Miniseri 'Asya Story' dan 'Friendshit' Dibajak, Produser Akan Tuntut ke Jalur Hukum
Rabu, 13 Januari 2021 - 21:13 WIB
loading...
Miniseri Asya Story dan Friendshit tetap dibajak meski bisa ditonton di Genflix dengan harga Rp5 ribu. Foto/Genflix
A
A
A
JAKARTA - Pembajakan mulai merambah layanan streaming lokal, dan kali ini yang menjadi korban adalah dua miniseri produksi Indonesia Sinema Persada, “ Asya Story ” dan “Friendshit”.
Ichwan Persada selaku produser dari kedua miniseri tersebut sangat menyayangkan kejadian ini. Karena menurutnya memproduksi karya kreatif saat masa pandemi sangat sulit, dan pembajakan akan semakin menyulitkannya.
“Sudah pasti kami akan bertindak dalam mencari pelaku pembajakan ini dan melaporkannya ke pihak berwenang karena preseden ini sangat buruk bagi pelaku industri kreatif lokal,“ katanya dalam siaran pers.
"Asya Story" dan "Friendshit" tayang di layanan streaming lokal, Genflix. “Asya Story” tayang sejak April dan “Friendshit” baru tayang akhir November lalu. Keduanya termasuk tayangan unggulan di Genflix. (Baca Juga: Miniseri 'Friendshit', Cerita Para Bintang Baru dan Kisah Adegan Pegang Dada )
![Miniseri 'Asya Story' dan 'Friendshit' Dibajak, Produser Akan Tuntut ke Jalur Hukum]()
Foto: Netflix
Ichwan juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi produk bajakan. “Selain terkait alasan ekonomi dan hak dari kreatornya, juga ada alasan moral karena sebagian besar situs penyebar film dan serial bajakan itu didukung pengiklan mulai dari situs porno hingga judi ilegal. Masa', sih, kita sudah kehilangan akal sehat dan hati nurani dalam menyikapi hal seperti ini?” ucapnya.
Ditambahkan oleh Ichwan, mengakses layanan streamingjuga bukan monopoli kalangan berduit lagi. “Dengan uang 5 ribu perak sudah bisa mengakses seharian penuh ( Genflix ). Masa', sih, masih harus mengonsumsi barang curian?” tegasnya.
Ichwan Persada selaku produser dari kedua miniseri tersebut sangat menyayangkan kejadian ini. Karena menurutnya memproduksi karya kreatif saat masa pandemi sangat sulit, dan pembajakan akan semakin menyulitkannya.
“Sudah pasti kami akan bertindak dalam mencari pelaku pembajakan ini dan melaporkannya ke pihak berwenang karena preseden ini sangat buruk bagi pelaku industri kreatif lokal,“ katanya dalam siaran pers.
"Asya Story" dan "Friendshit" tayang di layanan streaming lokal, Genflix. “Asya Story” tayang sejak April dan “Friendshit” baru tayang akhir November lalu. Keduanya termasuk tayangan unggulan di Genflix. (Baca Juga: Miniseri 'Friendshit', Cerita Para Bintang Baru dan Kisah Adegan Pegang Dada )

Foto: Netflix
Ichwan juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi produk bajakan. “Selain terkait alasan ekonomi dan hak dari kreatornya, juga ada alasan moral karena sebagian besar situs penyebar film dan serial bajakan itu didukung pengiklan mulai dari situs porno hingga judi ilegal. Masa', sih, kita sudah kehilangan akal sehat dan hati nurani dalam menyikapi hal seperti ini?” ucapnya.
Ditambahkan oleh Ichwan, mengakses layanan streamingjuga bukan monopoli kalangan berduit lagi. “Dengan uang 5 ribu perak sudah bisa mengakses seharian penuh ( Genflix ). Masa', sih, masih harus mengonsumsi barang curian?” tegasnya.
Lihat Juga :