Nia Ramadhani Lemot Gara-Gara Kurang Zat Besi, Begini Penjelasan Ahli
Senin, 01 Maret 2021 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
Penelitian mengenai hal itu menjadi salah satu yang pertama dari jenisnya, yang menghubungkan kekurangan zat besi dengan perlambatan dalam berpikir dan memori, serta menunjukkan bahwa mengganti zat besi dapat memperbaiki kekurangan tersebut.
Studi ini dilakukan dengan memberikan serangkaian tes pembelajaran dan memori kepada lebih dari 100 wanita berusia 18 hingga 35 tahun. Sekitar setengah dari mereka mengalami kekurangan zat besi ringan, tetapi tanpa anemia. Kekurangan zat besi parah menyebabkan anemia.
"Tes dilakukan dengan mengamati subjek penelitian dan meminta mereka untuk mengingat barisan gambar yang ditampilkan di layar komputer. Rerata mereka memiliki kadar zat besi normal melewatkan delapan pertanyaan dari 54. Sementara perempuan dengan masalah kekurangan zat besi melewatkan dua kali lipat pertanyaan dibandingkan perempuan yang jumlah zat besinya normal," papar Laura Murray-Kolb, PhD, peneliti nutrisi di Pennsylvania State University sekaligus Ketua Penelitian ini.
Hasil studi tersebut menerangkan bahwa faktanya, ada perbedaan pada perempuan dengan zat besi yang normal dengan perempuan yang kekurangan zat besi.
Untuk mengatasi masalah ini, peneliti mencoba memberikan asupan zat besi pada perempuan yang lemot sebanyak 60 miligram per hari dan kemudian mengukur kadar zat besi untuk memastikan bahwa pil tersebut mengembalikan kadar zat besi ke normal.
Studi ini dilakukan dengan memberikan serangkaian tes pembelajaran dan memori kepada lebih dari 100 wanita berusia 18 hingga 35 tahun. Sekitar setengah dari mereka mengalami kekurangan zat besi ringan, tetapi tanpa anemia. Kekurangan zat besi parah menyebabkan anemia.
"Tes dilakukan dengan mengamati subjek penelitian dan meminta mereka untuk mengingat barisan gambar yang ditampilkan di layar komputer. Rerata mereka memiliki kadar zat besi normal melewatkan delapan pertanyaan dari 54. Sementara perempuan dengan masalah kekurangan zat besi melewatkan dua kali lipat pertanyaan dibandingkan perempuan yang jumlah zat besinya normal," papar Laura Murray-Kolb, PhD, peneliti nutrisi di Pennsylvania State University sekaligus Ketua Penelitian ini.
Hasil studi tersebut menerangkan bahwa faktanya, ada perbedaan pada perempuan dengan zat besi yang normal dengan perempuan yang kekurangan zat besi.
Untuk mengatasi masalah ini, peneliti mencoba memberikan asupan zat besi pada perempuan yang lemot sebanyak 60 miligram per hari dan kemudian mengukur kadar zat besi untuk memastikan bahwa pil tersebut mengembalikan kadar zat besi ke normal.
Lihat Juga :