Penuh Kalimat Puitis, Ini Kata Reza Rahadian dan Acha Septriasa tentang Film 'Layla Majnun'
Kamis, 11 Februari 2021 - 13:04 WIB
loading...
A
A
A
"Film "Tiga Dara", "Dua Tanda Mata" itu bahasa Indonesianya cantik banget," ujar aktor terbaik FFI untuk film "3 Hati, Dua Dunia, Satu Cinta", "Habibie & Ainun", serta "My Stupid Boss" itu.
Baca Juga: Diminta Berakting Bersama Anjing dalam 'June & Kopi', Acha Septriasa Sempat Ragu
Acha pun setuju dengan Reza, sambil menyebut bahwa kalau aktor dan aktrisnya mampu membawakan dialog puitis dengan intonasi yang tepat, maka penonton akan ikut merasakan emosinya. "Harus flowy, mengalir," kata Acha yang menganggap dialog dalam "Layla Majnun" menggunakan bahasa Indonesia yang detail, sampai-sampai terkadang dia harus mencari tahu dulu maknanya.
![Penuh Kalimat Puitis, Ini Kata Reza Rahadian dan Acha Septriasa tentang Film 'Layla Majnun']()
Foto: Netflix
"Layla Majnun" bercerita tentang Layla (Acha Septriasa), seorang perempuan cerdas dan mandiri yang mendapat tawaran menjadi dosen tamu di kelas berbahasa Indonesia di sebuah universitas di Azerbaijan. Sebelum berangkat, Layla dilamar oleh Ibnu (Baim Wong), lelaki dari keluarga terpandang yang berniat mencalonkan diri sebagai bupati dalam pilkada.
Layla menerima tawaran berbau perjodohan tersebut, dengan syarat dia diizinkan pergi ke Azerbaijan dan dibolehkan terus mengajar. Di negara tersebut, Layla lalu bertemu Samir, salah satu mahasiswanya yang cerdas, yang membuat Layla terpikat.
Layla pun berada dalam persimpangan, antara memenuhi janjinya pada Ibnu atau jujur pada perasaannya terhadap Samir.
Menurut sutradara Monty Tiwa, cerita asli kisah Layla yang dibuat Nizami Ganjavi banyak mengambil unsur sufistik serta cinta manusia pada Tuhan. Namun cerita "Layla Majnun" yang dibuat Monty disesuaikan untuk penonton umum.
Baca Juga: Diminta Berakting Bersama Anjing dalam 'June & Kopi', Acha Septriasa Sempat Ragu
Acha pun setuju dengan Reza, sambil menyebut bahwa kalau aktor dan aktrisnya mampu membawakan dialog puitis dengan intonasi yang tepat, maka penonton akan ikut merasakan emosinya. "Harus flowy, mengalir," kata Acha yang menganggap dialog dalam "Layla Majnun" menggunakan bahasa Indonesia yang detail, sampai-sampai terkadang dia harus mencari tahu dulu maknanya.

Foto: Netflix
"Layla Majnun" bercerita tentang Layla (Acha Septriasa), seorang perempuan cerdas dan mandiri yang mendapat tawaran menjadi dosen tamu di kelas berbahasa Indonesia di sebuah universitas di Azerbaijan. Sebelum berangkat, Layla dilamar oleh Ibnu (Baim Wong), lelaki dari keluarga terpandang yang berniat mencalonkan diri sebagai bupati dalam pilkada.
Layla menerima tawaran berbau perjodohan tersebut, dengan syarat dia diizinkan pergi ke Azerbaijan dan dibolehkan terus mengajar. Di negara tersebut, Layla lalu bertemu Samir, salah satu mahasiswanya yang cerdas, yang membuat Layla terpikat.
Layla pun berada dalam persimpangan, antara memenuhi janjinya pada Ibnu atau jujur pada perasaannya terhadap Samir.
Menurut sutradara Monty Tiwa, cerita asli kisah Layla yang dibuat Nizami Ganjavi banyak mengambil unsur sufistik serta cinta manusia pada Tuhan. Namun cerita "Layla Majnun" yang dibuat Monty disesuaikan untuk penonton umum.
Lihat Juga :