Berbagai Konflik Dibalik Konser Akhir Tahun Big Hit Labels

Jum'at, 11 Desember 2020 - 22:09 WIB
loading...
Berbagai Konflik Dibalik...
Konser akhir tahun Big Hit Labes tuai konflik dari harga tiket mahal hingga dituding hanya promosi perusahaan. Foto/Soompi
A A A
SEOUL - Siapa yang tidak kenal dengan Big Hit Entertainment ?

Awalnya sebuah perusahaan kecil yang lima belas tahun lalu dibangun oleh produser Bang Si-Hyuk.

Kini agensi tersebut sukses mencetakboy group kelas dunia, BTS.

Kepopuleran BTS yang semakin mendunia setelah berhasil menduduki 100 Billboard Music tentu membuat nama Big Hit Entertainment semakin terkenal.

Berbagai Konflik Dibalik Konser Akhir Tahun Big Hit Labels

Foto: Youtube

Pada malam tahun baru nanti, tepatnya tanggal 31 Desember pukul 21.30, Big Hit Entertainment akan menggelar pertunjukan Label pertamanya.

Rencananya pertunjukkan itu akan ditayangkan melalu platform fandom Weverse.

Konser ini juga mengundang lima grup idol K-Pop lainnya.

(Baca Juga: Jadwal Harian Orang-Orang Hebat, Ada Yang Minum 50 Cangkir Kopi Setiap Hari )

Seperti Lee Hyun, Bumzu, Steve Aoki, Lauv, dan Halsey. Konser peringatan 15 tahun Big Hit Entertainment ini akan mengangkat tema “We’re Connected” dengan serangkaian pertunjukan.

Termasuk hitung mundur tahun baru, dan pertemuan penggemar virtual di studio sebagai bagian dari “Connect Stage”.

Selain juga menampilkan Tomorrow X Together, Enhypen, GFriend dan NU’EST.

Berbagai Konflik Dibalik Konser Akhir Tahun Big Hit Labels

Foto: Allkpop Konser ini juga mancangkup hal-hal menarik dari Big Hit Entertainment yang perlu kamu ketahui:

1. MEMANTAPKAN IDENTITAS BIG HIT

Menurut kritikus budaya pop Kim Heon Sik, konser yang diadakansebuah agensi musik hanya dengan menampilkan artis

perusahaan agensi tersebut tidaklah ada yang istimewa.

Namun konser ini lebih seperti penampilan debut bagi Big Hit Entertainment.

Sebagai Big Hit Labels nama untuk agensi musik terafiliasi Source Music, Belift Lab, dan Pledis Entertainment.

Dengan adanya konser ini diharapkan Big Hit sebagai peningkatan merek dan fandom.

“S.M.Entertainmentmisalnya, telah mengadakan konser label baik di dalam maupun luar negeri untuk memperkenalkan artis pendatang baru dan juga memperkuat identitas merek dari agensi itu sendiri, "kata Kim Heon Sik.

Berbagai Konflik Dibalik Konser Akhir Tahun Big Hit Labels

Foto: Koreaboo

2.ARTIS YANG DIKENAL HANYA BTS

Seperti yang kebanyakan orang ketahui bahwa BTS adalah boy group besutan Big Hit, tapi tidak banyak yang tahu artis lain terbitannya.

Menurut kritikus budaya Ha Jae-geun, mempublikasikan perusahaan adalah tugas paling mendesak untuk Big Hit untuk saat ini.

Sementara Big Hit sekarang memiliki fandomnya sendiri, tapi di sisi lain masyarakat umum tidak mengetahui sebagian besar artisnya selain BTS, dan ini menimbulkan risiko bagi manajemen perusahaan.


3. NILAI PERUSAHAAN YANG TURUN


Big Hit terus-menerus menghadapi keraguan tentang nilai perusahaan, terutama dengan pencatatannya di indeks pasar saham terbesar nasional pada 15 Oktober.

Dalam tiga tahun terakhir, BTS sendiri menghasilkan sekitar 90 persen dari total pendapatan perusahaan.

Meski angka itu turun menjadi sekitar 70 persen tahun ini.

setelah Big Hit mengakuisisi agensi boy band Seventeen, Pledis, upayanya belum mengubah persepsi publik.


4. PERSETERUAN DENGAN MBC


Pada akhir tahun 2019 silam, BTS diundang untuk menjadi pengisi acara pada perhelatan Gayo Daejejeon yang diadakan stasiun televisi MBC.

