Merasa Kehilangan Motivasi? Ini 4 Teori yang Bisa Jadi Solusinya

Senin, 15 Februari 2021 - 19:30 WIB
loading...
Merasa Kehilangan Motivasi?...
Kehilangan motivasi bisa berbahaya kalau berlangsung lama dan membuat kamu jadi tidak produktif. Foto/Pexels
A A A
JAKARTA - ‘Tak ada angin tak ada hujan", pernahkah kamu merasa mager (malas gerak) secara mendadak saat mesti mengerjakan tugas kuliah atau bekerja? Nah, kondisi ini bisa jadi tanda bahwa kamu sedang kehilangan motivasi.

Kehilangan motivasi secara tiba-tiba memang salah satu situasi yang paling menyebalkan dalam kehidupan seseorang. Ini karena kehadiran motivasi sangat berpengaruh terhadap tingkat konsistensi dan produktivitas seseorang dalam mewujudkan cita-citanya.

Secara etimologi, motivasi berasal dari bahasa Inggris yakni “motivation” yang diartikan sebagai suatu dorongan (daya batin) atau alasan bagi seseorang untuk bersemangat dalam mengerjakan suatu hal agar mencapai tujuan tertentu. Dengan begitu, seseorang akan menghasilkan kehidupan yang lebih baik dibanding sebelumnya.

Nah, biar tidak kehilangan motivasi secara mendadak lagi, mengutip Lifehack, berikut empat teori motivasi yang mesti dipahami dan diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas kamu.

1. TEORI DUA FAKTOR

Merasa Kehilangan Motivasi? Ini 4 Teori yang Bisa Jadi Solusinya

Foto: Kegya/Pixels

Teori dua faktor (teori motivasi Herzberg atau teori hygiene-motivator) dikembangkan oleh seorang psikolog asal Amerika Serikat bernama Frederick Irving Herzberg (1923-2000). Ia dianggap sebagai salah satu pemikir besar dalam bidang manajemen dan teori motivasi. Teori ini merupakan pengembangan dari teori hierarki kebutuhan Maslow dan berhubungan erat dengan teori tiga faktor sosial McClelland. Teori ini menjelaskan dua jenis faktor yang bisa digunakan untuk mengatur tingkat kepuasan dan ketidakpuasan seseorang, yakni faktor kesehatan (hygiene factor) dan motivasi (motivation factor).

Adapun faktor kesehatan adalah bagian yang paling penting untuk menghadirkan motivasi di tempat kerja, walaupun tidak mengarah kepada kepuasan positif jangka panjang. Namun kalau faktor ini tidak terpenuhi, maka akan memunculkan ketidakpuasan ekstrem pada seseorang.

Faktor kesehatan meliputi sejumlah aspek, antara lain jaminan kerja, gaji, kualitas supervisi, hubungan antarpribadi, kebutuhan sosial, lingkungan kerja, hingga administrasi perusahaan.

Baca Juga: 10 Kalimat Bijak Suga BTS untuk Bantu Kamu Jalani Masa Muda
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
S2 Psikologi Unika Atma...
S2 Psikologi Unika Atma Jaya Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Saatnya Negara Memperkuat...
Saatnya Negara Memperkuat Profesi Psikolog Klinis
Rekomendasi
FITK UIN Sunan Kalijaga...
FITK UIN Sunan Kalijaga Borong 6 Penghargaan Bergengsi di PD-PGMI Indonesia Award 2026
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun Tanggul 1,48 Kilometer di Kali Grogol Kemanggisan
Berita Terkini
Aldi Taher Semprot Baskara...
Aldi Taher Semprot Baskara Putra usai Sebut Kameramen 'Tolol', Tantang Debat Terbuka
Unggahan Nana Mirdad...
Unggahan Nana Mirdad soal Vonis Nadiem Makarim Tuai Kritik, Ini Penyebabnya
Lisa Mariana Buka Suara...
Lisa Mariana Buka Suara usai Dituding Tipu Klien Endorsement, Singgung Judi Online
MNC Life Dukung Berikan...
MNC Life Dukung Berikan Perlindungan Asuransi bagi Ribuan Penonton Koplove Fest Vol. 4
Sidang Gugatan Hak Asuh...
Sidang Gugatan Hak Asuh Anak Ruben Onsu Akan Digelar Tertutup, Ini Alasannya
Hadapi Gugatan Ruben...
Hadapi Gugatan Ruben Onsu, Sarwendah Klaim Simpan Fakta yang Belum Pernah Diungkap
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved