Dino Patti Djalal dan Celine Evangelista Cerita Sebagai Penyintas Covid-19 di Ngobrol Bareng Gus Miftah Jumat Pukul 20.30 WIB
Jum'at, 05 Maret 2021 - 15:58 WIB
loading...
Dino Patti Djalal dan Celine Evangelista akan berbagi kisah melawan Covid-19 di acara Ngobrol Bareng Gus Mifta di iNews. Foto/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - 2 Maret 2020, akan tercatat dalam sejarah Bangsa Indonesia sebagai hari pertama Covid-19 diumumkan terdeteksi di Indonesia. Tanggal tersebut menjadi awal perjalanan panjang pandemi Covid-19 di Tanah Air, yang hingga kini belum juga usai. Hampir 1,5 juta orang telah terinfeksi Covid-19 di Indonesia. 1 Juta lebih dinyatakan sembuh, dan 30 ribu lebih meninggal dunia.
“Kehilangan itu bukan musibah, karena kehilangan adalah salah satu jalan kehidupan. Kita tidak akan pernah merasa kehidupan tanpa kehilangan” ujar Gus Miftah, menanggapi 1 tahun pandemi di Indonesia.
Tak pandang bulu, Covid-19 dapat menyerang siapa saja, mulai masyarakat biasa, tokoh publik, hingga pejabat pamerintah. Bahkan, Dino Patti Djalal berpendapat bahwa baginya “Covid seperti serial killer yang setiap hari mencoba menyerang rumah kita, melalui orang yang kita temui”.
Baca Juga : Kandungan Epigallo dalam Teh Hijau Mampu Kurangi Bahaya Akibat COVID-19
Pengalaman buruknya pernah hampir meregang nyawa karena Covid-19, membuat mantan Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat ini merasa bersyukur diberi kesempatan kedua menjalani hidup. “Saya merasa lebih dekat pada kematian. Pertama kalinya saya merasa mungkin ajal akan dekat, Saya berfikir belum siap mengurus anak-anak saya kalau saya lewat” ujarnya di program Ngobrol Bareng Gus Miftah .
“Kehilangan itu bukan musibah, karena kehilangan adalah salah satu jalan kehidupan. Kita tidak akan pernah merasa kehidupan tanpa kehilangan” ujar Gus Miftah, menanggapi 1 tahun pandemi di Indonesia.
Tak pandang bulu, Covid-19 dapat menyerang siapa saja, mulai masyarakat biasa, tokoh publik, hingga pejabat pamerintah. Bahkan, Dino Patti Djalal berpendapat bahwa baginya “Covid seperti serial killer yang setiap hari mencoba menyerang rumah kita, melalui orang yang kita temui”.
Baca Juga : Kandungan Epigallo dalam Teh Hijau Mampu Kurangi Bahaya Akibat COVID-19
Pengalaman buruknya pernah hampir meregang nyawa karena Covid-19, membuat mantan Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat ini merasa bersyukur diberi kesempatan kedua menjalani hidup. “Saya merasa lebih dekat pada kematian. Pertama kalinya saya merasa mungkin ajal akan dekat, Saya berfikir belum siap mengurus anak-anak saya kalau saya lewat” ujarnya di program Ngobrol Bareng Gus Miftah .
Lihat Juga :