Yuk Kontrol Hipertensi untuk Cegah Keparahan Covid-19
Selasa, 10 November 2020 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Penatalaksanaan hipertensi juga dimaksudkan agar terdeteksi sedini mungkin, terkontrol, dan dapat mencegah komplikasi di kemudian hari. Tapi perlu diketahui, hipertensi sendiri saja, secara perlahan tapi pasti akan menyebabkan komplikasi kerusakan struktural dan fungsional pembuluh darah dan juga organ-organ terminal (mata, otak, jantung, ginjal). Hal ini dikenal dengan istilah Hypertension-Mediated Organ Damage (HMOD).
"Adapun beberapa manifestasi klinis HMOD terminal ini antara lain adalah gagal jantung, sindrom koroner akut, stroke, demensia vaskuler atau pikun, gagal ginjal dan gangguan pengelihatan termasuk kebutaan," kata dr. Amanda Tiksnadi, Sp.S (K).
Laporan yang ada menyebutkan bahwa pengidap komorbid memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi dan menunjukkan gejala yang lebih berat bila terinfeksi Covid-19. Inilah mengapa dikatakan individu dengan penyakit penyerta merupakan kelompok yang rentan terkena virus corona ini.
Selain komplikasi saluran pernafasan, infeksi Covid-19 juga menyebabkan berbagai komplikasi langsung di jantung, otak dan ginjal seperti diantaranya serangan jantung, stroke, gagal ginjal akut. Selain itu, secara umum juga terjadi sindrom pengentalan dan penyumbatan pembuluh darah, infeksi bakteri dan/atau jamur lain, kerusakan otot dan saraf tepi serta proses autoimun yang tentunya memperburuk prognosis. (Lihat videonya: KIan Heboh Video asusila Mirip Gisel dan Jedar di Medsos)
“Oleh karena itu, dapat dipahami seorang penderita hipertensi yang terinfeksi Covid-19 memiliki faktor risiko berlipat ganda untuk mengalami kerusakan organ multiple, yaitu risiko HMOD akibat hipertensi itu sendiri ditambah dengan risiko komplikasi infeksi covid-19 yang menyerang organ target yang sama dengan hipertensi," tandas dr. Amanda. (Sri Noviarni)
"Adapun beberapa manifestasi klinis HMOD terminal ini antara lain adalah gagal jantung, sindrom koroner akut, stroke, demensia vaskuler atau pikun, gagal ginjal dan gangguan pengelihatan termasuk kebutaan," kata dr. Amanda Tiksnadi, Sp.S (K).
Laporan yang ada menyebutkan bahwa pengidap komorbid memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi dan menunjukkan gejala yang lebih berat bila terinfeksi Covid-19. Inilah mengapa dikatakan individu dengan penyakit penyerta merupakan kelompok yang rentan terkena virus corona ini.
Selain komplikasi saluran pernafasan, infeksi Covid-19 juga menyebabkan berbagai komplikasi langsung di jantung, otak dan ginjal seperti diantaranya serangan jantung, stroke, gagal ginjal akut. Selain itu, secara umum juga terjadi sindrom pengentalan dan penyumbatan pembuluh darah, infeksi bakteri dan/atau jamur lain, kerusakan otot dan saraf tepi serta proses autoimun yang tentunya memperburuk prognosis. (Lihat videonya: KIan Heboh Video asusila Mirip Gisel dan Jedar di Medsos)
“Oleh karena itu, dapat dipahami seorang penderita hipertensi yang terinfeksi Covid-19 memiliki faktor risiko berlipat ganda untuk mengalami kerusakan organ multiple, yaitu risiko HMOD akibat hipertensi itu sendiri ditambah dengan risiko komplikasi infeksi covid-19 yang menyerang organ target yang sama dengan hipertensi," tandas dr. Amanda. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :