Cegah Terjadinya Wabah di Tengah Pandemi dengan Imunisasi
Kamis, 03 Desember 2020 - 19:26 WIB
loading...
A
A
A
"Kanker Serviks merupakan penyebab kematian no. 2 perempuan di Indonesia padahal penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi HPV," ungkap Kepala Seksi Imunisasi Lanjutan dan Khusus Kementerian Kesehatan, Dr. Soitawati, M. Epid, dalam keterangan tertulis, Kamis (3/12).
Akan tetapi, pandemi Covid-19 memberikan dampak penurunan signifikan terhadap cakupan imunisasi di Indonesia. Kemenkes melaporkan setidaknya 83,9 persen pelayanan kesehatan terkait imunisasi anak di Indonesia terhenti akibat pandemi. "Selama pandemi Covid-19 ini semua imunisasi harus tetap dilakukan sesuai jadwal imunisasi yang telah dianjurkan, termasuk imunisasi HPV," kata Dr. Soitawati.
"Saat ini, semua fasilitas kesehatan di Indonesia sudah memenuhi protokol kesehatan dengan baik jadi tidak perlu khawatir untuk datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menglekapi imunisasi yang tertunda," lanjutnya.
Menurutnya, imunisasi tidak boleh ditunda karena bisa menimbulkan risiko akan terjadinya wabah baru dalam masa pandemi Covid-19. "Anak perempuan kelas 5 dan kelas 6 SD di kota Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Manado, Karang Anyar dan Sukoharjo bisa datang ke Pukesmas untuk mendapatkan imunisasi HPV selama program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) berlangsung," terangnya.
![Cegah Terjadinya Wabah di Tengah Pandemi dengan Imunisasi]()
Sementara itu, dr. Cindy Rani Wirasti, Sp.OG memaparkan bahwa virus HPV tidak hanya menyebabkan kanker serviks saja tetapi juga berbagai kanker lainnya, seperti kanker penis, kanker anus, dan kanker tenggorokan. "Berdasarkan penelitian, 8 dari 10 orang akan terinfeksi virus HPV, paling tidak satu kali dalam hidupnya," tegasnya.
Akan tetapi, pandemi Covid-19 memberikan dampak penurunan signifikan terhadap cakupan imunisasi di Indonesia. Kemenkes melaporkan setidaknya 83,9 persen pelayanan kesehatan terkait imunisasi anak di Indonesia terhenti akibat pandemi. "Selama pandemi Covid-19 ini semua imunisasi harus tetap dilakukan sesuai jadwal imunisasi yang telah dianjurkan, termasuk imunisasi HPV," kata Dr. Soitawati.
"Saat ini, semua fasilitas kesehatan di Indonesia sudah memenuhi protokol kesehatan dengan baik jadi tidak perlu khawatir untuk datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menglekapi imunisasi yang tertunda," lanjutnya.
Menurutnya, imunisasi tidak boleh ditunda karena bisa menimbulkan risiko akan terjadinya wabah baru dalam masa pandemi Covid-19. "Anak perempuan kelas 5 dan kelas 6 SD di kota Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Manado, Karang Anyar dan Sukoharjo bisa datang ke Pukesmas untuk mendapatkan imunisasi HPV selama program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) berlangsung," terangnya.

Sementara itu, dr. Cindy Rani Wirasti, Sp.OG memaparkan bahwa virus HPV tidak hanya menyebabkan kanker serviks saja tetapi juga berbagai kanker lainnya, seperti kanker penis, kanker anus, dan kanker tenggorokan. "Berdasarkan penelitian, 8 dari 10 orang akan terinfeksi virus HPV, paling tidak satu kali dalam hidupnya," tegasnya.
Lihat Juga :