8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika
Selasa, 29 Desember 2020 - 17:13 WIB
loading...
A
A
A
Kebiasaan dalam industri K-pop ini pelan-pelan mulai berubah sejak BTS membuat lagu-lagu mereka sendiri, terutama trio rapline RM, Suga, dan J-Hope. Boy group dari generasi ke-4 K-pop, yaitu Stray Kids dari JYP Entertainment juga dikenal sanggup menulis lirik, membuat komposisi musik, sekaligus menjadi produser lagu-lagu mereka.
6. LOYALITAS KEPADA LABEL REKAMAN
![8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika]()
Foto: Naver x Dispatch
Penggemar K-pop pasti tahu dari mana asal agensi atau label rekaman artis idolanya, karena agensi tersebut berusaha menciptakan sebuah 'keluarga' antara para artisnya.
Konser kolaborasi akhir tahun 2020 yang masing-masing akan digelar Big Hit Entertainment dan SM Entertainment bisa jadi contohnya. Sementara di Amerika dan Inggris, kedekatan seperti disebut di atas tak terjadi.
7. BAHASA YANG DIGUNAKAN DALAM LAGU
![8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika]()
Foto:Christian Vierig/GC Images
Musisi Amerika merekam lagu mereka dalam bahasa Inggris, dan kadang Spanyol. Berbeda dengan idol yang menyanyikan lagu Korea dengan selipan bahasa Inggris. Mereka juga membuat album khusus untuk pasar di China dan Jepang demi meluaskan pasar di Asia.
8. INTERAKSI DENGAN PARA PENGGEMAR
![8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika]()
Foto: V Live Stray Kids
Idol K-pop sangat rajin berinteraksi langsung dengan para penggemarnya lewat serangkaian siaran, baik di V Live, YouTube, juga variety show. Tiap member bisa membuat siaran langsungnya sendiri dan menjawab pertanyaan dari penggemar secara rutin. (Baca Juga: 3 Adegan Kocak 'True Beauty' yang Meniru Scene dari Drama Korea Ngetop )
BTS di bawah Big Hit bahkan membuat banyak sekali variety show, termasuk "In The Soop" yang dibuat khusus saat masa pandemi COVID-19. Ini tidak terjadi pada para penyanyi di Amerika yang biasanya hanya mengandalkan wawancara dengan media untuk bisa terhubung dengan para penggemarnya.
6. LOYALITAS KEPADA LABEL REKAMAN

Foto: Naver x Dispatch
Penggemar K-pop pasti tahu dari mana asal agensi atau label rekaman artis idolanya, karena agensi tersebut berusaha menciptakan sebuah 'keluarga' antara para artisnya.
Konser kolaborasi akhir tahun 2020 yang masing-masing akan digelar Big Hit Entertainment dan SM Entertainment bisa jadi contohnya. Sementara di Amerika dan Inggris, kedekatan seperti disebut di atas tak terjadi.
7. BAHASA YANG DIGUNAKAN DALAM LAGU

Foto:Christian Vierig/GC Images
Musisi Amerika merekam lagu mereka dalam bahasa Inggris, dan kadang Spanyol. Berbeda dengan idol yang menyanyikan lagu Korea dengan selipan bahasa Inggris. Mereka juga membuat album khusus untuk pasar di China dan Jepang demi meluaskan pasar di Asia.
8. INTERAKSI DENGAN PARA PENGGEMAR

Foto: V Live Stray Kids
Idol K-pop sangat rajin berinteraksi langsung dengan para penggemarnya lewat serangkaian siaran, baik di V Live, YouTube, juga variety show. Tiap member bisa membuat siaran langsungnya sendiri dan menjawab pertanyaan dari penggemar secara rutin. (Baca Juga: 3 Adegan Kocak 'True Beauty' yang Meniru Scene dari Drama Korea Ngetop )
BTS di bawah Big Hit bahkan membuat banyak sekali variety show, termasuk "In The Soop" yang dibuat khusus saat masa pandemi COVID-19. Ini tidak terjadi pada para penyanyi di Amerika yang biasanya hanya mengandalkan wawancara dengan media untuk bisa terhubung dengan para penggemarnya.
(ita)
Lihat Juga :