COVID-19: Gitar Bertanda Tangan Seluruh Personel Megadeth Terjual Rp100 Juta
Kamis, 16 April 2020 - 15:59 WIB
loading...
Personel band Megadeth menandatangi gitar mereka dalam ajang JogjaROCKarta Festival di Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Aksi solidaritas untuk menyikapi dampak pandemi COVID-19 terus bermunculan. Kali ini melibatkan Megadeth, di mana gitar bertanda tangan keempat personel band heavy metal tersebut sukses terjual Rp100 juta melalui lelang.
Pelelangan gitar band senior asal Amerika Serikat itu digelar melalui live streaming di akun Instagram @narasi.tv pada Selasa (14/4). Nanti, hasil lelang ini bakal didonasikan untuk aksi solidaritas melawan COVID-19 melalui laman kitabisa.com/konserdirumahaja.
Dalam acara yang dipandu Mario Pratama dan Narendra Pawaka itu, Andi Ananda Manggabarani yang sejak masa sekolah menengah pertama mengidolakan Megadeth, dinyatakan sebagai pemenang lelang.
“First of all, ini charity. Jadi semua untuk kepentingan umat dan bangsa. Tapi, mungkin setidaknya apa yang kita lakukan memberikan contoh bahwa musik heavy metal bisa menjadi awal suatu kebaikan. Jadi usaha kita sebagai pecinta musik heavy metal dan teman-teman yang terlibat dalam prosesnya juga perlu diapresiasi. Saya hanya kebetulan sebagai perpanjangan tangan niat baik saja dan jujur ini sebagai ganti saya nggak bisa menonton konser waktu di JogjaROCKarta lalu," ungkap Andi melalui keterangan tertulis kepada SINDOmedia, Kamis (16/4).
Andi memang penggemar berat Megadeth sejak duduk di bangku SMP. Melalui live streaming auction di sesi kedua, Andi menyebut sangat menginginkan gitar itu karena dirinya tak bisa menonton konser Megadeth di Yogyakarta pada 2018 lalu.
"Alhamdulillah senang ya. Sesuatu yang personal karena saya memang suka heavy metal dan Megadeth. Ini tidak bisa dinilai dari ukuran nominal, apalagi sekaligus beramal. Semoga tidak mengurangi ketulusan dan pahala saya dalam beramal," ungkap Andi.
Gitar bertanda keempat personel Megadeth yakni Dave Mustaine (vokal & gitar), David Ellefson (bass), Kiki Loureiro (gitar), dan Dirk Verbeuren (drum) itu merupakan koleksi Anas Alimi, promotor JogjaROCKarta Festival, saat mengundang Megadeth dua tahun lalu. Ini gitar kedua yang dilelang oleh Anas setelah lelang gitar pertama dilakukan untuk keperluan donasi korban gempa Palu dan Donggala di tahun 2018.
Pelelangan gitar band senior asal Amerika Serikat itu digelar melalui live streaming di akun Instagram @narasi.tv pada Selasa (14/4). Nanti, hasil lelang ini bakal didonasikan untuk aksi solidaritas melawan COVID-19 melalui laman kitabisa.com/konserdirumahaja.
Dalam acara yang dipandu Mario Pratama dan Narendra Pawaka itu, Andi Ananda Manggabarani yang sejak masa sekolah menengah pertama mengidolakan Megadeth, dinyatakan sebagai pemenang lelang.
“First of all, ini charity. Jadi semua untuk kepentingan umat dan bangsa. Tapi, mungkin setidaknya apa yang kita lakukan memberikan contoh bahwa musik heavy metal bisa menjadi awal suatu kebaikan. Jadi usaha kita sebagai pecinta musik heavy metal dan teman-teman yang terlibat dalam prosesnya juga perlu diapresiasi. Saya hanya kebetulan sebagai perpanjangan tangan niat baik saja dan jujur ini sebagai ganti saya nggak bisa menonton konser waktu di JogjaROCKarta lalu," ungkap Andi melalui keterangan tertulis kepada SINDOmedia, Kamis (16/4).
Andi memang penggemar berat Megadeth sejak duduk di bangku SMP. Melalui live streaming auction di sesi kedua, Andi menyebut sangat menginginkan gitar itu karena dirinya tak bisa menonton konser Megadeth di Yogyakarta pada 2018 lalu.
"Alhamdulillah senang ya. Sesuatu yang personal karena saya memang suka heavy metal dan Megadeth. Ini tidak bisa dinilai dari ukuran nominal, apalagi sekaligus beramal. Semoga tidak mengurangi ketulusan dan pahala saya dalam beramal," ungkap Andi.
Gitar bertanda keempat personel Megadeth yakni Dave Mustaine (vokal & gitar), David Ellefson (bass), Kiki Loureiro (gitar), dan Dirk Verbeuren (drum) itu merupakan koleksi Anas Alimi, promotor JogjaROCKarta Festival, saat mengundang Megadeth dua tahun lalu. Ini gitar kedua yang dilelang oleh Anas setelah lelang gitar pertama dilakukan untuk keperluan donasi korban gempa Palu dan Donggala di tahun 2018.
Lihat Juga :