Teknologi Jadi Kunci Keberhasilan Perempuan Modern
Sabtu, 19 Desember 2020 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
Misalnya, saat ini di Indonesia banyak bermunculan perusahaan berbasis teknologi, seperti e-commerce dan penyedia jasa sarana transportasi online. Keduanya tidak hanya membantu memudahkan perempuan dalam memenuhi kebutuhan dan bermobilisasi kemana pun, tetapi mereka juga dapat menduduki peran penting di dalamnya.
Seperti, Agustin Lubis CEO & Founder Halosis. Halosis adalah startup e-commerce lokal yang menyediakan fitur asisten jualan (chatbot), sehingga para penjual online terbantu dan dapat menaikkan penjualan mereka. Aplikasi ini pun bisa digunakan di banyak platform, seperti instagram, Facebook, dan LINE.
Awal mula Agustin membuat aplikasi ini untuk membantu para penjual online di media sosial yang kebanyakan kaum perempuan. Mereka terdiri dari orang-orang yang mencari penghasilan tambahan, hingga para ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan taraf hidup keluarga. "Dari situlah saya muncul ide untuk membantu mereka agar dapat menjalankan usahanya secara lebih efisien," tuturnya.
Agustin berbagi cerita tentang salah satu pengguna Halosis yang berjualan busana muslim di Instagram dan WhatsApp (WA). Si ibu pun disibukkan dengan urusan merespons pelanggan dari pagi hingga malam hari dan membuat pekerjaannya terbengkalai. Tetapi dengan bantuan asisten virtual dan otomatisasi Halosis bisa memudahkan si ibu untuk mengurus bahkan menganalisis aktivitas usahanya.
Namun, salah satu tantangan yang harus dihadapi Agustin adalah bagaimana memberikan edukasi kepada para pelaku usaha perempuan yang belum melek teknologi. Memang butuh usaha yang keras untuk menyadarkan mereka bahwa teknologi bisa memberikan kemudahan untuk mengembangkan usahanya.
"Perusahaan ini juga benar-benar memberdayakan perempuan. Beberapa yang saya temui adalah perempuan karier yang berhenti kerja kerja karena punya anak. Kemudian ia memilih untuk membuka online shop, usaha yang bisa dikerjakan dimanapun dan kapan pun. Jadi menurut saya, saat ini teknologi sangat membantu perempuan untuk menjadi entrepreneur," tambahnya.
Di sisi lain, melalui jahitin.com, Asri Wijayanti kini telah membantu meningkatkan pendapatan dan memberikan kemudahan para penjahit dalam meraih pelanggan. Sekitar 200 penjahit telah bergabung dalam startup lokal yang didirikan pada 2016 ini.
Seperti, Agustin Lubis CEO & Founder Halosis. Halosis adalah startup e-commerce lokal yang menyediakan fitur asisten jualan (chatbot), sehingga para penjual online terbantu dan dapat menaikkan penjualan mereka. Aplikasi ini pun bisa digunakan di banyak platform, seperti instagram, Facebook, dan LINE.
Awal mula Agustin membuat aplikasi ini untuk membantu para penjual online di media sosial yang kebanyakan kaum perempuan. Mereka terdiri dari orang-orang yang mencari penghasilan tambahan, hingga para ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan taraf hidup keluarga. "Dari situlah saya muncul ide untuk membantu mereka agar dapat menjalankan usahanya secara lebih efisien," tuturnya.
Agustin berbagi cerita tentang salah satu pengguna Halosis yang berjualan busana muslim di Instagram dan WhatsApp (WA). Si ibu pun disibukkan dengan urusan merespons pelanggan dari pagi hingga malam hari dan membuat pekerjaannya terbengkalai. Tetapi dengan bantuan asisten virtual dan otomatisasi Halosis bisa memudahkan si ibu untuk mengurus bahkan menganalisis aktivitas usahanya.
Namun, salah satu tantangan yang harus dihadapi Agustin adalah bagaimana memberikan edukasi kepada para pelaku usaha perempuan yang belum melek teknologi. Memang butuh usaha yang keras untuk menyadarkan mereka bahwa teknologi bisa memberikan kemudahan untuk mengembangkan usahanya.
"Perusahaan ini juga benar-benar memberdayakan perempuan. Beberapa yang saya temui adalah perempuan karier yang berhenti kerja kerja karena punya anak. Kemudian ia memilih untuk membuka online shop, usaha yang bisa dikerjakan dimanapun dan kapan pun. Jadi menurut saya, saat ini teknologi sangat membantu perempuan untuk menjadi entrepreneur," tambahnya.
Di sisi lain, melalui jahitin.com, Asri Wijayanti kini telah membantu meningkatkan pendapatan dan memberikan kemudahan para penjahit dalam meraih pelanggan. Sekitar 200 penjahit telah bergabung dalam startup lokal yang didirikan pada 2016 ini.
Lihat Juga :