Korminas Dukung Kemenparekraf Kuatkan Branding Wisata Bugar
Jum'at, 05 Februari 2021 - 10:43 WIB
loading...
A
A
A
Program Indonesia Bugar ini sebagai respons dan dukungan kepada pemerintah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul menuju Indonesia maju. Hayono menerangkan, kolaborasi besar akan mengoptimalkan posisi strategis sektor pariwisata sebagai penyumbang devisa besar bagi negara.
"Kami sangat mendukung program Menparekraf. Semua tentu optimistis, sinergi ini bisa menjadi kekuatan luar biasa di masa mendatang. Pariwisata tetap menjadi penghasil devisa besar bagi APBN Indonesia," ujar Hayono.
Sebelum pandemi Covid-19, pariwisata menjadi mesin besar penghasil devisa. Pada 2018, sektor ini menghasilkan devisa sekitar USD19,2 miliar. Tumbuh sekitar 77,5% dari periode sebelumnya. Sebab, pada 2014 devisa dari sektor pariwisata sekitar USD11,1 miliar. Angka tersebut tidak lepas dari positifnya pergerakan wisman di Indonesia.
Sepanjang 2018, arus wisman mencapai 15,8 Juta orang. Pertumbuhannya 67,6% menurut periode 2014-2019. Jumlah itu tumbuh pesat karena pada tahun 2014 pergerakannya hanya 9,43 Juta orang wisman. Pertumbuhan menurut periode sebelumnya hanya 39,2%. Untuk jumlah perjalanan wisnusnya sekitar 303 Juta orang.
"Upaya pemulihan industri pariwisata sepanjang pandemi Covid-19 terus dilakukan. Hal ini dalam upaya agar ekonomi terus berdenyut. Kami sangat mengapresiasi kebijakan Korminas mendukung sektor pariwisata. Bagaimanapun, kegiatan Korminas dekat dengan aktivitas pariwisata. Relevan dengan wisata bugar, apalagi dalam situasi pandemi seperti saat ini," papar Menparekraf Sandiaga Uno .
"Kami sangat mendukung program Menparekraf. Semua tentu optimistis, sinergi ini bisa menjadi kekuatan luar biasa di masa mendatang. Pariwisata tetap menjadi penghasil devisa besar bagi APBN Indonesia," ujar Hayono.
Sebelum pandemi Covid-19, pariwisata menjadi mesin besar penghasil devisa. Pada 2018, sektor ini menghasilkan devisa sekitar USD19,2 miliar. Tumbuh sekitar 77,5% dari periode sebelumnya. Sebab, pada 2014 devisa dari sektor pariwisata sekitar USD11,1 miliar. Angka tersebut tidak lepas dari positifnya pergerakan wisman di Indonesia.
Sepanjang 2018, arus wisman mencapai 15,8 Juta orang. Pertumbuhannya 67,6% menurut periode 2014-2019. Jumlah itu tumbuh pesat karena pada tahun 2014 pergerakannya hanya 9,43 Juta orang wisman. Pertumbuhan menurut periode sebelumnya hanya 39,2%. Untuk jumlah perjalanan wisnusnya sekitar 303 Juta orang.
"Upaya pemulihan industri pariwisata sepanjang pandemi Covid-19 terus dilakukan. Hal ini dalam upaya agar ekonomi terus berdenyut. Kami sangat mengapresiasi kebijakan Korminas mendukung sektor pariwisata. Bagaimanapun, kegiatan Korminas dekat dengan aktivitas pariwisata. Relevan dengan wisata bugar, apalagi dalam situasi pandemi seperti saat ini," papar Menparekraf Sandiaga Uno .
Lihat Juga :