Inilah Dampak Buruk Kekerasan Seksual seperti Dialami Korban Indrajid, Pelaku Penculikan di Jambi
Selasa, 24 November 2020 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
“Perempuan, laki-laki bisa jadi korban. Kekerasan seksual tidak pilih-pilih. Pelaku kekerasan anak-anak juga bisa, orang dewasa banyak, pelaku lansia juga ada. Pelaku pun tidak melihat jenis kelamin dan umur,” imbuhnya.
Dr. Gina menambahkan, seseorang akan cenderung menjadi pelaku ketika ada keterampilan sosial yang buruk, perasaan tidak berdaya, harga diri rendah, perasaan terhina, kesendirian, masalah seksual seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi dini, dan masalah keterikatan emosional.
(Baca Juga: Indrajid Mengaku Tiduri 2 Korbannya Puluhan Kali, Kadang Bersamaan Istri )
“Apa dampak kekerasan seksual? Sederhananya bisa dilihat dari 3 aspek, yaitu fisik, psikiatrik, dan sosial. Dampak fisik ada kesehatan fisik yang lebih buruk seperti penyakit kronis, kronis, lebih sering mengunjungi dokter, disabilitas pekerjaan, dan berisiko besar terkena HIV,” ungkap dr. Gina.
Sementara dampak psikiatriknya bisa gangguan jiwa, depresi, tekanan psikologis, dorongan bunuh diri, dan perilaku menyakiti diri. Lalu dampak sosial seperti sulit percaya pada orang lain, isolasi diri, serta ketakutan membina hubungan dengan pasangan.
Dr. Gina menambahkan, seseorang akan cenderung menjadi pelaku ketika ada keterampilan sosial yang buruk, perasaan tidak berdaya, harga diri rendah, perasaan terhina, kesendirian, masalah seksual seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi dini, dan masalah keterikatan emosional.
(Baca Juga: Indrajid Mengaku Tiduri 2 Korbannya Puluhan Kali, Kadang Bersamaan Istri )
“Apa dampak kekerasan seksual? Sederhananya bisa dilihat dari 3 aspek, yaitu fisik, psikiatrik, dan sosial. Dampak fisik ada kesehatan fisik yang lebih buruk seperti penyakit kronis, kronis, lebih sering mengunjungi dokter, disabilitas pekerjaan, dan berisiko besar terkena HIV,” ungkap dr. Gina.
Sementara dampak psikiatriknya bisa gangguan jiwa, depresi, tekanan psikologis, dorongan bunuh diri, dan perilaku menyakiti diri. Lalu dampak sosial seperti sulit percaya pada orang lain, isolasi diri, serta ketakutan membina hubungan dengan pasangan.
(tsa)
Lihat Juga :