Studi: Minyak Zaitun Miliki Efek Rasa Kenyang yang Besar

Sabtu, 05 Desember 2020 - 01:11 WIB
loading...
Studi: Minyak Zaitun...
Secara subyektif, para peserta ini juga melaporkan bahwa mereka merasa yoghurt minyak zaitun sangat mengenyangkan. / Foto: Ilustrasi/The Statesman
A A A
JAKARTA - Kelompok kerja di Technische Universität München (TUM) di bawah bimbingan Prof. Peter Schieberle, dan Universitas Wina di bawah bimbingan Prof. Veronika Somoza mempelajari empat jenis lemak dan minyak yang dapat dimakan yakni lemak babi, lemak mentega, minyak lobak dan minyak zaitun .

(Baca juga: Sesungguhnya Allah Mengampuni Segala Jenis Dosa, Yuk Bertobat Sebelum Telat )

Selama periode tiga bulan, para peserta penelitian makan 500 gram yoghurt rendah lemak yang diperkaya dengan satu dari empat lemak atau minyak setiap hari sebagai suplemen untuk diet normal mereka. Prof. Schieberle, Kepala TUM Ketua Kimia Pangan dan Direktur Pusat Penelitian Kimia Pangan Jerman melaporkan, minyak zaitun memiliki efek rasa kenyang terbesar.

Kelompok minyak zaitun menunjukkan konsentrasi yang lebih tinggi dari hormon kenyang serotonin dalam darah mereka. Secara subyektif, para peserta ini juga melaporkan bahwa mereka merasa yoghurt minyak zaitun sangat mengenyangkan. Selama masa studi, tidak ada anggota kelompok ini yang mencatat peningkatan persentase lemak tubuh atau berat badan mereka.

"Penemuan ini mengejutkan kami karena minyak lobak dan minyak zaitun mengandung asam lemak yang serupa," kata Prof. Schieberle dilansir dari Science Daily, belum lama ini.

Para peneliti memutuskan untuk mengalihkan perhatian mereka ke jenis zat yang sama sekali berbeda yakni senyawa aroma dalam minyak zaitun. Pada bagian kedua penelitian, satu kelompok diberi yoghurt dengan ekstrak aroma minyak zaitun dan kelompok kontrol diberi yoghurt tawar.

Hasilnya meyakinkan. Di mana asupan kalori kelompok minyak zaitun tetap sama, tetapi kelompok kontrol mengonsumsi ekstra 176 kilokalori per hari. Kelompok aroma menyesuaikan kebiasaan makan mereka, tetapi peserta kelompok kontrol jelas tidak dapat melakukan hal yang sama. Peneliti juga menemukan dibandingkan dengan kelompok lain, kelompok kontrol memiliki lebih sedikit hormon kenyang serotonin dalam darah mereka.

Berapa lama rasa kenyang berlangsung setelah makan tergantung pada sejumlah faktor, tetapi kadar gula darah sangat signifikan. Semakin cepat jatuh, artinya, semakin cepat sel somatik menyerap glukosa dari darah, semakin cepat orang tersebut akan mulai merasa lapar lagi. Pada bagian selanjutnya dari studi ini, para peneliti menyelidiki zat aroma mana yang ada dalam minyak yang paling efektif dalam menghambat penyerapan glukosa.

Para peneliti menggunakan minyak zaitun dari Spanyol, Yunani, Italia, dan Australia untuk penelitian mereka. Tim peneliti berhasil mengidentifikasi dua zat yang mengurangi penyerapan glukosa dari darah di sel hati, Hexanal dan E2-Hexenal. Mereka juga menemukan bahwa minyak zaitun Italia mengandung dua senyawa aroma dalam jumlah yang lebih besar.

(Baca juga: Hindari Asupan Ini Bisa Kurangi Nyeri saat Menstruasi )

"Penemuan kami menunjukkan bahwa aroma mampu mengatur rasa kenyang. Kami berharap pekerjaan ini akan membuka jalan bagi pengembangan produk makanan rendah lemak yang lebih efektif dan tetap mengenyangkan," tutup Prof. Schieberle.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lab Indonesia 2026 Perkuat...
Lab Indonesia 2026 Perkuat Ekosistem Riset dan Industri Berbasis Teknologi
Penelitian: Ubah Pola...
Penelitian: Ubah Pola Makan ke Diet Mediterania Bisa Tambah Umur Bertahun-Tahun
Orang dengan Genetik...
Orang dengan Genetik Ini Tidak Miliki Bau Badan
Studi Ungkap Laki-Laki...
Studi Ungkap Laki-Laki dengan Buah Zakar Kecil Lebih Sayang Anak
FKUI Ungkap Fakta Terbaru...
FKUI Ungkap Fakta Terbaru Penyakit Celiac di Indonesia, Prevalensi hingga Pasien yang Berisiko Tinggi
Peneliti Temukan Tanaman...
Peneliti Temukan Tanaman Endemik Madura Kamandin Saebo Berkhasiat Obati Sakit Gigi hingga Hipertensi
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
Rekomendasi
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Berita Terkini
Tren Perawatan Kulit...
Tren Perawatan Kulit Regeneratif Makin Diminati, Teknologi DNA Ikan Trout Jadi Sorotan
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian
Menjelang 75 Tahun,...
Menjelang 75 Tahun, Kak Seto Beberkan 7 Kunci Hidup Sehat dan Bahagia untuk Lansia
Berangkat dari Kisah...
Berangkat dari Kisah Viral, Cerita Lila Menjelma Jadi Horor Layar Lebar
Hadir di Jakarta Fair...
Hadir di Jakarta Fair 2026, KARA Rayakan Kekayaan Rasa Kelapa Lintas Generasi
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved