Puluhan Staf RS Terpapar Covid-19 Diduga karena Kostum
Rabu, 06 Januari 2021 - 17:05 WIB
loading...
Sebuah rumah sakit di California, Amerika Serikat menghadapi wabah virus corona yang menewaskan satu karyawan dan menginfeksi puluhan staf. / Foto: Ilustrasi/The New York Times
A
A
A
CALIFORNIA - Sebuah rumah sakit di California, Amerika Serikat menghadapi wabah virus corona yang menewaskan satu karyawan dan menginfeksi puluhan staf. Penularan ini diduga berasal dari kostum santa yang dikenakan pada Natal untuk menghibur pasien.
(Baca juga: Beri Kepuasan Luar Biasa, Posisi Seks Woman on Top Bisa Membahayakan )
Seorang karyawan rumah sakit yang namanya tidak diketahui, meninggal karena komplikasi Covid-19. Menurut pernyataan Kaiser Permanente San Jose Medical Center, sebanyak 44 staf dinyatakan positif Covid-19 antara 27 Desember dan tahun baru.
Bagian gawat darurat rumah sakit juga telah dibersihkan, dan semua staf yang terinfeksi diisolasi. Rumah sakit sedang mencari tahu apakah kostum dengan aksesoris kipas bisa menyebarkan droplet setelah seorang anggota staf memakainya sebentar di unit gawat darurat pada Hari Natal .
"Setiap paparan, jika itu terjadi, akan benar-benar tidak bersalah, dan sangat tidak disengaja, karena individu tersebut tidak memiliki gejala Covid-19 dan hanya berusaha membangkitkan semangat orang-orang di sekitar mereka selama masa yang sangat menegangkan," kata rumah sakit tersebut.
(Baca juga: Beri Kepuasan Luar Biasa, Posisi Seks Woman on Top Bisa Membahayakan )
Seorang karyawan rumah sakit yang namanya tidak diketahui, meninggal karena komplikasi Covid-19. Menurut pernyataan Kaiser Permanente San Jose Medical Center, sebanyak 44 staf dinyatakan positif Covid-19 antara 27 Desember dan tahun baru.
Bagian gawat darurat rumah sakit juga telah dibersihkan, dan semua staf yang terinfeksi diisolasi. Rumah sakit sedang mencari tahu apakah kostum dengan aksesoris kipas bisa menyebarkan droplet setelah seorang anggota staf memakainya sebentar di unit gawat darurat pada Hari Natal .
"Setiap paparan, jika itu terjadi, akan benar-benar tidak bersalah, dan sangat tidak disengaja, karena individu tersebut tidak memiliki gejala Covid-19 dan hanya berusaha membangkitkan semangat orang-orang di sekitar mereka selama masa yang sangat menegangkan," kata rumah sakit tersebut.
Lihat Juga :