Sedang Cari Kampus Terbaik untuk Kuliah? Jangan Pilih Dulu Sebelum Baca Update Berita Pendidikan Tinggi di News RCTI+
Selasa, 02 Maret 2021 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Setiap hari ada ratusan berita terkait pendidikan yang ditayangkan News RCTI+. Tak mengherankan jika News RCTI+ merupakan news aggregator yang paling lengkap menyajikan berita pendidikan setiap hari.
Tak hanya kampus Islam, sejumlah perguruan tinggi negeri Tanah Air juga mulai diakui keberadaannya di ranah global. Misalnya, paling sedikit ada sembilan kampus kebanggaan bangsa masuk dalam pemeringkatan di Times Higher Education (THE) World University Ranking 2020.
Dalam THE World University Rankings tersebut Universitas Indonesia (UI) kembali memuncaki sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan peringkat 801 dunia. Berikutnya Institut Teknologi Bandung (ITB); Universitas Brawijaya (UB); Universitas Diponegoro (Undip); dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kemudian Institut Pertanian Bogor (IPB); Universitas Padjadjaran (Unpad); Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS); dan Telkom University.
Selain itu, masih banyak lembaga pemeringkatan tingkat dunia lain yang juga menyertakan kampus-kampus di Indonesia dalam daftar terbaiknya. Sebut saja Quacquarelli Symonds (QS) Asia University Rankings (QS AUR) 2021 telah merilis daftar perguruan tinggi terbaik di Asia. Ada 30 perguruan tinggi di Indonesia dari total 650 kampus Asia yang masuk dalam tersebut. Ada juga Webometrics Ranking of World Universities 2021 yang mencatat UGM Yogyakarta sebagai universitas terbaik di Indonesia.
Selain berbagai prestasi itu, masih banyak pekerjaan rumah dari dunia pendidikan tinggi yang ada di Indonesia. Di antaranya, masih sedikit masyarakat yang bersekolah hingga sarjana, kualitas lulusan sarjana, kualitas dosen, hingga belum meratanya kualitas dan kuantitas kampus di Indonesia. Juga belum adanya kesesuaian dunia pendidikan dengan dunia industri sehingga banyak angkatan kerja yang tidak terserap optimal. Cukup mengkhawatirkan.
Data Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2020 menyebut produktivitas dari para pekerja Indonesia sangat rendah. Sebanyak 87% dari total penduduk yang bekerja memiliki tingkat pendidikan SMA ke bawah. Dari angka tersebut, 39% memiliki pendidikan setingkat SD.
Ironisnya lagi, pengangguran banyak didominasi lulusan SMA sampai sarjana. Perinciannya, jumlah pengangguran terbuka berdasarkan data 2019, untuk tingkat pendidikan SD dan SMP adalah masing-masing 17% dan 16%. Sementara untuk lulusan SMA dan SMK masing-masing 28,2% dan 24,5%. Pendidikan Diploma hanya 3,1% dan tingkat pendidikan sarjana sebesar 10,5%.
Hal-hal di atas menjadi tantangan bersama.
Tak hanya kampus Islam, sejumlah perguruan tinggi negeri Tanah Air juga mulai diakui keberadaannya di ranah global. Misalnya, paling sedikit ada sembilan kampus kebanggaan bangsa masuk dalam pemeringkatan di Times Higher Education (THE) World University Ranking 2020.
Dalam THE World University Rankings tersebut Universitas Indonesia (UI) kembali memuncaki sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan peringkat 801 dunia. Berikutnya Institut Teknologi Bandung (ITB); Universitas Brawijaya (UB); Universitas Diponegoro (Undip); dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kemudian Institut Pertanian Bogor (IPB); Universitas Padjadjaran (Unpad); Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS); dan Telkom University.
Selain itu, masih banyak lembaga pemeringkatan tingkat dunia lain yang juga menyertakan kampus-kampus di Indonesia dalam daftar terbaiknya. Sebut saja Quacquarelli Symonds (QS) Asia University Rankings (QS AUR) 2021 telah merilis daftar perguruan tinggi terbaik di Asia. Ada 30 perguruan tinggi di Indonesia dari total 650 kampus Asia yang masuk dalam tersebut. Ada juga Webometrics Ranking of World Universities 2021 yang mencatat UGM Yogyakarta sebagai universitas terbaik di Indonesia.
Selain berbagai prestasi itu, masih banyak pekerjaan rumah dari dunia pendidikan tinggi yang ada di Indonesia. Di antaranya, masih sedikit masyarakat yang bersekolah hingga sarjana, kualitas lulusan sarjana, kualitas dosen, hingga belum meratanya kualitas dan kuantitas kampus di Indonesia. Juga belum adanya kesesuaian dunia pendidikan dengan dunia industri sehingga banyak angkatan kerja yang tidak terserap optimal. Cukup mengkhawatirkan.
Data Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2020 menyebut produktivitas dari para pekerja Indonesia sangat rendah. Sebanyak 87% dari total penduduk yang bekerja memiliki tingkat pendidikan SMA ke bawah. Dari angka tersebut, 39% memiliki pendidikan setingkat SD.
Ironisnya lagi, pengangguran banyak didominasi lulusan SMA sampai sarjana. Perinciannya, jumlah pengangguran terbuka berdasarkan data 2019, untuk tingkat pendidikan SD dan SMP adalah masing-masing 17% dan 16%. Sementara untuk lulusan SMA dan SMK masing-masing 28,2% dan 24,5%. Pendidikan Diploma hanya 3,1% dan tingkat pendidikan sarjana sebesar 10,5%.
Hal-hal di atas menjadi tantangan bersama.
Lihat Juga :