Indonesia Science Expo 2020 Hasilkan Inovasi Terbaik dari Generasi Muda
Minggu, 22 November 2020 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Pada acara Penganuerahan Kompetisi Ilmiah dan Penutupan ISE 2020 (19/11), Kepala Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko berharap acara ini bisa memunculkan kesadaran dan kepedulian terhadap Iptek dan inovasi sebagai upaya meningkatkan daya saing.
![Indonesia Science Expo 2020 Hasilkan Inovasi Terbaik dari Generasi Muda]()
Foto: Dok. ISE 2020
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Menristek, Bambang Brodjonegoro yang berharap anak muda bisa selalu produktif. "Juga menghasilkan riset-riset inovatif untuk Indonesia dan dunia," ujarnya.
Terdapat beberapa bidang yang dibuka dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja ke-39 tahun 2020, yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK), Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT), Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH), dan Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Kelauatan (IPK).
Dalam bidang IPH, Juara ketiga dimenangkan oleh Siti Andriyani dan Nisrinah, asal MAN 2 Kota Malang atas karya Kultur Primer Sel Kanker Kolorektal dari Mencit Model BALB/C Terinduksi Diet Tinggi Lemak dan 7,12-Dimethylbenz(a)nthracene (DMBA) Tahun ke - II : Analisis Flowcytometri.
![Indonesia Science Expo 2020 Hasilkan Inovasi Terbaik dari Generasi Muda]()
Foto: Dok. ISE 2020
Pada posisi kedua bidang IPH ditempati oleh Amira Kumala dan Edenia Evelina, asal SMA IT AlIrsyad AlIslamiyyah Purwokerto atas karyanya berjudul Identifikasi Mikroplastik Pada Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) Di Pasar Manis Purwokerto.
Di posisi puncak bidang IPH ditempati oleh Christian Agung Novianto dan Steven Mathias Holme, asal SMA Regina Pacis Bogor atas karya berjudul Sintesis Komposit Mikropartikel GO-CS (Grafena Oksida-Kitosan) sebagai Adsorben Logam Berat Pb(II), Zn(II), dan Mn(II).
Dalam bidang IPK, Juara ketiga dimenangkan oleh Ramadhita Putra Purnomo dan Nadia Yulia Maya, asal SMA Negeri 1 Kertosono atas karya berjudul MANGROPLAST, Pemanfaatan Daun Mangrove (Lumnitzera littorea (Jack) Voigt) sebagai Plester Penyembuhan Luka.
Pada posisi kedua bidang IPK ditempati oleh Valencio Evanio Sahasika Kusumadyas, asal SMA Negeri 3 Yogyakarta atas karya berjudul Analisis Berkurangnya Kawasan Terbuka Dan Keberadaan Vegetasi Terhadap Perubahan Sebaran Potensi Ketersediaan Air Tanah Dangkal (Air Sumur) Di Pinggiran Kota Yogyakarta (Lokasi Studi : Wilayah Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul).
![Indonesia Science Expo 2020 Hasilkan Inovasi Terbaik dari Generasi Muda]()
Foto: Dok. ISE 2020

Foto: Dok. ISE 2020
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Menristek, Bambang Brodjonegoro yang berharap anak muda bisa selalu produktif. "Juga menghasilkan riset-riset inovatif untuk Indonesia dan dunia," ujarnya.
Terdapat beberapa bidang yang dibuka dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja ke-39 tahun 2020, yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK), Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT), Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH), dan Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Kelauatan (IPK).
Dalam bidang IPH, Juara ketiga dimenangkan oleh Siti Andriyani dan Nisrinah, asal MAN 2 Kota Malang atas karya Kultur Primer Sel Kanker Kolorektal dari Mencit Model BALB/C Terinduksi Diet Tinggi Lemak dan 7,12-Dimethylbenz(a)nthracene (DMBA) Tahun ke - II : Analisis Flowcytometri.

Foto: Dok. ISE 2020
Pada posisi kedua bidang IPH ditempati oleh Amira Kumala dan Edenia Evelina, asal SMA IT AlIrsyad AlIslamiyyah Purwokerto atas karyanya berjudul Identifikasi Mikroplastik Pada Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) Di Pasar Manis Purwokerto.
Di posisi puncak bidang IPH ditempati oleh Christian Agung Novianto dan Steven Mathias Holme, asal SMA Regina Pacis Bogor atas karya berjudul Sintesis Komposit Mikropartikel GO-CS (Grafena Oksida-Kitosan) sebagai Adsorben Logam Berat Pb(II), Zn(II), dan Mn(II).
Dalam bidang IPK, Juara ketiga dimenangkan oleh Ramadhita Putra Purnomo dan Nadia Yulia Maya, asal SMA Negeri 1 Kertosono atas karya berjudul MANGROPLAST, Pemanfaatan Daun Mangrove (Lumnitzera littorea (Jack) Voigt) sebagai Plester Penyembuhan Luka.
Pada posisi kedua bidang IPK ditempati oleh Valencio Evanio Sahasika Kusumadyas, asal SMA Negeri 3 Yogyakarta atas karya berjudul Analisis Berkurangnya Kawasan Terbuka Dan Keberadaan Vegetasi Terhadap Perubahan Sebaran Potensi Ketersediaan Air Tanah Dangkal (Air Sumur) Di Pinggiran Kota Yogyakarta (Lokasi Studi : Wilayah Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul).

Foto: Dok. ISE 2020
Lihat Juga :