Sayangnya BTS tidak dapat memenuhi undangan tersebut karena sedangmemiliki jadwal di luar negeri.

Ketidakhadiran BTS ini akhirnya menimbulkan konflik berkepanjangan hingga MBC dituduh memboikot GFriend dan TXT.

Namun kedua belah pihak membantah spekulasi ini.

Beberapa media lokal menganggap konser Big Hit ini adalah bagian perseteruannya dengan MBC.

Namun kritikus Kim Heon Sik berpandangan lain.

“Industri musik Korea Selatan terlalu bergantung pada televisi. Sulit bagi musisi untuk mengembangkan diri jika mereka tidak memiliki panggung independen dan hanya mengandalkan acara televisi," kata Heon-sik.

(Baca Juga: Nam Joo-Hyuk Suka Karakter Yang Menantang, Sosok Pekerja Keras )

Hal Ini, sambungnya, akan memperlambat perkembangan industri musik itu sendiri.

Selain itu, terutama dalam kasus K-pop, industri ini sebagian besar didorong oleh fandom di luar negeri.

"Jadi meskipun ada perselisihan antara kedua firma tersebut, adalah bijaksana bagi Big Hit untuk fokus pada bisnis independennya dan menjauhkan diri dari acara televisi, sambil menjaga hubungan kerja sama dengan mereka jika memungkinkan, ” ungkapnya.

Berbagai Konflik Dibalik Konser Akhir Tahun Big Hit Labels

Foto: Soompi


5. RESPON DINGIN FANS LOKAL

Para penggemar lokal BTS memboikot konser ini karena menganggap Big Hit menggunakan artis dan penggemarnya untuk bisnis.

“Para artis Big Hit Labels hanyalah anggota dari sublabel yang telah digabungkan bersama oleh Big Hit untuk memperbesar perusahaannya.

Musisi dan penggemar tidak merasa memiliki perusahaan yang sama, dan konser yang dilakukan dalam situasi seperti itu hanya dapat dianggap sebagai permainan promosi untuk perusahaan,” demikian bunyi pernyataan yang diungkapkan penggemar.

Tidak hanya itu, harga tiket konser yang cukup mahal juga mendapat kecaman.

Menurut Kritikus Kim, Big Hit menghadapi tekanan untuk mengembangkan dirinya, terutama dengan hasil debut saham yang mengecewakan.

Mengadakan acara mewah dan memecahkan masalah adalah pilihan termudah untuk dibuat sekarang.

Itulah beberapa hal menarik dibalik konser pertama Big Hit Entertainment yang akan diadakan akhir tahun ini.

Berbagai Konflik Dibalik Konser Akhir Tahun Big Hit Labels

Foto: Koreaboo

Sebagai penutup begini ungkapan Kim Heok Sik, “sementara label telah mempromosikan dirinya sebagai label yang berorientasi pada nilai, celah dalam reputasi itu mungkin merupakan akhir dari semuanya," kata Heok-sik.

Dengan ukurannya yang semakin besar, kuncinya terletak pada pengelolaan krisis.

"Mengadakan konser dan menambahkan artis baru ke dalam daftar bukanlah segalanya. Bagaimana Big Hit mengelola konser mendatang akan menunjukkan nilainya," pungkas Heok-sik.

Vica Nurul Aini
Kontributor GenSINDO

Politeknik Negeri Jakarta
Instagram: @Vicaaan
(nov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pramono Harap BTS Konser...
Pramono Harap BTS Konser di JIS pada Desember 2026
Sorak Sorai Fest 2025,...
Sorak Sorai Fest 2025, Perayaan Musik Akhir Tahun Meriah Bersama MNC Life
Lompatan 30 Tahun: Dari...
Lompatan 30 Tahun: Dari BTS Pertama ke Hyper 5G, Batam Jadi Jantung Digital Baru Indonesia
Rekomendasi
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Berita Terkini
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Tren Perawatan Kulit...
Tren Perawatan Kulit Regeneratif Makin Diminati, Teknologi DNA Ikan Trout Jadi Sorotan
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian
Menjelang 75 Tahun,...
Menjelang 75 Tahun, Kak Seto Beberkan 7 Kunci Hidup Sehat dan Bahagia untuk Lansia
Berangkat dari Kisah...
Berangkat dari Kisah Viral, Cerita Lila Menjelma Jadi Horor Layar Lebar
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved