Hidup Serumah oleh Grup K-Pop, Lebih Banyak Untung atau Ruginya?
Kamis, 18 Maret 2021 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Lee Jong-im, seorang profesor tamu di sekolah pascasarjana jurnalisme dan komunikasi di Universitas Kyung Hee, meyakini bahwa manajemen hiburan harus merombak sistem saat ini untuk mencegah terulangnya insiden semacam itu.
![Hidup Serumah oleh Grup K-Pop, Lebih Banyak Untung atau Ruginya?]()
Foto:Instagram @official_team_aoa
Lee dalam bukunya yang berjudul "Idol Trainees 'Sweat and Tears" (2018) menggali sisi gelap dari sistem pelatihan K-pop.
"Saya tidak setuju bahwa sistem asrama penting bagi idol K-pop, tapi jika mereka masih harus hidup bersama, mereka membutuhkan tempat agar privasi mereka bisa dilindungi dengan baik. Saya percaya mereka juga harus diberi waktu dan ruang yang cukup untuk pergi ke sekolah dan membangun hubungan dengan orang-orang selain rekan grup mereka," ujar Lee Jong-im.
Sementara kritikus musik Jung Min-jae dalam majalah IZM, mengutarakan pandangannya dengan mengutip kasus One Direction (1D).
“Anggota One Direction tidak diminta untuk tinggal bersama di satu tempat, tapi mereka tidak mengalami masalah besar dalam kerja tim mereka,” ungkapnya.
![Hidup Serumah oleh Grup K-Pop, Lebih Banyak Untung atau Ruginya?]()
Foto: Getty Images
Lantas dari mana asalnya bahwa mereka harus hidup dalam satu rumah bersama?
Menurut Lee Jong-im, penekanan masyarakat Korea pada kolektivisme adalah salah satu alasannya. "Masyarakat Korea cenderung menghargai kolektivisme daripada individualisme," katanya.
Selain itu, ini juga pengaruh dari orientasi masyarakat pada kesuksesan. Orang sering berpikir bahwa mereka harus mengorbankan segalanya untuk mencapai kesuksesan, termasuk dalam industri K-pop.

Foto:Instagram @official_team_aoa
Lee dalam bukunya yang berjudul "Idol Trainees 'Sweat and Tears" (2018) menggali sisi gelap dari sistem pelatihan K-pop.
"Saya tidak setuju bahwa sistem asrama penting bagi idol K-pop, tapi jika mereka masih harus hidup bersama, mereka membutuhkan tempat agar privasi mereka bisa dilindungi dengan baik. Saya percaya mereka juga harus diberi waktu dan ruang yang cukup untuk pergi ke sekolah dan membangun hubungan dengan orang-orang selain rekan grup mereka," ujar Lee Jong-im.
Sementara kritikus musik Jung Min-jae dalam majalah IZM, mengutarakan pandangannya dengan mengutip kasus One Direction (1D).
“Anggota One Direction tidak diminta untuk tinggal bersama di satu tempat, tapi mereka tidak mengalami masalah besar dalam kerja tim mereka,” ungkapnya.

Foto: Getty Images
Lantas dari mana asalnya bahwa mereka harus hidup dalam satu rumah bersama?
Menurut Lee Jong-im, penekanan masyarakat Korea pada kolektivisme adalah salah satu alasannya. "Masyarakat Korea cenderung menghargai kolektivisme daripada individualisme," katanya.
Selain itu, ini juga pengaruh dari orientasi masyarakat pada kesuksesan. Orang sering berpikir bahwa mereka harus mengorbankan segalanya untuk mencapai kesuksesan, termasuk dalam industri K-pop.
Lihat Juga :