Apa Peran Filsafat Dalam Era 4.0, Perlukah Mempelajarinya?

Kamis, 10 Desember 2020 - 14:29 WIB
loading...
Apa Peran Filsafat Dalam...
Filsafat merupakan studi tentang fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis. Foto/ Shutterstock
A A A
JAKARTA - Teori evolusi berhasil menjelaskan bagaimana sifat diwariskan dan memberikan mekanisme bagaimana populasi organisme berubah dari waktu ke waktu.

Tetapi teori tersebut belum mampu menjelaskan asal mula kehidupan.

Sebab, sehebat dan semutakhir apapun ilmu pengetahuan, masih ada banyak pertanyaan di dunia yang belum berhasil dijawab.

Dibutuhkan manusia-manusia yang mampu berpikir secara filosofis guna menjawabpertanyaan yang ilmu pengetahuan belum atautidak mampu menjawabnya.

Budiman Sudjatmiko, aktivis 1998 sekaligus founder Innovation 4.0, menyampaikan kuliah umum mengenai pentingnya filsafat di era 4.0, pada hari Senin (7/12).

(Baca Juga: Penggemar Kim Seon-ho Belum Move On, Tulis Pernyataan Merendahkan Nam Joo-hyuk )

Menurutnya, keberadaan filsafat tidak serta-merta dapat digantikan oleh perkembangan ilmu pengetahuan.

Karena perkembangan ilmu pengetahuan sendiri sejatinya dimulai dari pikiran-pikiran yang filosofis.

“Ribuan tahun manusia punya pertanyaan eksistensial, ilmu pengetahuan hadir melalui eksperimen dan observasi saintifik untuk menjawabnya.” kata Budiman dalam kuliah umum virtual yang diadakan Philofest ID.

Apa Peran Filsafat Dalam Era 4.0, Perlukah Mempelajarinya?

Foto: Instagram Philofestid

Menurut Budiman, negara-negara yang kini memimpin perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti Perancis, Jerman, dan Inggris adalah negara-negara yang berhasil memadukan ilmu filsafat dan ilmu pengetahuan dasar seperti fisika, kimia, biologi, dan matematika.

Mereka menjadi negara maju dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi karena yang mereka kembangkan dan pikirkan bukan hanya masalah aplikasi dari ilmu pengetahuan semata.

Melainkan juga dari dasar dan asal-usul segala hal terjadi.

(Baca Juga: Inilah Film dan Serial Netflix Favorit Penonton Indonesia pada 2020 )

Hal ini berbeda dengan konsep mengenai ilmu pengetahuan yang dikembangkan di negara-negara yang hebat dalam hal manufaktur seperti Cina dan Jepang.

“Kalau kita fokus ke hal-hal yang aplikatif saja, mesin sekarang berbeda loh dengan mesin dulu.

Kalau mesin dulu misalnya mesin uap, makin lama makin usang, nanti juga rusak. Kalau mesin sekarang, kita punya teknologi machine learning, mesin yang belajar. Semakin lama, dia semakin pintar, bukannya usang,” sambung Budiman.

Apa Peran Filsafat Dalam Era 4.0, Perlukah Mempelajarinya?

Foto: Getty Images

Oleh sebab itu, menurutnya, keberadaan ilmu filsafat yang mempelajari tentang pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya menjadi sangat penting.

Karena, segala kemampuan manusia bisa jadi suatu waktu nanti bisa dilakukan oleh mesin.

Proses otomatisasi tidak lagi hanya terjadi di dunia industri, tapi bisa merambah ke kehidupan sehari-hari.

“Prediksi para ahli, katanya 2045 nanti Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) bisa melampaui kecerdasan manusia. Terus kita bisa apa?. Kita bisa mempertahankan kemampuan kita yang mungkin akan sulit dimiliki oleh mesin-mesin ini," jelasnya.

Yang dimaksud dengan kemampuan disini yaitu kemampuan untuk menjadi filosofis dalam banyak hal.

Seperti kemampuan untuk mencintai, mencari kebenaran dari sains murni, dan spiritualitas.

Terlepas apakahdi kemudian hari akan ada atau justru tidak ada mesin yang diciptakan dengan kemampuan itu, yang jelas kita akan tetap lebih unggul dari teknologi manapun dengan tetap berpegang padakemampuan tersebut.

Kemampuan untuk mencintai, mencari kebenaran dari sains murni, dan spiritualitas ini, diterjemahkan Budiman menjaditiga kemampuan dasar.

Yaitu cinta, cita, dan cipta. Menurutnya, manusia dapat diklasifikan ke dalam beberapa jenis dengantiga kemampuan dasar ini.

Nah, kebayang enggak seberapa pentingnya keberadaan ilmu filsafat di masa sekarang ini?.

Apa Peran Filsafat Dalam Era 4.0, Perlukah Mempelajarinya?

Foto: Pexels

Kalau masih belum terbayang, apakah kamu pernah mencari tahu mengapa gelar tertinggi di dalam pendidikan disebut PhD yang merupakan akronim dari Philosophiae Doctor?

(Baca Juga: Trailer Riverdale Season 5 Dirilis, Ada Adegan Prom dan Investigasi Pembunuhan )

Hal ini ditujukan untuk mengingatkan dunia, walau sepintar-pintarnya seseorang di suatu bidang, untuk mencapai gelar tertinggi di dalam pendidikannya, ia haruslah mempelajari filsafat sebagai pondisi ilmunya.

Kuliah umum ini merupakan rangkaian dari Philofest ID yang merupakan festival filsafat terbesar di Indonesia.

Philofest ID diselenggarakan sejak 7 hingga 13 Desember 2020.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini kamu bisa mengaksesnya di Instagram Instagram.com/philofestid . Jangan sampai ketinggalan, ya.

Iffah Sulistyawati Hartana
Kontributor GenSINDO
Institut Teknologi Bandung
Instagram: @iffahshrtn
(nov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Rekomendasi
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
Berita Terkini
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
Penyanyi Oliver Tree...
Penyanyi Oliver Tree Dikabarkan Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Brasil
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
Barongsai PRJ 2026 Sedot...
Barongsai PRJ 2026 Sedot Perhatian Pengunjung, Anak-Anak Antusias Beri Angpao
Hari Keempat PRJ 2026...
Hari Keempat PRJ 2026 Padat Pengunjung, Area Kuliner Paling Ramai
Rumah Anisa Rahma 80...
Rumah Anisa Rahma 80 Persen Terbakar, Ruang Berisi 3.500 Al-Quran Tetap Utuh
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved