5 Fakta Penting tentang Olahraga Ekstrem
Sabtu, 12 Desember 2020 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Pusat Informasi Bioteknologi Nasional Amerika Serikat,(NCBI), olahraga kontak seperti sepak bola Amerika, rugby, dan tinju punya hubungan sebab akibat dengan cedera otak dan gangguan kognitif seperti demensia. (Baca Juga: 10 Keterampilan Bertahan Hidup yang Mesti Anak Muda Kuasai )
3. PENELITIAN EFEK 20 MENIT SCUBA DIVING DAN FUNGSI KOGNISI OTAK
![5 Fakta Penting tentang Olahraga Ekstrem]()
Foto:Dok. Madhina Nur Muthia
Sebanyak 12 penyelam scuba profesional dengan usia rata-rata 23 tahun, berat badan sekitar 80 kg dan tinggi badan 179 cm berpartisipasi dalam penelitian yang dilakukan Pusat Informasi Bioteknologi Nasional Amerika Serikat. Fungsi kognitif mereka diukur 60 menit sebelum dan 20 menit setelah menyelam. Kemudian data dievaluasi menggunakan perangkat lunak PASAT.
Parameter yang diukur meliputi kesehatan mental umum, perhatian berkelanjutan, kecepatan respons rata-rata, dan kelelahan mental diukur. Selain itu, untuk menentukan aktivitas sistem stres, kortisol saliva mereka dikumpulkan sebelum dan sesudah menyelam.
Hasil penelitian mengungkapkan kesehatan mental umum penyelam scuba tidak mengalami perubahan signifikan setelah menyelam. Kecepatan respons rata-rata dan perhatian berkelanjutan mereka mengalami penurunan signifikan setelah menyelam. Kelelahan mental meningkat ditandai dengan bertambahnya kadar kortisol saliva setelah menyelam.
4. DURASI DAN TEKNIK OLAHRAGA YANG EKSTREM
3. PENELITIAN EFEK 20 MENIT SCUBA DIVING DAN FUNGSI KOGNISI OTAK

Foto:Dok. Madhina Nur Muthia
Sebanyak 12 penyelam scuba profesional dengan usia rata-rata 23 tahun, berat badan sekitar 80 kg dan tinggi badan 179 cm berpartisipasi dalam penelitian yang dilakukan Pusat Informasi Bioteknologi Nasional Amerika Serikat. Fungsi kognitif mereka diukur 60 menit sebelum dan 20 menit setelah menyelam. Kemudian data dievaluasi menggunakan perangkat lunak PASAT.
Parameter yang diukur meliputi kesehatan mental umum, perhatian berkelanjutan, kecepatan respons rata-rata, dan kelelahan mental diukur. Selain itu, untuk menentukan aktivitas sistem stres, kortisol saliva mereka dikumpulkan sebelum dan sesudah menyelam.
Hasil penelitian mengungkapkan kesehatan mental umum penyelam scuba tidak mengalami perubahan signifikan setelah menyelam. Kecepatan respons rata-rata dan perhatian berkelanjutan mereka mengalami penurunan signifikan setelah menyelam. Kelelahan mental meningkat ditandai dengan bertambahnya kadar kortisol saliva setelah menyelam.
4. DURASI DAN TEKNIK OLAHRAGA YANG EKSTREM
Lihat Juga :