Tepis Tudingan Miring, Pihak RS Ungkap Kronologis Meninggalnya Melisha Sidabutar
Jum'at, 18 Desember 2020 - 23:22 WIB
loading...
Kontestan Top 35 Indonesian Idol Special Season, Melisha Sidabutar dikabarkan mengembuskan napas terakhir pada 8 Desember 2020. / Foto: Instagram @melishapricilla
A
A
A
BEKASI - Direktur RS Citra Harapan, dr Ferry Mars akhirnya memberikan tanggapan terkait perbincangan di media sosial yang menyebut jika RS Citra Harapan, Bekasi tidak mempunyai alat CPR (Cardiopulmonary Resuscitation).
(Baca juga: Terpapar Covid-19, Pevita Pearce Ingatkan Siapapun Bisa Terjangkit )
Tanggapan tersebut ditengarai terkait dengan meninggal dunianya peserta Top 35 Indonesian Idol Special Season, Melisha Prillia Sidabutar . "Saya menyatakan untuk pemberitaan luas yang menyatakan tentang kita tidak mempunyai alat CPR/disishock itu sebenarnya tidak benar," tegas dr Ferry, Jumat (18/12).
Menurut dr Ferry, Melisha masuk ke RS Citra Harapan pada 8 Desember 2020, dan masuk sekitar pukul 16.45 WIB. "Ya, jadi Melisha itu datang ke sini pada waktu dan tanggal tersebut seusai dari RS THB," ujarnya.
Setelah itu, ketika Melisha dan keluarga datang ke RS langsung ditangani tim dokter guna pemeriksaan lebih lanjut. Namun, ungkap Ferry, menurut analisa tim dokter Melisha tidak mengidentifikasikan untuk diharuskan menggunakan alat CPR.
"Sehingga pihak RS pun tidak menggunakan alat itu kepada dirinya, sebab penggunaan alat itu harus sesuai dengan ketentuan mekanisme penangan medis," ucapnya.
Atas pemberitaan yang kurang berkenan, dr Ferry mengatakan jika RS Citra Harapan merasakan dampaknya. "Kami merasakan dampak otomatis, karena untuk nama baik RS jadi tercemar, karena pemberitaan yang menyatakan kami tidak mempunyai alat itu, tetapi nyatanya kami ada," terangnya.
(Baca juga: Terpapar Covid-19, Pevita Pearce Ingatkan Siapapun Bisa Terjangkit )
Tanggapan tersebut ditengarai terkait dengan meninggal dunianya peserta Top 35 Indonesian Idol Special Season, Melisha Prillia Sidabutar . "Saya menyatakan untuk pemberitaan luas yang menyatakan tentang kita tidak mempunyai alat CPR/disishock itu sebenarnya tidak benar," tegas dr Ferry, Jumat (18/12).
Menurut dr Ferry, Melisha masuk ke RS Citra Harapan pada 8 Desember 2020, dan masuk sekitar pukul 16.45 WIB. "Ya, jadi Melisha itu datang ke sini pada waktu dan tanggal tersebut seusai dari RS THB," ujarnya.
Setelah itu, ketika Melisha dan keluarga datang ke RS langsung ditangani tim dokter guna pemeriksaan lebih lanjut. Namun, ungkap Ferry, menurut analisa tim dokter Melisha tidak mengidentifikasikan untuk diharuskan menggunakan alat CPR.
"Sehingga pihak RS pun tidak menggunakan alat itu kepada dirinya, sebab penggunaan alat itu harus sesuai dengan ketentuan mekanisme penangan medis," ucapnya.
Atas pemberitaan yang kurang berkenan, dr Ferry mengatakan jika RS Citra Harapan merasakan dampaknya. "Kami merasakan dampak otomatis, karena untuk nama baik RS jadi tercemar, karena pemberitaan yang menyatakan kami tidak mempunyai alat itu, tetapi nyatanya kami ada," terangnya.
Lihat Juga :