Kerja di Korporasi vs Startup: Mana yang Lebih Asyik?

Sabtu, 20 Februari 2021 - 10:00 WIB
loading...
Kerja di Korporasi vs...
Bekerja di perusahaan korporasi atau startup sama-sama menawarkan tantangannya masing-masing. Foto/stoodnt.com
A A A
JAKARTA - Pilihan tempat bekerja bagi anak muda makin beragam. Tak lagi hanya di perusahaan atau korporasi konvensional, BUMN, atau menjadi PNS, tapi kini juga bisa bekerja di perusahaan atau bisnis rintisan ( startup ).

Istilah perusahaan rintisan mengacu pada bisnis atau perusahaan yang baru saja berdiri dan masih dalam proses pengembangan bisnis. Perusahaan ini umumnya berbasis teknologi.

Perusahaan rintisan biasanya dibagi menjadi tiga kelas, bergantung pada valuasi (nilai ekonomi atau ‘nilai jual’) dari perusahaan tersebut, yaitu Unicorn, Decacorn, dan Hectacorn. Beberapa perusahaan rintisan di Indonesia yang sudah masuk status Decacorn dengan valuasi USD10 miliar (Rp140,8 triliun) adalah Gojek dan Tokopedia.

Kerja di Korporasi vs Startup: Mana yang Lebih Asyik?

Foto: Shutterstock

Bermunculannya bisnis rintisan yang biasanya dikelola oleh anak muda sedikit banyak menarik minat Gen Z atau mereka yang baru lulus kuliah untuk bekerja di perusahaan rintisan.

Sementara itu, korporasi juga masih menjadi pilihan banyak para lulusan baru hingga pekerja profesional. Anggapan umum yang berlaku adalah korporasi menawarkan tunjangan karyawan yang lebih baik dan kondisi keuangan yang lebih stabil. Ini pula yang menjadi pertimbangan Intania, Gen Z yang memilih berkarier di salah satu bank pemerintah selepas lulus kuliah.

“Aku pilih kerja di perusahaan yang sekarang karena punya reputasi yang bagus, ada jenjang kariernya yang sudah jelas, dapat tunjangan karyawan, dan tentunya ingin punya penghasilan minimum setara dengan UMR,” ujar Intania.

Baca Juga: 4 Kunci Sukses Realisasikan Impian yang Tertunda, Nomor Satu Yakin!

Selama hampir 2,5 tahun bekerja di sana, Intania mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan belajar ilmu baru. “Tentunya harus siapin mental yang kuat kalau sudah bekerja. Karena aku kerja di frontliner perbankan, jadi selain operasional, juga paham alur beberapa perusahaan nasabah dan juga paham di bidang pelayanan,” ujarnya.

Kerja di Korporasi vs Startup: Mana yang Lebih Asyik?

Foto: Shutterstock

Bidang pelayanan yang dimaksud mulai dari dasar penyambutan, etika, cara berpenampilan, dan cara berkomunikasi lewat telepon. Sebagai frontliner, Intania bertemu dengan banyak orang, baik rekan kerja atau nasabah. Dengan tipe nasabah yang berbeda-beda, dia berprinsip bahwa bekerja harus ikhlas.

Ora et labora. Bekerja dan berdoa. Kita sudah berusaha dalam bekerja atau dalam hal apa pun, jangan lupa untuk berdoa,” tambahnya.

Harus Belajar Terus

Beda bidang pekerjaan, beda juga pengalaman yang didapatkan. Eja, salah satu karyawan perusahaan rintisan yang bergerak dalam bidang e-commerce membagi pengalamannya selama kurang lebih tiga tahun bekerja di sana. “Dulu waktu baru lulus kuliah memang ngincer kerja di e-commerce, salah satunya di kantor sekarang ini,” ceritanya.

Awalnya, Eja tertarik bekerja di sana karena mendengar bahwa lingkungan pekerjaannya menyenangkan dan prospek perusahaannya bakal berkembang besar. “Sekarang enggak nyangka perusahaannya jadi berkembang pesat dan jadi banyak orang yang tahu,” ujarnya.

“Yang pasti lingkungannya seru, mulai dari orang-orangnya, acaranya yang seru-seru, hampers-nya bagus-bagus dan jadi lebih tau dunia per-marketplace-an ini seperti apa dan dapat ilmu baru pastinya,” tambah Eja.

Kerja di Korporasi vs Startup: Mana yang Lebih Asyik?

Foto: Instagram @lifeatgojek

Menurut Eja, perusahaan tempat dia bekerja paham dengan kebutuhan karyawannya. Pihak perusahaan tahu cara memperlakukan pegawainya agar merasa nyaman. “Plus minus kerja di startup itu orang-orangnya enggak kaku, outfit work-nya senyaman kita pakai sehari-hari aja,” ujarnya.

Sementara kekurangannya, menurut Eja, adalah harus selalu terus belajar dan adaptif. “Kalau minusnya, kita harus up to date terus tentang perkembangan teknologi di luar sana dan harus update banget rules aplikasi perusahaan, karena suka ditanyain sama orang-orang,” ujarnya.

Baca Juga: Ini 5 Penyebab Kita Suka Lupa Isi Mimpi Setelah Bangun Tidur

Masing-masing perusahaan pastinya punya kelebihan dan kekurangannya, tinggal kita sebagai calon kandidat memilih budaya bekerja yang sesuai dengan keinginan.

GenSINDO
Widya Zhafirah Dezani
LSPR Communication & Business Institute
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Penyidik KPK hingga...
Dari Penyidik KPK hingga Dirreskrimum Polda NTT, Jejak Karier Kombes Sigit Haryono
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Open House Unika Atma...
Open House Unika Atma Jaya 2026: Bantu Calon Mahasiswa Siapkan Karier Masa Depan
Rekomendasi
Simpati Woman Rally...
Simpati Woman Rally Team Tampil Menjanjikan di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
Berita Terkini
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise Spill Tipis Baby Soso, Warganet: Bule Banget!
Bukan Keriput, Ini Tanda...
Bukan Keriput, Ini Tanda Penuaan Wajah yang Mulai Muncul di Usia 35 Tahun
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Gula Berlebihan pada Anak, Bisa Turunkan Kecerdasan
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved