5 Fakta Penting tentang Olahraga Ekstrem
Sabtu, 12 Desember 2020 - 15:00 WIB
loading...
Panjat tebing jadi salah satu jenis olahraga ekstrem yang banyak diminati. Foto/Shutterstock
A
A
A
JAKARTA - Olahraga ekstrem banyak disebut, tapi belum banyak yang benar-benar paham tentang olahraga yang tak biasa ini.
Ada banyak fakta menarik, misalnya tentang ukuran olahraga ekstrem. Berikut di antaranya.
1. OLAHRAGA ESKTREM DIUKUR DARI TINGKAT KEMATIANNYA
![5 Fakta Penting tentang Olahraga Ekstrem]()
Foto: True Adventure
Olahraga biasanya dihubungkan dengan berbagai manfaat kesehatan , tetapi olahraga ekstrem dikategorikan dari tingginya tingkat kematian. Olahraga ekstrem punya risiko cedera yang jauh lebih tinggi daripada olahraga tradisional.
2. OLAHRAGA EKSTREM BERHUBUNGAN DENGAN KERUSAKAN OTAK
![5 Fakta Penting tentang Olahraga Ekstrem]()
Foto: NCBI
Menurut Pusat Informasi Bioteknologi Nasional Amerika Serikat,(NCBI), olahraga kontak seperti sepak bola Amerika, rugby, dan tinju punya hubungan sebab akibat dengan cedera otak dan gangguan kognitif seperti demensia. (Baca Juga: 10 Keterampilan Bertahan Hidup yang Mesti Anak Muda Kuasai )
3. PENELITIAN EFEK 20 MENIT SCUBA DIVING DAN FUNGSI KOGNISI OTAK
![5 Fakta Penting tentang Olahraga Ekstrem]()
Foto:Dok. Madhina Nur Muthia
Sebanyak 12 penyelam scuba profesional dengan usia rata-rata 23 tahun, berat badan sekitar 80 kg dan tinggi badan 179 cm berpartisipasi dalam penelitian yang dilakukan Pusat Informasi Bioteknologi Nasional Amerika Serikat. Fungsi kognitif mereka diukur 60 menit sebelum dan 20 menit setelah menyelam. Kemudian data dievaluasi menggunakan perangkat lunak PASAT.
Parameter yang diukur meliputi kesehatan mental umum, perhatian berkelanjutan, kecepatan respons rata-rata, dan kelelahan mental diukur. Selain itu, untuk menentukan aktivitas sistem stres, kortisol saliva mereka dikumpulkan sebelum dan sesudah menyelam.
Hasil penelitian mengungkapkan kesehatan mental umum penyelam scuba tidak mengalami perubahan signifikan setelah menyelam. Kecepatan respons rata-rata dan perhatian berkelanjutan mereka mengalami penurunan signifikan setelah menyelam. Kelelahan mental meningkat ditandai dengan bertambahnya kadar kortisol saliva setelah menyelam.
4. DURASI DAN TEKNIK OLAHRAGA YANG EKSTREM
![5 Fakta Penting tentang Olahraga Ekstrem]()
Foto: Shutterstock
Durasi dan teknik berolahraga bisa dikategorikan ekstrem. Menurut Ricardo Costa, salah seorang dokter dari Universitas Monash Australia, sebuah latihan fisik dikatakan ekstrem apabila dilakukan lebih dari 4 jam per hari. (Baca Juga: Jadwal Harian Orang-Orang Hebat, Ada Yang Minum 50 Cangkir Kopi Setiap Hari )
5. OLAHRAGA EKSTREM BISA SEBABKAN PERADANGAN DARAH
![5 Fakta Penting tentang Olahraga Ekstrem]()
Foto: Shutterstock
Dalam studinya, Ricardo Costa mengatakan olahraga dalam jangka waktu lama menyebabkan dinding usus mengalami perubahan. Terdapat bakteri alami yang dikenal sebagai endotoksin dalam usus yang bocor ke dalam aliran darah. Kebocoran itu dapat memicu peradangan di seluruh tubuh.
GenSINDO
Anggita Hutami Ratnaningsih
Politeknik Negeri Jakarta
Ada banyak fakta menarik, misalnya tentang ukuran olahraga ekstrem. Berikut di antaranya.
1. OLAHRAGA ESKTREM DIUKUR DARI TINGKAT KEMATIANNYA

Foto: True Adventure
Olahraga biasanya dihubungkan dengan berbagai manfaat kesehatan , tetapi olahraga ekstrem dikategorikan dari tingginya tingkat kematian. Olahraga ekstrem punya risiko cedera yang jauh lebih tinggi daripada olahraga tradisional.
2. OLAHRAGA EKSTREM BERHUBUNGAN DENGAN KERUSAKAN OTAK

Foto: NCBI
Menurut Pusat Informasi Bioteknologi Nasional Amerika Serikat,(NCBI), olahraga kontak seperti sepak bola Amerika, rugby, dan tinju punya hubungan sebab akibat dengan cedera otak dan gangguan kognitif seperti demensia. (Baca Juga: 10 Keterampilan Bertahan Hidup yang Mesti Anak Muda Kuasai )
3. PENELITIAN EFEK 20 MENIT SCUBA DIVING DAN FUNGSI KOGNISI OTAK

Foto:Dok. Madhina Nur Muthia
Sebanyak 12 penyelam scuba profesional dengan usia rata-rata 23 tahun, berat badan sekitar 80 kg dan tinggi badan 179 cm berpartisipasi dalam penelitian yang dilakukan Pusat Informasi Bioteknologi Nasional Amerika Serikat. Fungsi kognitif mereka diukur 60 menit sebelum dan 20 menit setelah menyelam. Kemudian data dievaluasi menggunakan perangkat lunak PASAT.
Parameter yang diukur meliputi kesehatan mental umum, perhatian berkelanjutan, kecepatan respons rata-rata, dan kelelahan mental diukur. Selain itu, untuk menentukan aktivitas sistem stres, kortisol saliva mereka dikumpulkan sebelum dan sesudah menyelam.
Hasil penelitian mengungkapkan kesehatan mental umum penyelam scuba tidak mengalami perubahan signifikan setelah menyelam. Kecepatan respons rata-rata dan perhatian berkelanjutan mereka mengalami penurunan signifikan setelah menyelam. Kelelahan mental meningkat ditandai dengan bertambahnya kadar kortisol saliva setelah menyelam.
4. DURASI DAN TEKNIK OLAHRAGA YANG EKSTREM

Foto: Shutterstock
Durasi dan teknik berolahraga bisa dikategorikan ekstrem. Menurut Ricardo Costa, salah seorang dokter dari Universitas Monash Australia, sebuah latihan fisik dikatakan ekstrem apabila dilakukan lebih dari 4 jam per hari. (Baca Juga: Jadwal Harian Orang-Orang Hebat, Ada Yang Minum 50 Cangkir Kopi Setiap Hari )
5. OLAHRAGA EKSTREM BISA SEBABKAN PERADANGAN DARAH

Foto: Shutterstock
Dalam studinya, Ricardo Costa mengatakan olahraga dalam jangka waktu lama menyebabkan dinding usus mengalami perubahan. Terdapat bakteri alami yang dikenal sebagai endotoksin dalam usus yang bocor ke dalam aliran darah. Kebocoran itu dapat memicu peradangan di seluruh tubuh.
GenSINDO
Anggita Hutami Ratnaningsih
Politeknik Negeri Jakarta
(it)
Lihat Juga :