Melihat Keunikan Pasar Jalanan di Dunia, yang Tertua Ada di Turki
Sabtu, 06 Maret 2021 - 17:36 WIB
loading...
A
A
A
Grand Bazaar berdiri di lahan seluas 36.717 meter persegi dengan 60 jalan dan lorong yang menampilkan 4.000 kios. Pasar ini didirikan oleh Sultan Mehmet II pada 1461.Menjadi pasar kuno tertua sedunia, Grand Bazaar menyajikan beragam pernak-pernik dan oleh-oleh khas Turki dengan harga yang cukup terjangkau. (Baca juga: Cerdas dan Bijak Dalam membeli Rumah)
Antar satu blok toko dengan toko lainnya dipisahkan oleh jalan-jalan bak sebuah lorong bawah tanah, yang membedakannya adalah lorong Grand Bazaar penuh dengan nilai seni. Selain kerlap-kerlip cahaya, dinding di Grand Bazaar ini sangat indah dan sarat akan lukisan.
5. Rialto Market Venice, Italia
![Melihat Keunikan Pasar Jalanan di Dunia, yang Tertua Ada di Turki]()
Ini adalah jantung dari Venesia, di mana penjual menjual makanan laut segar serta hasil bumi. Buka setiap hari dalam seminggu kecuali hari Minggu. Ini adalah cara terbaik untuk melihat kehidupan sosial kota yang sibuk, terutama pada Sabtu pagi ketika semua orang datang untuk berbelanja bahan makanan mereka.
Pasar Rialto yang terletak berdekatan dengan Jembatan legendaris Rialto merupakan pasar di mana warga lokal Venice memberi barang keperluan sehari-hari terutama makanan. Beragam jenis buah, sayuran, seafood, dan beragam cemilan tersedia melimpah di pasar ini.
6. Marché aux Puces de Paris/Saint-Ouen Paris, Prancis
![Melihat Keunikan Pasar Jalanan di Dunia, yang Tertua Ada di Turki]()
Super besar dan mungkin membingungkan bagi pengunjung yang baru pertama kali singgah di Pasar Marche aux Pucesde St-Quen. Pasar ini adalah pasar barang bekas dan barang antik terbesar di dunia, dan salah satu pasar dengan pengunjung terbanyak di Paris.
Pasar ini terbagi menjadi 14 area. Jika ingin mencari barang pecah belah atau mainan, pengunjung bisa mampir di Marché Vernaison. Jika ingin memborong buku, maka Marché Dauphine adalah tempat yang Anda cari.
7. Chandni Chowk Market di Delhi, India
![Melihat Keunikan Pasar Jalanan di Dunia, yang Tertua Ada di Turki]()
Terletak di Jalur Kuning Metro Delhi, pasar ini dibangun pada paruh pertama abad ke-17 ketika Kaisar Shah Jahan memutuskan untuk memindahkan ibukotanya dari Agra ke Shahjahanabad, sebuah kota ciptaannya di Delhi lama.
Pasar tradisional ini menjual aneka makanan jalanan, rempah-rempah dan barang-barang murah. Pasar ini menyatukan banyak pedagang, penduduk setempat dan wisatawan , serta menjadikannya salah satu tempat paling ramai di Delhi yang sudah padat. (Baca juga: Penjelajahan Antariksa Terkenal yang Dicatat dengan Tinta Emas)
Antar satu blok toko dengan toko lainnya dipisahkan oleh jalan-jalan bak sebuah lorong bawah tanah, yang membedakannya adalah lorong Grand Bazaar penuh dengan nilai seni. Selain kerlap-kerlip cahaya, dinding di Grand Bazaar ini sangat indah dan sarat akan lukisan.
5. Rialto Market Venice, Italia

Ini adalah jantung dari Venesia, di mana penjual menjual makanan laut segar serta hasil bumi. Buka setiap hari dalam seminggu kecuali hari Minggu. Ini adalah cara terbaik untuk melihat kehidupan sosial kota yang sibuk, terutama pada Sabtu pagi ketika semua orang datang untuk berbelanja bahan makanan mereka.
Pasar Rialto yang terletak berdekatan dengan Jembatan legendaris Rialto merupakan pasar di mana warga lokal Venice memberi barang keperluan sehari-hari terutama makanan. Beragam jenis buah, sayuran, seafood, dan beragam cemilan tersedia melimpah di pasar ini.
6. Marché aux Puces de Paris/Saint-Ouen Paris, Prancis

Super besar dan mungkin membingungkan bagi pengunjung yang baru pertama kali singgah di Pasar Marche aux Pucesde St-Quen. Pasar ini adalah pasar barang bekas dan barang antik terbesar di dunia, dan salah satu pasar dengan pengunjung terbanyak di Paris.
Pasar ini terbagi menjadi 14 area. Jika ingin mencari barang pecah belah atau mainan, pengunjung bisa mampir di Marché Vernaison. Jika ingin memborong buku, maka Marché Dauphine adalah tempat yang Anda cari.
7. Chandni Chowk Market di Delhi, India

Terletak di Jalur Kuning Metro Delhi, pasar ini dibangun pada paruh pertama abad ke-17 ketika Kaisar Shah Jahan memutuskan untuk memindahkan ibukotanya dari Agra ke Shahjahanabad, sebuah kota ciptaannya di Delhi lama.
Pasar tradisional ini menjual aneka makanan jalanan, rempah-rempah dan barang-barang murah. Pasar ini menyatukan banyak pedagang, penduduk setempat dan wisatawan , serta menjadikannya salah satu tempat paling ramai di Delhi yang sudah padat. (Baca juga: Penjelajahan Antariksa Terkenal yang Dicatat dengan Tinta Emas)
Lihat Juga :