Mengenal Kardiomegali, Pembengkakan Jantung yang Dialami Melisha Sidabutar

loading...
Mengenal Kardiomegali, Pembengkakan Jantung yang Dialami Melisha Sidabutar
Melisha Sidabutar. Foto/IG @melishapricilla
JAKARTA - Kabar duka datang dari keluarga besar Indonesian Idol . Peserta audisi Indonesian Idol Special Season, Melisha Sidabutar , meninggal dunia pada Selasa (8/12) di Bekasi karena kardiomegali atau pembengkakan jantung. Kabar duka ini pertama kali dibagikan oleh Ellysia Belinda melalui Instagram Story @ellysiabelinda.

"Melisha dipanggil Tuhan, jujur sedih banget. Ini keluarga belum bisa terima. Kita doakan ketabahan dan penyertaan Tuhan menyertai keluarga Sidabutar. Amin," tulis Ellysia, Selasa (8/12) malam.

(Baca Juga: Mengenang Perjalanan Melisha Sidabutar Ikuti Indonesian Idol Spesial Seasons )

"Iya guys, gue percaya doa-doa kalian menguatkan mereka juga! Keluarganya, mama papanya, Melitha, kokonya, diberi ketabahan dan kekuatan," tambahnya.

Sementara itu, Indonesian Idol melalui akun Instagram resminya turut menyampaikan belasungkawa pada unggahannya. "Beautiful soul is never forgotten. Keluarga besar Indonesian Idol turut berduka cita atas berpulangnya Melisha Sidabutar. Kontestan Top 35 #IdolSpecialSeason Rest in Peace @melishapricilla," tulis perwakilan Indonesian Idol melalui akun @indonesianidolid, Rabu (9/12) dinihari WIB.



Melisha berhasil melangkah hingga ke babak eliminasi final atau Top 35 Indonesian Idol. Sayang, perjalanannya tidak dapat berlanjut ke babak 24 besar.

Dilansir dari Mayoclinic, Rabu (9/12), kardiomegali bukanlah penyakit, melainkan pertanda kondisi lain. Istilah kardiomegali mengacu pada pembesaran jantung yang terlihat pada tes pencitraan apapun, termasuk rontgen dada. Tes lain kemudian diperlukan untuk mendiagnosis kondisi yang menyebabkan jantung membesar.

Jantung yang membesar disebabkan oleh stres jangka pendek pada tubuh seperti kehamilan, atau kondisi medis seperti melemahnya otot jantung, penyakit arteri koroner, masalah katup jantung, atau irama jantung yang tidak normal.

Kondisi tertentu dapat menyebabkan otot jantung menjadi lebih tebal atau menyebabkan salah satu bilik jantung membesar, membuat jantung lebih besar. Tergantung pada kondisinya, jantung yang membengkak bersifat sementara atau permanen.

Jantung yang membengkak dapat diobati dengan memperbaiki penyebabnya. Perawatan untuk jantung yang membesar dapat mencakup obat-obatan, prosedur medis, atau operasi. Pada beberapa orang, jantung yang membengkak tidak menimbulkan tanda atau gejala.



Namun, orang lain mungkin memiliki tanda dan gejala seperti sesak napas, irama jantung yang tidak normal (aritmia), dan pembengkakan (edema). Jantung yang membengkak lebih mudah diobati jika terdeteksi sejak dini, jadi bicarakan dengan dokter jika mengkhawatirkan jantung.

Cari perawatan medis darurat jika Anda memiliki salah satu dari gejala nyeri dada, ketidaknyamanan di area lain di tubuh bagian atas, termasuk satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang, atau perut, sesak napas yang parah dan pingsan, yang berarti Anda mengalami serangan jantung.

(Baca Juga: Indonesian Idol Turut Berduka atas Berpulangnya Melisha Sidabutar)

Seseorang berisiko lebih tinggi mengembangkan jantung yang membengkak jika memiliki salah satu faktor risiko seperti tekanan darah tinggi. Memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri. Riwayat keluarga dengan pembesaran jantung atau kardiomiopati. Jika anggota keluarga dekat, seperti orang tua atau saudara kandung, memiliki hati yang membesar, Anda mungkin lebih rentan.

Penyakit jantung bawaan. Jika Anda dilahirkan dengan kondisi yang memengaruhi struktur jantung, Anda mungkin berisiko lebih tinggi. Penyakit katup jantung. Jantung memiliki empat katup, aorta, mitral, paru, dan trikuspid yang membuka dan menutup untuk mengarahkan aliran darah melalui jantung. Kondisi yang merusak katup bisa menyebabkan jantung membesar.
(tsa)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top