Petisi dan Aksi Darurat Iklim Siap Digelar, Mahasiswa Ikut Bersuara
Rabu, 17 Maret 2021 - 13:50 WIB
loading...
A
A
A
Deklarasi dapat dibuat di tingkat yang berbeda, misalnya di tingkat pemerintah pusat atau daerah. Kebijakan juga bisa dibuat berbeda secara mendalam dan rinci.
Baca Juga: Gimana Caranya Tampil Gaya Tanpa Makin Merusak Lingkungan?
Meteorolog sedunia telah mengkategorikan perubahan cuaca saat ini sebagai darurat iklim. Sementara data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejak awal 2021 hingga Maret 2021, tercatat 657 bencana terjadi di Indonesia.
Bencana-bencana itu didominasi oleh bencana banjir sebanyak 304 kejadian, puting beliung serta tanah longsor masing-masing 141 dan 130 kejadian. Bencana ini menyebabkan 3.421.871 orang harus mengungsi.
“Krisis iklim berdampak banyak kepada semua masyarakat. Krisis iklim melahirkan dampak katastropik yang mengancam keberlangsungan hidup di Bumi. Tak sedikit yang terdampak, bahkan menjadi korban jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa kita berada dalam kondisi yang sangat genting," ujar Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM FMIPA UI Dwi Tamara saat konferensi pers daring "Peluncuran Petisi Deklarasi Darurat Iklim" pada Rabu (17/3) pagi.
Masih menurut Dwi, pemerintah belum menanggulangi permasalahan perubahan iklim dengan serius.
"Kebijakan-kebijakan yang kini ada bertolak belakang dari upaya mengatasi krisis iklim, dan malah justru memperparah,” ungkapnya.
![Petisi dan Aksi Darurat Iklim Siap Digelar, Mahasiswa Ikut Bersuara]()
Foto: Screenshot oleh Andini Rizky Lestari
Seperti diketahui, Presiden Jokowi baru-baru ini telah mengeluarkan limbah batu bara atau fly ash dan bottom ash (FABA) serta limbah penyulingan sawit atau spent bleaching earth (SBE) dari kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Baca Juga: Gimana Caranya Tampil Gaya Tanpa Makin Merusak Lingkungan?
Meteorolog sedunia telah mengkategorikan perubahan cuaca saat ini sebagai darurat iklim. Sementara data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejak awal 2021 hingga Maret 2021, tercatat 657 bencana terjadi di Indonesia.
Bencana-bencana itu didominasi oleh bencana banjir sebanyak 304 kejadian, puting beliung serta tanah longsor masing-masing 141 dan 130 kejadian. Bencana ini menyebabkan 3.421.871 orang harus mengungsi.
“Krisis iklim berdampak banyak kepada semua masyarakat. Krisis iklim melahirkan dampak katastropik yang mengancam keberlangsungan hidup di Bumi. Tak sedikit yang terdampak, bahkan menjadi korban jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa kita berada dalam kondisi yang sangat genting," ujar Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM FMIPA UI Dwi Tamara saat konferensi pers daring "Peluncuran Petisi Deklarasi Darurat Iklim" pada Rabu (17/3) pagi.
Masih menurut Dwi, pemerintah belum menanggulangi permasalahan perubahan iklim dengan serius.
"Kebijakan-kebijakan yang kini ada bertolak belakang dari upaya mengatasi krisis iklim, dan malah justru memperparah,” ungkapnya.
.png)
Foto: Screenshot oleh Andini Rizky Lestari
Seperti diketahui, Presiden Jokowi baru-baru ini telah mengeluarkan limbah batu bara atau fly ash dan bottom ash (FABA) serta limbah penyulingan sawit atau spent bleaching earth (SBE) dari kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Lihat Juga :