Sosialisasikan Nilai-Nilai Pancasila lewat Musik Kebangsaan
Kamis, 17 Desember 2020 - 23:33 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, lanjut Dr Karjono, perlu adanya medium agar musik kebangsaan ini bisa dinikmati anak muda dengan pendekatan berbeda, yakni memasukkan unsur musik maupun budaya daerah yang kini tengah digandrungi anak muda. "Saya tadi kan bilang bahwa tahun 1976-1980-an saya menyukai musik Boney M musik disko terkait dengan ada musik Calvin Harris, tapi saya lebih mau menjiwai musik koplo sama reggae," ungkapnya.
"Kita suka itu tapi nadanya adalah rohnya dari musik budaya Indonesia apa itu Sajojo, Sai Anju Ma U atau itu ambyar dan lagu dari budaya Indonesia. Karenanya, saya sangat setuju musik kebangsaan bisa memasukan unsur aransemen koplo agar dekat dengan apa yang disukai anak muda saat ini," lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPIP Prof Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D mengatakan jika BPIP terus mengeksplorasi pelbagai peluang kerjasama dengan berbagai pihak, terutama dalam penciptaan konten-konten positif dan media edukasi alternatif yang sesuai dengan gaya anak muda.
"Saya dulu sangat ingin bisa bernyanyi, tapi saya sadar jika bakat saya bukan di situ. Makanya perbedaan bakat itu untuk menguatkan satu sama lain. Saya bisa pidato tapi tidak bisa bernyanyi, kawan-kawan seniman pintar bikin lagu. Makanya kita bekerjasama untuk saling menguatkan pesan kebangsaan," kata dia.
Sementara itu, Ahmad Doli Kurnia Tanjung dari Sinergy for Indonesia, yang menginisiasi kegiatan tersebut, memaparkan jika komunitas yang dipimpinnya merupakan kumpulan generasi muda yang fokus dalam gerakan membangun kebangsaan.
"Kita suka itu tapi nadanya adalah rohnya dari musik budaya Indonesia apa itu Sajojo, Sai Anju Ma U atau itu ambyar dan lagu dari budaya Indonesia. Karenanya, saya sangat setuju musik kebangsaan bisa memasukan unsur aransemen koplo agar dekat dengan apa yang disukai anak muda saat ini," lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPIP Prof Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D mengatakan jika BPIP terus mengeksplorasi pelbagai peluang kerjasama dengan berbagai pihak, terutama dalam penciptaan konten-konten positif dan media edukasi alternatif yang sesuai dengan gaya anak muda.
"Saya dulu sangat ingin bisa bernyanyi, tapi saya sadar jika bakat saya bukan di situ. Makanya perbedaan bakat itu untuk menguatkan satu sama lain. Saya bisa pidato tapi tidak bisa bernyanyi, kawan-kawan seniman pintar bikin lagu. Makanya kita bekerjasama untuk saling menguatkan pesan kebangsaan," kata dia.
Sementara itu, Ahmad Doli Kurnia Tanjung dari Sinergy for Indonesia, yang menginisiasi kegiatan tersebut, memaparkan jika komunitas yang dipimpinnya merupakan kumpulan generasi muda yang fokus dalam gerakan membangun kebangsaan.
Lihat Juga :