Cara-Cara Agar Anak Terhindar dari Penculikan dan Perkosaan
Selasa, 24 November 2020 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk bisa punya kemampuan melawan, dia memiliki bakat biologis melawan atau nggak. Otak orang setelannya nurut, rebel, dan di tengah-tengah. Ada orang yang nurut saja bisa jadi korban dan juga nggak. Ada kemampun untuk utarakan kemauan kita, membangun hubungan yang nyaman," sarannya.
"Orang yang tidak aman bisa jadi korban. Kalau nurut saja, ada rasa takut ditinggal itu out of the body reflect," lanjutnya.
(Baca Juga: Inilah Dampak Buruk Kekerasan Seksual seperti Dialami Korban Indrajid, Pelaku Penculikan di Jambi )
Lebih lanjut dr. Gina mengungkapkan, respon alami otak seseorang menghadapi ancaman umumnya akan memberikan tiga perintah. Yaitu flight, freeze, dan fight. Itu semua dapat dilatih dan menjadi modal seseorang agar terhindar dari berbagai macam jenis kekerasan seksual.
"Ada yang nggak bisa mikir atau freeze, otaknya kekunci. Ada yang mendapatkan perilaku kekerasan seksual dia flight, loncat. Nggak semua orang bisa flight dan bisa fight. Kenali kita orang seperti apa dan kenali bahaya biar kita bisa merespon. Ini dapat dilatih, insting itu ada. Saya diajari guru saya, kita bukan bereaksi tapi merespon terhadap bahaya," tandasnya.
"Orang yang tidak aman bisa jadi korban. Kalau nurut saja, ada rasa takut ditinggal itu out of the body reflect," lanjutnya.
(Baca Juga: Inilah Dampak Buruk Kekerasan Seksual seperti Dialami Korban Indrajid, Pelaku Penculikan di Jambi )
Lebih lanjut dr. Gina mengungkapkan, respon alami otak seseorang menghadapi ancaman umumnya akan memberikan tiga perintah. Yaitu flight, freeze, dan fight. Itu semua dapat dilatih dan menjadi modal seseorang agar terhindar dari berbagai macam jenis kekerasan seksual.
"Ada yang nggak bisa mikir atau freeze, otaknya kekunci. Ada yang mendapatkan perilaku kekerasan seksual dia flight, loncat. Nggak semua orang bisa flight dan bisa fight. Kenali kita orang seperti apa dan kenali bahaya biar kita bisa merespon. Ini dapat dilatih, insting itu ada. Saya diajari guru saya, kita bukan bereaksi tapi merespon terhadap bahaya," tandasnya.
(tsa)
Lihat Juga :