Jazz Gunung Ijen 2020, Sesuatu yang Telah Lama Dirindukan
Selasa, 15 Desember 2020 - 02:02 WIB
loading...
A
A
A
Tak ketinggalan di sela-sela pertunjukkan kedua pengisi acara, ada dr. Grace Hananta C.Ht dari Gerakan Pakai Masker yang mengingatkan dan memberikan tutorial kepada penonton untuk menggunakan masker dengan baik. Panitia pun tak segan untuk menegur para tamu yang hadir jika tidak mengenakan masker dengan benar.
"Sekarang ini banyak seniman yang OTG (Orang Tanpa Gawean). Ini adalah ikhtiar kita untuk bisa beraktivitas dan menghidupkan industri musik dan pariwisata sambil menjalankan protokol kesehatan ," kata penggagas Jazz Gunung Indonesia, Sigit Pramono sambil meminta penonton tetap menjaga jarak dan memakai masker.
Hadir dalam acara juga, Butet Kertaredjasa yang merupakan salah satu pendiri Jazz Gunung Indonesia. Dia mengaku sangat senang event ini bisa terselenggara. Menurutnya, Jazz Gunung bisa menjadi satu contoh pertunjukan yang sehat dan mampu beradaptasi di tengah pandemi.
(Baca juga: Gel Cream Bisa Bikin Kulit Tetap Lembap dan Cerah Selama Beraktivitas )
"Kami serasakan sesuatu yang lama telah dirindukan, main tidak ada penontonnya itu tidak enak. Saya juga nanti akan tertolong kalau nanti pemerintah dan satgas mulai mempercayai para praktisi seni pertunjukan untuk bisa menyelenggarakan pertunjukan secara langsung dan ada penontonnya dengan kepatuhan-kepatuhan yang dirintis oleh acara Jazz Gunung Indonesia. Itu artinya pak Sigit dan Jazz Gunung Indonesia mempunyai jasa yang besar untuk pertunjukkan seni Indonesia," tutur Butet.
"Sekarang ini banyak seniman yang OTG (Orang Tanpa Gawean). Ini adalah ikhtiar kita untuk bisa beraktivitas dan menghidupkan industri musik dan pariwisata sambil menjalankan protokol kesehatan ," kata penggagas Jazz Gunung Indonesia, Sigit Pramono sambil meminta penonton tetap menjaga jarak dan memakai masker.
Hadir dalam acara juga, Butet Kertaredjasa yang merupakan salah satu pendiri Jazz Gunung Indonesia. Dia mengaku sangat senang event ini bisa terselenggara. Menurutnya, Jazz Gunung bisa menjadi satu contoh pertunjukan yang sehat dan mampu beradaptasi di tengah pandemi.
(Baca juga: Gel Cream Bisa Bikin Kulit Tetap Lembap dan Cerah Selama Beraktivitas )
"Kami serasakan sesuatu yang lama telah dirindukan, main tidak ada penontonnya itu tidak enak. Saya juga nanti akan tertolong kalau nanti pemerintah dan satgas mulai mempercayai para praktisi seni pertunjukan untuk bisa menyelenggarakan pertunjukan secara langsung dan ada penontonnya dengan kepatuhan-kepatuhan yang dirintis oleh acara Jazz Gunung Indonesia. Itu artinya pak Sigit dan Jazz Gunung Indonesia mempunyai jasa yang besar untuk pertunjukkan seni Indonesia," tutur Butet.
(nug)
Lihat Juga :