H&M Sumbang Ribuan Masker dan APD untuk Penanganan COVID-19 di Jabar
Jum'at, 15 Mei 2020 - 22:27 WIB
loading...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dalam video conference bersama Country Manager Production H&M Jessica Vilhelmsson, Jumat (15/5/2020). Foto/Dok/Humas Pemprov Jabar
A
A
A
BANDUNG - Brand fesyen legendaris asal Swedia H&M menunjukkan perhatiannya terhadap penanganan wabah COVID-19 di Provinsi Jawa Barat dengan menyumbangkan ribuan alat pelindung diri (APD). (Baca juga; Pemkab KBB Ubah Masjid Jadi Ruang Isolasi Pasien COVID-19 Berstandar Rumah Sakit )
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar yang juga Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, bantuan dari H&M berupa 65.000 masker dan 500 baju hazmat tersebut sudah diterima pekan lalu dan langsung didistribusikan ke sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 di Jabar.
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, meskipun persediaan APD untuk tenaga medis saat ini dinilai cukup menyusul tren pasien yang dirawat di rumah sakit menurun dan tingkat kesembuhan meningkat. Namun, bantuan tetap diperlukan untuk mengantisipasi adanya gelombang kedua wabah COVID-19.
"APD ini dapat memperkuat, terutama dalam mengantisipasi jika terjadi gelombang kedua COVID-19 selama vaksin belum ditemukan," ujar Kang Emil dalam video conference bersama Country Manager Production H&M Jessica Vilhelmsson, dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (15/5/2020).
Dalam kesempatan itu, Kang Emil turut melaporkan sejumlah berita baik dalam penanggulangan COVID-19 di Jabar. Dia pun berharap, wabah COVID-19 dapat segera diatasi sehingga perekonomian bisa kembali beroperasi dengan normal.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar yang juga Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, bantuan dari H&M berupa 65.000 masker dan 500 baju hazmat tersebut sudah diterima pekan lalu dan langsung didistribusikan ke sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 di Jabar.
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, meskipun persediaan APD untuk tenaga medis saat ini dinilai cukup menyusul tren pasien yang dirawat di rumah sakit menurun dan tingkat kesembuhan meningkat. Namun, bantuan tetap diperlukan untuk mengantisipasi adanya gelombang kedua wabah COVID-19.
"APD ini dapat memperkuat, terutama dalam mengantisipasi jika terjadi gelombang kedua COVID-19 selama vaksin belum ditemukan," ujar Kang Emil dalam video conference bersama Country Manager Production H&M Jessica Vilhelmsson, dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (15/5/2020).
Dalam kesempatan itu, Kang Emil turut melaporkan sejumlah berita baik dalam penanggulangan COVID-19 di Jabar. Dia pun berharap, wabah COVID-19 dapat segera diatasi sehingga perekonomian bisa kembali beroperasi dengan normal.
Lihat Juga :