Yuk Waspada Gejala Kanker Prostat, Penyakit yang Diderita Kak Seto
Jum'at, 26 Februari 2021 - 10:36 WIB
loading...
Kanker prostat menempati urutan ke-4 dari semua jenis penyakit. Foto/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Kanker prostat menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap mengancam laki-laki. Di Indonesia, penyakit ini menempati urutan ke-4 dari semua jenis penyakit, penyebabnya karena kurangnya deteksi dini yang belum optimal.
Beberapa waktu lalu, psikolog anak Seto Mulyadi didiagnosis mengidap kanker prostat. Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) ini pun harus melakukan serangkaian perawatan seperti biopsi untuk mengetahui perkembangan sel kanker yang ada pada tubuhnya.
Baca Juga: Bunda Lelah dengan Pandemi? Indra Bekti Bagi Tips di Webinar V Radio, Ini Link Daftarnya!
Kanker prostat adalah sel-sel kanker yang tumbuh di prostat atau sel kelenjar kecil yang terletak di bagian dasar kandung kemih pria. Sebagian kanker prostat tumbuh perlahan dan tidak menyebabkan kerusakan serius. Tetapi, beberapa jenis lain tumbuh secara agresif dan menyebabkan penyakit serius.
Menurut data kesehatan dunia (WHO) ada sekitar 1,1 juta pria di seluruh dunia didiagnosis menderita kanker. Sedangkan di Indonesia, dari data Globocan 2020, terdapat 230.000 kasus kematian. Bahkan, kanker ini menduduki peringkat teratas setelah kanker paru, kanker usus besar, kanker mulut rahim, dan kanker hati.
Kanker prostat rentan terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun. Salah satu faktor utama pemicunya adalah obesitas, seseorang yang memiliki berat badan berlebih memiliki risiko menderita kanker prostat lebih tinggi atau agresif. Selain itu, menurut penelitian Harvard School of Public Health mengonsumsi 3 butir telur setiap minggu berpeluang terkena risiko kanker prostat hingga 81%
Menurut riset Kanazawa University Jepang, kopi dapat mencegah kanker prostat. Hal ini karena kopi mengandung dua senyawa ahweol asetat dan cafestol yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Cukup dengan 1 hingga 3 cangkir sehari, risiko kanker prostat bisa berkurang hingga 30%.
Beberapa waktu lalu, psikolog anak Seto Mulyadi didiagnosis mengidap kanker prostat. Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) ini pun harus melakukan serangkaian perawatan seperti biopsi untuk mengetahui perkembangan sel kanker yang ada pada tubuhnya.
Baca Juga: Bunda Lelah dengan Pandemi? Indra Bekti Bagi Tips di Webinar V Radio, Ini Link Daftarnya!
Kanker prostat adalah sel-sel kanker yang tumbuh di prostat atau sel kelenjar kecil yang terletak di bagian dasar kandung kemih pria. Sebagian kanker prostat tumbuh perlahan dan tidak menyebabkan kerusakan serius. Tetapi, beberapa jenis lain tumbuh secara agresif dan menyebabkan penyakit serius.
Menurut data kesehatan dunia (WHO) ada sekitar 1,1 juta pria di seluruh dunia didiagnosis menderita kanker. Sedangkan di Indonesia, dari data Globocan 2020, terdapat 230.000 kasus kematian. Bahkan, kanker ini menduduki peringkat teratas setelah kanker paru, kanker usus besar, kanker mulut rahim, dan kanker hati.
Kanker prostat rentan terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun. Salah satu faktor utama pemicunya adalah obesitas, seseorang yang memiliki berat badan berlebih memiliki risiko menderita kanker prostat lebih tinggi atau agresif. Selain itu, menurut penelitian Harvard School of Public Health mengonsumsi 3 butir telur setiap minggu berpeluang terkena risiko kanker prostat hingga 81%
Menurut riset Kanazawa University Jepang, kopi dapat mencegah kanker prostat. Hal ini karena kopi mengandung dua senyawa ahweol asetat dan cafestol yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Cukup dengan 1 hingga 3 cangkir sehari, risiko kanker prostat bisa berkurang hingga 30%.
Lihat Juga :