7 Hal Kepemimpinan Ini Bisa Dipelajari Dari Wanita

Senin, 07 Desember 2020 - 21:05 WIB
loading...
A A A
Tapi justru hal ini baik, sebab membuat perempuan memahami bagaimana orang lain melihat dirinya. sehingga mereka bisa mengukur dimana mereka ingin berada dengan posisi mereka saat ini sesungguhnya.

Orang yang melihat diri mereka lebih kritis justru lebih baik dalam mempersiapkan diri. Dan ini adalah cara yang baik untuk meningkatkan kemampuan dan performa kamu. (Baca Juga: Dua Tipe Passion: Harmonis dan Obsesif, Kamu yang Mana? )

3. MOTIIVASI LEWAT TRANSFORMASI

Studi akademis menunjukkan bahwa wanita cenderung memimpin melaluiinspirasi, mengubah sikap dan keyakinan orang, dan memotivasiorang dengan makna dan tujuan daripada apa yang bisa dilakukan pria.

Kepemimpinan transformasional erat hubungannya dengan kekompakan tim, performa, dan produktivitas.

Ini adalah langkah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan.

Kepemimpinan transformasional sendiri adalah gaya kepemimpinan yang mengidentifikasi perubahan yang diperlukan dan melaksanakan rencana yang diperlukan agar perubahan itu terjadi.
Pria menghabiskan lebih banyak waktu untuk memenangkan hati orang lain, tapi jika memimpin dengan EQ (kecerdasan emosional) dan IQ (kecerdasan intelektual) mereka akan menjadi pemimpin yang lebih baik.
4. DAHULUKAN KEPENTINGAN ORANG LAIN

7 Hal Kepemimpinan Ini Bisa Dipelajari Dari Wanita

Foto: Getty Images

Akan sulit membuat tim kamu kompak kalau kamu hanya memikirkan diri sendiri. Nah, masalahnya pria umumnya lebih berfokus pada dirinya sendiri daripada perempuan.

Akibatnya, pria akan lebih mungkin memimpin dengan sikap yang narsis dan egois. Kalau pria ingin meningkatkankinerja mereka, mereka harusnya mengadopsi gaya kepemimpinan yang tidak hanya mementingkan diri sendiri. (Baca Juga: Dirgantara Indonesia, Berawal Dari Patungan Beli Pesawat )

5. JANGAN MEMERINTAHCOBALAH BEREMPATI

Ada anggapan karena wanita bersikap terlalu baik dan peduli, mereka tidak cocok menjadi pemimpin.

Sebaliknya, seseorang yang kurang perhatian dan bersikap buruk, itulah yang lebih cocok menjadi pemimpin.

Padahal, gaya kepemimpinan yang dituntut sekarang adalah justru memiliki hubungan emosional dengan bawahannya.

Memang, kecerdasan buatan (AI) akan mengambil alih elemen teknis dan hard skill dari seorang pemipin. Tapi AI tidak memiliki rasa empati dan apresiasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Prabowo Dukung TNI-Polri...
Prabowo Dukung TNI-Polri Ciptakan Kepemimpinan yang Kuat, Bijaksana, dan Adaptif
Rekomendasi
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
Berita Terkini
Kabar Bahagia, Amanda...
Kabar Bahagia, Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama
Kris Tomahu, Gery &...
Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
Anneth Delliecia Antusias...
Anneth Delliecia Antusias Meriahkan Konser Tehillim - The Heart of Worship
Konser Tehillim 2026:...
Konser Tehillim 2026: Angel Pieters Ungkap Pesan Mendalam di Balik Lagu Liliana Tanoesoedibjo
Jangan Cuma Top-Up,...
Jangan Cuma Top-Up, Yuk Kelola Saldo ShopeePay Kamu dengan 4 Langkah Ini!
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Terima Penghargaan MURI Kartini atas Konser Tehillim - The Heart of Worship
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved