Kombinasi Puasa dan Vitamin C Efektif Obati Beberapa Jenis Kanker

Selasa, 19 Mei 2020 - 17:30 WIB
loading...
Kombinasi Puasa dan...
Kombinasi puasa dengan vitamin C efektif mengobati beberapa jenis kanker. Namun, pilihan yang lebih aman bagi pasien kanker adalah diet nabati rendah kalori. (ANI News)
A A A
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari USC dan IFOM Cancer Institute di Milan menunjukkan kombinasi antara puasa dengan vitamin C efektif untuk mengobati beberapa jenis kanker. Dalam studi pada tikus, para peneliti menemukan kombinasi tersebut menunda perkembangan tumor pada beberapa model tikus kanker kolorektal dan pada beberapa tikus menyebabkan regresi penyakit.

"Untuk pertama kalinya, kami telah menunjukkan bagaimana intervensi yang sepenuhnya tidak beracun dapat secara efektif mengobati kanker yang agresif," kata Valter Longo, penulis senior penelitian dan direktur USC Longevity Institute di Sekolah Gerontologi dan profesor USC Leonard Davis.

"Kami telah mengambil dua perawatan yang dipelajari secara luas sebagai intervensi untuk menunda penuaan—diet meniru puasa dan vitamin C—dan menggabungkannya sebagai pengobatan yang kuat untuk kanker," tambah Longo.

Para peneliti mengatakan bahwa sementara puasa tetap menjadi pilihan yang menantang bagi pasien kanker, pilihan yang lebih aman dan lebih layak adalah diet nabati rendah kalori yang menyebabkan sel merespons seolah-olah tubuh sedang berpuasa.

Temuan ini menunjukkan bahwa diet meniru puasa ditambah vitamin C memiliki potensi untuk menggantikan lebih banyak pengobatan. Dalam studi baru ini, tim peneliti ingin mengetahui apakah diet meniru puasa dapat meningkatkan aksi melawan tumor vitamin C dosis tinggi dengan menciptakan lingkungan yang tidak berkelanjutan untuk sel kanker tetapi masih aman untuk sel normal.

"Eksperimen in vitro pertama kami menunjukkan efek yang luar biasa. Ketika digunakan sendiri, diet meniru-puasa atau vitamin C saja mengurangi pertumbuhan sel kanker dan menyebabkan sedikit peningkatan kematian sel kanker. Tetapi ketika digunakan bersama-sama, mereka memiliki efek dramatis, membunuh hampir semua sel kanker," papar Longo.

Longo dan rekan-rekannya mendeteksi efek kuat ini hanya pada sel kanker yang memiliki mutasi dan dianggap sebagai salah satu target paling menantang dalam penelitian kanker. Mutasi pada gen KRAS ini menandakan tubuh menolak sebagian besar perawatan melawan kanker, dan mereka mengurangi tingkat kelangsungan hidup pasien. Mutasi KRAS terjadi pada sekitar seperempat dari semua kanker manusia dan diperkirakan terjadi pada setengah dari semua kanker kolorektal.

Studi ini juga memberikan petunjuk tentang mengapa studi sebelumnya tentang vitamin C sebagai terapi antikanker potensial menunjukkan kemanjuran yang terbatas. Dengan sendirinya, pengobatan vitamin C tampaknya memicu sel bermutasi KRAS untuk melindungi sel kanker dengan meningkatkan kadar feritin, protein yang mengikat zat besi.

Namun, dengan mengurangi kadar ferritin, para ilmuwan berhasil meningkatkan toksisitas vitamin C untuk sel-sel kanker. Di tengah temuan ini, para ilmuwan juga menemukan bahwa pasien kanker kolorektal dengan kadar tinggi protein pengikat zat besi memiliki peluang lebih rendah untuk bertahan hidup.

"Dalam penelitian ini, kami mengamati bagaimana siklus diet meniru-puasa dapat meningkatkan efek dosis farmakologis vitamin C terhadap kanker bermutasi KRAS," papar Maira Di Tano, rekan penulis studi di IFOM, FIRC Institute of Molecular Onkologi di Milan, Italia.

"Ini terjadi melalui pengaturan kadar zat besi dan mekanisme molekuler yang terlibat dalam stres oksidatif. Hasilnya secara khusus menunjuk pada gen yang mengatur kadar zat besi: heme-oxygenase-1," sambung Tano seperti dilansir dari Times Now News.

Penelitian sebelumnya oleh tim peneliti menunjukkan puasa dan pola makan yang meniru puasa memperlambat perkembangan kanker dan membuat kemoterapi lebih efektif dalam sel tumor sekaligus melindungi sel normal dari efek samping yang terkait dengan kemoterapi. Kombinasi ini meningkatkan respons antitumor sistem kekebalan pada model kanker payudara dan melanoma tikus.

Para ilmuwan percaya kanker pada akhirnya akan diobati dengan obat-obat dengan toksisitas rendah melalui cara yang mirip dengan bagaimana antibiotik digunakan untuk mengobati infeksi yang membunuh bakteri tertentu, tetapi dapat diganti dengan obat lain jika yang pertama tidak efektif.

Untuk bergerak ke arah tujuan itu, peneliti mengatakan perlu menguji dua hipotesis pertama bahwa intervensi kombinasi non-toksiknya akan bekerja pada tikus, dan itu akan terlihat menjanjikan untuk uji klinis manusia.

Dalam studi baru ini, mereka mengatakan bahwa mereka telah menunjukkan keduanya. Setidaknya lima uji klinis, termasuk satu di USC pada pasien kanker payudara dan kanker prostat, saat ini peneliti sedang menyelidiki efek dari diet peniru puasa dalam kombinasi dengan berbagai obat pencegah kanker.
(alv)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Angka Kasus Kanker Tembus...
Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut
Kanker Usus Besar Mulai...
Kanker Usus Besar Mulai Serang Kalangan Anak Muda, Jangan Sepelekan Gejala Ini
Perawatan Kanker Kini...
Perawatan Kanker Kini Mengarah pada Pendekatan Individual
Bukan Sekadar Tradisi!...
Bukan Sekadar Tradisi! Ini Manfaat Puasa Mutih yang Dilakukan Syifa Hadju sebelum Menikah
Mengapa Zulhijjah Termasuk...
Mengapa Zulhijjah Termasuk Bulan Haram? Begini Penjelasannya
Vaksin Kanker Buatan...
Vaksin Kanker Buatan Rusia Menunjukkan Hasil Awal yang Menjanjikan
Netanyahu Akui Terkena...
Netanyahu Akui Terkena Kanker Prostat setelah Tumor Ganasnya Diangkat
Rekomendasi
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
Berita Terkini
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Tren Perawatan Kulit...
Tren Perawatan Kulit Regeneratif Makin Diminati, Teknologi DNA Ikan Trout Jadi Sorotan
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian
Menjelang 75 Tahun,...
Menjelang 75 Tahun, Kak Seto Beberkan 7 Kunci Hidup Sehat dan Bahagia untuk Lansia
Berangkat dari Kisah...
Berangkat dari Kisah Viral, Cerita Lila Menjelma Jadi Horor Layar Lebar
Infografis
Jenis Makanan yang Dapat...
Jenis Makanan yang Dapat Mencegah Penyakit Kanker Payudara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved