Mengenal Mary W. Jackson, Sosok yang Diabadikan Jadi Nama Markas NASA
Senin, 01 Maret 2021 - 20:00 WIB
loading...
Nama teknisi perempuan berkulit hitam Mary W. Jackson secara resmi diabadikan sebagai nama markas NASA. Foto/NASA
A
A
A
JAKARTA - NASA secara resmi mengabadikan nama sosok Mary Winston Jackson menjadi nama markas besar NASA di Washington D.C., Amerika Serikat, pada Jumat (27/2) lalu.
“Dengan resminya nama Mary W. Jackson menjadi nama markas besar NASA , kami memastikan bahwa dia tidak lagi menjadi tokoh tersembunyi,” ujar Administrator NASA, Steve Jurczyk, mengutip dari siaran pers NASA.
Mary W. Jackson merupakan perempuan Afrika-Amerika pertama yang bekerja di NASA. Matematikawan dan teknisi luar angkasa ini telah membuktikan bahwa segregasi terhadap kaum kulit warna tidak menjadi hambatan untuknya menunjukkan kinerja luar biasa.
Mary lahir di Hampton, Virginia, Amerika Serikat pada 1921. Lulus dari Hampton Institute pada 1942, ia meraih dua gelar, yaitu matematika dan ilmu fisika.
![Mengenal Mary W. Jackson, Sosok yang Diabadikan Jadi Nama Markas NASA]()
Foto: NASA
Setelah lulus kuliah, Mary sempat mengajar matematika di sekolah khusus Afrika-Amerika. Selain itu, ia juga sempat bekerja di National Catholic Community Center bagian pembukuan, menjadi resepsionis di Hampton Institute, dan menjadi sekretaris tentara Amerika Serikat.
“Dengan resminya nama Mary W. Jackson menjadi nama markas besar NASA , kami memastikan bahwa dia tidak lagi menjadi tokoh tersembunyi,” ujar Administrator NASA, Steve Jurczyk, mengutip dari siaran pers NASA.
Mary W. Jackson merupakan perempuan Afrika-Amerika pertama yang bekerja di NASA. Matematikawan dan teknisi luar angkasa ini telah membuktikan bahwa segregasi terhadap kaum kulit warna tidak menjadi hambatan untuknya menunjukkan kinerja luar biasa.
Mary lahir di Hampton, Virginia, Amerika Serikat pada 1921. Lulus dari Hampton Institute pada 1942, ia meraih dua gelar, yaitu matematika dan ilmu fisika.
.jpg)
Foto: NASA
Setelah lulus kuliah, Mary sempat mengajar matematika di sekolah khusus Afrika-Amerika. Selain itu, ia juga sempat bekerja di National Catholic Community Center bagian pembukuan, menjadi resepsionis di Hampton Institute, dan menjadi sekretaris tentara Amerika Serikat.
Lihat Juga :