remodeling lagi. Sehingga pada semua pecinta fashion daripada di rumah nganggur, pakaian udah lama, tapi masih baik, kita remodeling lagi," kata Poppy saat jumpa pers, Senin (9/11).
"APPMI bisa kasih edukasi sehingga pakaian nggak waste dan berguna kembali. Secara psikilogis bisa happy karena punya pakaian baru. Suistanable nggak melulu di tekstil tapi bagaimana baju nggak mengotori planet kita," sambungnya.
Industri fashion menjadi industri yang paling banyak mencemari lingkungan. Dibalik glamornya industri ini, pakaian yang dikenakan melewati berbagai proses panjang yang mencemari lingkungan.
Menurut data dari Ellen MacArthur Foundation, badan yang fokus mempelajari polusi industri mode, limbah bisnis busana di dunia dapat mencapai USD 500 miliar per tahun. Hal ini kemudian memunculkan beberapa usulan kebijakan ramah lingkungan, seperti mengolah kembali kain perca menjadi komponen yang bermanfaat.
Presiden Indonesia Fashion Week (IFW) sekaligus Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Poppy Dharsono mengatakan, konsep ini memberikan mafaat yang besar. Sebab, pakaian tidak terbuang dan berakhir menjadi limbah sehingga tidak mencemari lingkungan.
Baca juga : Menikmati Kuliner Indonesia Dapat Hadiah Rp1 Miliar
"(Suistanable fashion) nggak melulu pewarnaan. Bagaimana pakaian masih bagus di remodeling lagi. Sehingga pada semua pecinta fashion daripada di rumah nganggur, pakaian udah lama, tapi masih baik, kita remodeling lagi," kata Poppy saat jumpa pers, Senin (9/11).
"APPMI bisa kasih edukasi sehingga pakaian nggak waste dan berguna kembali. Secara psikilogis bisa happy karena punya pakaian baru. Suistanable nggak melulu di tekstil tapi bagaimana baju nggak mengotori planet kita," sambungnya.
Industri fashion menjadi industri yang paling banyak mencemari lingkungan. Dibalik glamornya industri ini, pakaian yang dikenakan melewati berbagai proses panjang yang mencemari lingkungan.
Menurut data dari Ellen MacArthur Foundation, badan yang fokus mempelajari polusi industri mode, limbah bisnis busana di dunia dapat mencapai USD 500 miliar per tahun. Hal ini kemudian memunculkan beberapa usulan kebijakan ramah lingkungan, seperti mengolah kembali kain perca menjadi komponen yang bermanfaat.
Lihat Juga :