Positif Covid-19, Uya Kuya Mengaku Berjuang Hidup dan Mati
Senin, 15 Februari 2021 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
"Tanggal 10 Januari kemarin, saya mengalami demam, nggak enak badan. Nggak tau kenapa pada saat itu saya berpikir ini kena Covid," lanjutnya.
Menyadari ada yang tidak beres dengan kesehatannya, presenter 45 tahun itu akhirnya memutuskan untuk tidak syuting dan menjalani pemeriksaan secara menyeluruh. Kala itu hasil menunjukkan kondisi paru-parunya dalam keadaan baik sehingga memutuskan untuk isolasi mandiri.
"Tiba-tiba dia keluar dari kamar, dan tiba-tiba bener-bener jatoh, sambil teriak-teriak 'Astrid Astrid'. Aku keluar dari kamar mandi, aku pegang tangan kamu, kamu ngeliatin aku terus tiba-tiba kayak matanya ke atas gitu, mukanya pucat, bibir pucat, terus jatoh," ujar Astrid tentang kondisi Uya.
Namun, kondisi Uya terus menurun. Ia demam tinggi hingga 40 derajat Celcius. Kondisinya semakin diperparah dengan saturasi oksigen sampai di bawah 90. Hal ini membuat dokter yang menanganinya saat isolasi mandiri menyerah. Uya dan Astrid pun disarankan untuk ke rumah sakit.
"Dokter dateng beserta timnya pakai APD semua tiga orang, sampai gue di infus kanan kiri tapi pada saat itu saturasi oksigen ku terus menurun dibawah 90. Akhirnya dokter hands up, ini harus di rumah sakit," jelas Uya.
Menyadari ada yang tidak beres dengan kesehatannya, presenter 45 tahun itu akhirnya memutuskan untuk tidak syuting dan menjalani pemeriksaan secara menyeluruh. Kala itu hasil menunjukkan kondisi paru-parunya dalam keadaan baik sehingga memutuskan untuk isolasi mandiri.
"Tiba-tiba dia keluar dari kamar, dan tiba-tiba bener-bener jatoh, sambil teriak-teriak 'Astrid Astrid'. Aku keluar dari kamar mandi, aku pegang tangan kamu, kamu ngeliatin aku terus tiba-tiba kayak matanya ke atas gitu, mukanya pucat, bibir pucat, terus jatoh," ujar Astrid tentang kondisi Uya.
Namun, kondisi Uya terus menurun. Ia demam tinggi hingga 40 derajat Celcius. Kondisinya semakin diperparah dengan saturasi oksigen sampai di bawah 90. Hal ini membuat dokter yang menanganinya saat isolasi mandiri menyerah. Uya dan Astrid pun disarankan untuk ke rumah sakit.
"Dokter dateng beserta timnya pakai APD semua tiga orang, sampai gue di infus kanan kiri tapi pada saat itu saturasi oksigen ku terus menurun dibawah 90. Akhirnya dokter hands up, ini harus di rumah sakit," jelas Uya.
Lihat Juga :