Label Sejauh Mata Memandang Gelar Pameran Sayang Sandang Sayang Alam, Ini Tempatnya!
Sabtu, 13 Maret 2021 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : anrez-hobi-banyak-olahraga-kepo-simak-di-sini
“Fakta menunjukan bahwa fashion merupakan salah satu penyumbang polutan sampah terbesar. Sekitar 95% sampah tekstil yang terbuang sebenarnya masih bisa didaur ulang (recycle) atau didayagunakan kembali menjadi benda berfungsi lain (upcycle),” ujar Chitra.
Sebagai label fashion dengan konsep slow fashion, salah satu cara Chitra mengurangi sampah tekstil , adalah dengan menciptakan sandang dari bahan yang dapat terurai. Dia juga memanfaatkan sisa kain produksi, melakukan program daur ulang dan modifikasi nilai guna dari kain. “Komitmen ini merupakan langkah nyata kami untuk mengajak konsumen membantu menyelamatkan lingkungan kita,” ujar Chitra.
Baca juga : kabar-baik-konser-musik-pameran-even-olahraga-kembali-dibuka
Pihak Chitra lantas mengadakan pameran bertajuk “Sayang Sandang, Sayang Alam”.Bekerja sama dengan Felix Tjahyadi selaku konseptor, pameran ini juga didukung oleh Lynx Films, Mata Studio, Magnifique, Davy Linggar, Wardah, Pable Indonesia, Syah Establishment, dan Greenpeace sebagai NGO partner.
“Fakta menunjukan bahwa fashion merupakan salah satu penyumbang polutan sampah terbesar. Sekitar 95% sampah tekstil yang terbuang sebenarnya masih bisa didaur ulang (recycle) atau didayagunakan kembali menjadi benda berfungsi lain (upcycle),” ujar Chitra.
Sebagai label fashion dengan konsep slow fashion, salah satu cara Chitra mengurangi sampah tekstil , adalah dengan menciptakan sandang dari bahan yang dapat terurai. Dia juga memanfaatkan sisa kain produksi, melakukan program daur ulang dan modifikasi nilai guna dari kain. “Komitmen ini merupakan langkah nyata kami untuk mengajak konsumen membantu menyelamatkan lingkungan kita,” ujar Chitra.
Baca juga : kabar-baik-konser-musik-pameran-even-olahraga-kembali-dibuka
Pihak Chitra lantas mengadakan pameran bertajuk “Sayang Sandang, Sayang Alam”.Bekerja sama dengan Felix Tjahyadi selaku konseptor, pameran ini juga didukung oleh Lynx Films, Mata Studio, Magnifique, Davy Linggar, Wardah, Pable Indonesia, Syah Establishment, dan Greenpeace sebagai NGO partner.
Lihat Juga :