Puseh Batuan, Pesona Pura Tertua di Bali
Minggu, 22 November 2020 - 16:21 WIB
loading...
A
A
A
Pada halaman tengah Pura Puseh Anda bisa menyaksikan Bale Agung dan Bale Kulkul. Pada bagian lain terdapat seperangkat gamelan untuk mengiringi saat ada upacara keagamaan. Sementara pada bagian utama pura, yaitu Utama Mandala, terdapat bangunan padmasana, bangunan meru, serta sejumlah pelinggih lain dan benda-benda peninggalan kuno yang ditempatkan pada sebuah bangunan wantilan belakang pura.
I Wayan Arsana selaku kliyan atau tetua di Pura Puseh mengatakan, pura ini merupakan bagian dari Tri Kahyangan dalam sebuah Desa Pakraman di Bali. Konsep Desa Pakraman termasuk juga Pura Tri Kahyangan, dicetuskan dan digagas oleh Mpu Kuturan yang datang ke Pulau Bali pada tahun 1001 Masehi. Tujuannya tak lain adalah mempersatukan sekte-sekte dan kelompok masyarakat yang ada di Bali untuk menyembah Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Brahma, Wisnu, dan Siwa (Tri Murti Tatwa).
"Kalau dilihat dari kedatangan Mpu Kuturan di Bali pada tahun 1001, tentu butuh proses dalam mencetuskan konsep religius seperti pemahaman Tri Murti dan Pura Kahyangan Tiga. Diadakan juga paruman-paruman (pertemuan) yang mempertemukan tokoh kelompok, golongan, dan sekte sehingga pada akhirnya sekte masyarakat Bali menyatu dan manunggal. Tempat pertemuan tersebut sekarang dikenal dengan Pura Samuan Tiga. Lokasinya di Blahbatuh, berdekatan dengan pusat pariwisata Ubud, Gianyar," beber Wayan Arsana.
![Puseh Batuan, Pesona Pura Tertua di Bali]()
Apabila dirunut, Pura Puseh Batuan dibangun 21 tahun setelah kedatangan Mpu Kuturan sehingga menjadi pura tertua. Bisa dibayangkan usia pura ini, sudah ribuan tahun lebih. Karenanya, pantas jika kemudian Pura Puseh begitu diminati sejumlah wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat peninggalan sejarah tersebut.
I Wayan Arsana selaku kliyan atau tetua di Pura Puseh mengatakan, pura ini merupakan bagian dari Tri Kahyangan dalam sebuah Desa Pakraman di Bali. Konsep Desa Pakraman termasuk juga Pura Tri Kahyangan, dicetuskan dan digagas oleh Mpu Kuturan yang datang ke Pulau Bali pada tahun 1001 Masehi. Tujuannya tak lain adalah mempersatukan sekte-sekte dan kelompok masyarakat yang ada di Bali untuk menyembah Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Brahma, Wisnu, dan Siwa (Tri Murti Tatwa).
"Kalau dilihat dari kedatangan Mpu Kuturan di Bali pada tahun 1001, tentu butuh proses dalam mencetuskan konsep religius seperti pemahaman Tri Murti dan Pura Kahyangan Tiga. Diadakan juga paruman-paruman (pertemuan) yang mempertemukan tokoh kelompok, golongan, dan sekte sehingga pada akhirnya sekte masyarakat Bali menyatu dan manunggal. Tempat pertemuan tersebut sekarang dikenal dengan Pura Samuan Tiga. Lokasinya di Blahbatuh, berdekatan dengan pusat pariwisata Ubud, Gianyar," beber Wayan Arsana.

Apabila dirunut, Pura Puseh Batuan dibangun 21 tahun setelah kedatangan Mpu Kuturan sehingga menjadi pura tertua. Bisa dibayangkan usia pura ini, sudah ribuan tahun lebih. Karenanya, pantas jika kemudian Pura Puseh begitu diminati sejumlah wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat peninggalan sejarah tersebut.
Lihat Juga :