WandaVision, Serial Pembuka Fase 4 MCU yang Cukup Menjanjikan
Jum'at, 15 Januari 2021 - 10:51 WIB
loading...
WandaVision bakal menampilkan sisi lain karakter Wanda dan Vision di Marvel Cinematic Universe di serial yang tayang mulai hari ini pukul 15.00 WIB di Disney+. (Marvel Studios/Disney)
A
A
A
Hari ini, Jumat (15/1), mulai pukul 15.00 WIB, Marvel Studios meluncurkan serial perdana mereka di layar kaca, WandaVision. Serial ini tergolong cukup unik karena menyajikan cerita dengan latar serial komedi situasi (sitcom) dengan nuansa 60an. Tak hanya latarnya, pemilihan tone, warna visual hingga fashion, makeup dan gaya rambut para pemainnya pun sangat jadul. Penasaran kan?
GenSindo mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan tiga episode awal serial ini sebelum akhirnya tayang di Disney+ hari ini. Dari tiga episode awal yang telah saya tonton, serial ini punya peluang untuk membuat penontonnya penasaran dengan kelanjutan ceritanya. Dari kisah komedi, hingga misteri, semua ada di serial ini.
WandaVision memulai kisah mereka dengan cerita ala sitcom keluarga 60an di mana Wanda (Elizabeth Olsen) tinggal bersama kekasihnya, Vision (Paul Bettany), dengan status yang kurang jelas. Wanda tinggal di rumah, sedangkan Vision bekerja di sebuah perusahaan komputer. Pasangan ini baru pindah ke rumah baru mereka. Wanda kemudian berkenalan dengan tetangganya, Agnes (Kathryn Hahn).
Cerita kemudian bergulir dengan bagaimana pasangan ini menjalani hidup mereka di lingkungan sekitar. Mereka bertetangga, ikut kegiatan lingkungan dan menghadapi masalah keseharian mereka. Namun, nuansa gelap dan penuh misteri kemudian menyelimuti kehidupan Wanda dan Vision. Kemunculan Monica Rambeau (Teyonah Parris) membuat misteri kisah di serial ini semakin dalam.
Sutradara Matt Shakman memasukkan berbagai unsur yang membuat serial ini berasa nuansa 60annya. Dari pemilihan busana, gaya rambut sampai pernak pernik pun dicocokkan dengan nuansa 60an. Bahkan, untuk dialog-dialognya pun, nuansa jadul tetap terasa. Penulis serial ini, Jac Schaeffer, dengan piawai membuat dialog-dialog memang tidak seperti dialog pada serial saat ini, tapi khas 60an. Bahasanya pun juga demikian.
WandaVision adalah serial pertama Marvel Studios sekaligus pembuka Fase 4 Marvel Cinematic Universe (MCU). Sebagai pembuka, serial ini cukup menjanjikan. Alurnya sederhana, tapi bakal memunculkan lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban. Dari episode perkenalan, kalian akan dibawa ke alur dengan twist yang bikin penasaran. Pada satu sisi, akan muncul pertanyaan yang diharapkan akan terjawab di episode lanjutannya. Satu episode bakal nyambung ke episode berikutnya dengan twist yang harus benar-benar dicermati.
Keberadaan Monica di sini cukup menarik. Di Captain Marvel (2019), dia masih kecil, tapi di serial ini, dia sudah dewasa. Pertanyaan yang akan terjawab di serial ini adalah apa yang dia lakukan sekarang. Monica juga akan menjadi bagian penting dari perjalanan MCU di masa depan. Dia juga merupakan salah satu karakter baru pertama yang diperkenalkan di MCU.
GenSindo mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan tiga episode awal serial ini sebelum akhirnya tayang di Disney+ hari ini. Dari tiga episode awal yang telah saya tonton, serial ini punya peluang untuk membuat penontonnya penasaran dengan kelanjutan ceritanya. Dari kisah komedi, hingga misteri, semua ada di serial ini.
WandaVision memulai kisah mereka dengan cerita ala sitcom keluarga 60an di mana Wanda (Elizabeth Olsen) tinggal bersama kekasihnya, Vision (Paul Bettany), dengan status yang kurang jelas. Wanda tinggal di rumah, sedangkan Vision bekerja di sebuah perusahaan komputer. Pasangan ini baru pindah ke rumah baru mereka. Wanda kemudian berkenalan dengan tetangganya, Agnes (Kathryn Hahn).
Cerita kemudian bergulir dengan bagaimana pasangan ini menjalani hidup mereka di lingkungan sekitar. Mereka bertetangga, ikut kegiatan lingkungan dan menghadapi masalah keseharian mereka. Namun, nuansa gelap dan penuh misteri kemudian menyelimuti kehidupan Wanda dan Vision. Kemunculan Monica Rambeau (Teyonah Parris) membuat misteri kisah di serial ini semakin dalam.
Sutradara Matt Shakman memasukkan berbagai unsur yang membuat serial ini berasa nuansa 60annya. Dari pemilihan busana, gaya rambut sampai pernak pernik pun dicocokkan dengan nuansa 60an. Bahkan, untuk dialog-dialognya pun, nuansa jadul tetap terasa. Penulis serial ini, Jac Schaeffer, dengan piawai membuat dialog-dialog memang tidak seperti dialog pada serial saat ini, tapi khas 60an. Bahasanya pun juga demikian.
WandaVision adalah serial pertama Marvel Studios sekaligus pembuka Fase 4 Marvel Cinematic Universe (MCU). Sebagai pembuka, serial ini cukup menjanjikan. Alurnya sederhana, tapi bakal memunculkan lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban. Dari episode perkenalan, kalian akan dibawa ke alur dengan twist yang bikin penasaran. Pada satu sisi, akan muncul pertanyaan yang diharapkan akan terjawab di episode lanjutannya. Satu episode bakal nyambung ke episode berikutnya dengan twist yang harus benar-benar dicermati.
Keberadaan Monica di sini cukup menarik. Di Captain Marvel (2019), dia masih kecil, tapi di serial ini, dia sudah dewasa. Pertanyaan yang akan terjawab di serial ini adalah apa yang dia lakukan sekarang. Monica juga akan menjadi bagian penting dari perjalanan MCU di masa depan. Dia juga merupakan salah satu karakter baru pertama yang diperkenalkan di MCU.
Lihat Juga :