Keluarga Punya Peran Penting Menangani Diabetes di Masa Pandemi Covid-19
Kamis, 03 Desember 2020 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itulah, Executive Committee Member IDF Western Pacific Region (2009-2011 & 2012-2015) Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FACE,menggarisbawahi pentingnya anggota keluarga memiliki pengetahuan memadai tentang diabetes agar mampu mendukung diabetesi dengan optimal. “Beberapa hal yang dibutuhkan anggota keluarga di antaranya pengetahuan dasar tentang penyakit diabetes, strategi mengubah rutinitas, cara yang subtle untuk mengatasi aspek emosional diabetesi, serta bagaimana membangun kemandirian diabetesi agar tidak tergantung pada orang lain.
Baca juga : Angka Kematian Diabetes di Indonesia Lebih Tinggi dari COVID-19
Selain itu, keluarga perlu memiliki pengetahuan memadai mengenai perawatan dan manajemen diabetes yang tepat. Caregiver harus mampu berada di depan melatih gaya hidup baru pada diabetesi, harus bisa berada di samping sebagai teman dan partner dalam mengubah gaya hidup, serta dari belakang menjadi pendorong motivasi diabetesi untuk patuh dan disiplin. Salah satu contoh adalah saat menyusun pilihan makanan yang sehat dan rencana makan yang ramah diabetes dengan beragam makanan, sehingga membantu memastikan diabetesi mendapatkan jumlah protein, lemak, dan karbohidrat yang tepat, serta terhindar dari kebosanan,” papar Prof. Sidartawan.
Baca juga : Angka Kematian Diabetes di Indonesia Lebih Tinggi dari COVID-19
Selain itu, keluarga perlu memiliki pengetahuan memadai mengenai perawatan dan manajemen diabetes yang tepat. Caregiver harus mampu berada di depan melatih gaya hidup baru pada diabetesi, harus bisa berada di samping sebagai teman dan partner dalam mengubah gaya hidup, serta dari belakang menjadi pendorong motivasi diabetesi untuk patuh dan disiplin. Salah satu contoh adalah saat menyusun pilihan makanan yang sehat dan rencana makan yang ramah diabetes dengan beragam makanan, sehingga membantu memastikan diabetesi mendapatkan jumlah protein, lemak, dan karbohidrat yang tepat, serta terhindar dari kebosanan,” papar Prof. Sidartawan.
(wur)
Lihat Juga :