Keren! Sosok Ini 2 Tahun Hanya Hasilkan Sampah Sebanyak 3 Botol Kecil
Senin, 30 November 2020 - 02:45 WIB
loading...
A
A
A
"Menurut hasil riset saya, dalam sehari bayi memerlukan empat popok. Tandanya akan ada 120 sampah popok sekali pakai dalam satu bulan, dan dalam setahun ada 1.440 sampah popok yang dihasilkan oleh satu bayi dari satu rumah. Coba dikalikan dengan jumlah bayi di seluruh Indonesia. Dan itu baru satu jenis sampah," beber Andhini.
Tak mau merusak bumi dengan sampah , Andhini lantas mencari barang alternatif pengganti popok sekali pakai tadi. Hasil yang ia dapatkan adalah cloth diaper atau popok kain modern yang bisa dicuci dan dipakai berulang kali oleh bayi.
"Jadi memakai popok kain modern adalah langkah pertama keluarga saya untuk mengurangi sampah. Dari situ kami mulai mencari tahu, ada apa sih dengan masalah sampah dan belajar untuk mengurangi sampah secara bertahap dan konsisten," kenang wanita berambut pendek itu.
(Baca Juga: Terharu dan Penuh Perjuangan, Anak Muda Papua Ini Lulus Taruna Akademik Militer )
Berkat konsistensinya mengurangi sampah, maka sejak 2018 keluarga Andhini sudah bisa menghilangkan fungsi tempat sampah di rumah. Sebab sampah organik yang dihasilkan keluarga ini selalu diolah menjadi pupuk. Mereka juga sebisa mungkin menghindari produk dengan kemasan yang tidak ramah lingkungan, sementara untuk produk-produk kemasan yang belum ditemukan opsi yang lebih ramah lingkungan dikumpulkan, dipilah, lalu diserahkan kepada para pelaku daur ulang. Adapun untuk residu yang tak bisa didaur ulang, Andhini simpan di dalam wadah botoh yang selama dua tahun -sejak 2018- hanya menghasilkan tiga botol kecil berisi sampah.
"Jadi sejak 2018 kami bertiga, saya, suami, dan anak, hanya menghasilkan sampah segini," ujar Andhini, seraya memperlihatkan 3 botol kecil berisi sampah tersebut.
Tak mau merusak bumi dengan sampah , Andhini lantas mencari barang alternatif pengganti popok sekali pakai tadi. Hasil yang ia dapatkan adalah cloth diaper atau popok kain modern yang bisa dicuci dan dipakai berulang kali oleh bayi.
"Jadi memakai popok kain modern adalah langkah pertama keluarga saya untuk mengurangi sampah. Dari situ kami mulai mencari tahu, ada apa sih dengan masalah sampah dan belajar untuk mengurangi sampah secara bertahap dan konsisten," kenang wanita berambut pendek itu.
(Baca Juga: Terharu dan Penuh Perjuangan, Anak Muda Papua Ini Lulus Taruna Akademik Militer )
Berkat konsistensinya mengurangi sampah, maka sejak 2018 keluarga Andhini sudah bisa menghilangkan fungsi tempat sampah di rumah. Sebab sampah organik yang dihasilkan keluarga ini selalu diolah menjadi pupuk. Mereka juga sebisa mungkin menghindari produk dengan kemasan yang tidak ramah lingkungan, sementara untuk produk-produk kemasan yang belum ditemukan opsi yang lebih ramah lingkungan dikumpulkan, dipilah, lalu diserahkan kepada para pelaku daur ulang. Adapun untuk residu yang tak bisa didaur ulang, Andhini simpan di dalam wadah botoh yang selama dua tahun -sejak 2018- hanya menghasilkan tiga botol kecil berisi sampah.
"Jadi sejak 2018 kami bertiga, saya, suami, dan anak, hanya menghasilkan sampah segini," ujar Andhini, seraya memperlihatkan 3 botol kecil berisi sampah tersebut.
Lihat Juga :